Articles

1-2-3 Memilih Asuransi Jiwa

Anda sedang menata-ulang keuangan Anda, baru menikah atau memiliki anak, atau mungkin baru saja mundur dari tempat kerja Anda untuk memulai bisnis sendiri, dan karenanya Anda mulai melirik produk asuransi?

Atau Anda sering membaca atau mendengar mengenai asuransi jiwa, atau Anda seringkali ditawari beragam produk asuransi, termasuk asuransi jiwa?

Ketika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut tentang Asuransi Jiwa, pertanyaan pertama biasanya adalah, apakah Anda memBUTUHkan asuransi jiwa? Simak tanya jawab berikut yang menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih asuransi jiwa.

Apakah saya perlu memiliki Asuransi Jiwa sendiri?

Mari kita berandai-andai. Apabila Anda meninggal dunia sehingga tidak lagi dapat memperoleh penghasilan seperti saat ini, apakah akan ada orang-orang yang hidupnya terganggu? Istri atau suami Anda? Anak-anak Anda tidak dapat melanjutkan sekolah? Orangtua atau mertua?

Orang-orang ini adalah TANGGUNGAN Anda.

Misalnya, jika Anda laki-laki dan sudah menikah, tanggungan Anda adalah istri dan anak-anak, jika ada. Jika Anda adalah seorang ibu bekerja dan berkontribusi cukup besar ke keuangan keluarga, maka Anda juga dianggap memiliki tanggungan. Jika Anda belum berkeluarga namun menanggung biaya hidup orang tua, Anda juga bisa dianggap memiliki tanggungan.

Anda memerlukan asuransi jiwa untuk memastikan bahwa tanggungan Anda tetap dapat melanjutkan hidup dengan standar hidup yang relatif sama, walaupun Anda meninggal dunia.

Jadi, jika di keluarga Anda hanya suami yang bekerja, maka buatlah asuransi jiwa dengan tertanggung atas nama suami. Jika suami istri bekerja, maka buatlah dua asuransi jiwa, dengan tertanggung atas nama keduanya. Namun jika keluarga belum mampu membayar dua asuransi jiwa, utamakan mengasuransikan pihak yang berkontribusi lebih besar pada keuangan keluarga.

Saya sepertinya perlu membeli asuransi jiwa, jadi kapankah waktu yang tepat untuk membelinya?

Sekarang! Ya, betul, jika Anda memang memiliki tanggungan tentunya semakin cepat Anda memiliki asuransi jiwa akan semakin baik. Tentunya Anda ingin agar keluarga Anda tetap mampu meneruskan hidup mereka, pendidikan anak Anda tetap sesuai rencana, walaupun misalnya takdir Tuhan berkata lain, kan?

Selain itu, secara umum, semakin muda usia Anda, semakin murah pula premi asuransi jiwa yang harus Anda bayarkan. Oleh karenanya, penting untuk memastikan aspek proteksi dan investasi sejak dini.

Oke, saya mau membeli asuransi jiwa sekarang, apa saja yang harus saya perhatikan agar dapat memilih produk yang tepat?

  1. Data Tertanggung dan Pemegang Polis
    Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, tertanggung adalah pencari nafkah utama, jadi jangan sampai salah kaprah dan memasukkan nama anak Anda yang masih kecil sebagai tertanggung (kecuali apabila mungkin anak Anda artis cilik yang memang menjadi pencari nafkah utama di keluarga Anda). Pemegang polis adalah pembayar premi.
  2. Penerima Manfaat/Ahli Waris
    Penerima manfaat adalah pihak yang akan menerima uang pertanggungan saat tertanggung meninggal. Jadi, jika Anda bermaksud memastikan kelangsungan hidup bagi istri atau orang tua Anda, tuliskan nama yang Anda tuju sebagai penerima manfaat. Oya, umumnya data penerima manfaat ini bisa diperbarui jika ada perubahan – berbeda dengan nama pemegang polis atau tertanggung yang tidak bisa diubah.
  3. Besaran Uang Pertanggungan
    Mungkin ada di antara kita yang memiliki polis asuransi jiwa sebagai hadiah, bonus, atau iming-iming dari berbagai program, namun saat dicek, uang pertanggungannya sangatlah kecil. Oleh karena itu, pastikan Anda telah menghitung nilai pertanggungan yang dibutuhkan dengan cermat. Uang Pertanggungan harus dapat menggantikan biaya hidup keluarga Anda (penerima manfaat) selama setidaknya beberapa tahun setelah tertanggung meninggal dunia. Dengan jumlah Uang Pertanggungan yang layak, keluarga Anda akan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru di mana pencari nafkah utama tidak ada, tanpa harus mengorbankan rencana-rencana masa depan keluarga Anda, khususnya terkait pendidikan.
  4. Whole Life vs. Term Life
    Asuransi whole life umumnya menanggung hingga usia 99 tahun, sedangkan asuransi term life kerap disebut sebagai asuransi jiwa murni yang jangka waktu pertanggungannya dapat disesuaikan. Asuransi whole life biasanya tergabung dalam unit link (ada unsur investasi dan riders lain). Pastikan Anda memilih jenis produk yang memang Anda butuhkan.
  5. Jangka Waktu Pertanggungan
    Jika memilih asuransi term life, perlu dipikirkan berapa lama Anda ingin di-cover oleh asuransi tersebut. Pilihannya bervariasi, mulai dari 5, 10, 15, atau bahkan 20 tahun, tentunya hal ini disesuaikan dengan kondisi Anda. Selayaknya, Anda menilai ulang jumlah uang pertanggungan dan jangka waktu jika ada milestone baru di hidup Anda, khususnya kelahiran anak, karena sebaiknya asuransi jiwa melindungi keluarga Anda hingga anak-anak mampu mandiri (sudah selesai kuliah atau menikah).
  6. Riders/Manfaat Sampingan
    Hindari mengambil manfaat sampingan yang tidak diperlukan. Jika mengambil asuransi term life, biasanya riders tambahan yang diwajibkan adalah pembebasan premi akibat pemilik polis cacat total.
  7. Anggaran & Besaran Premi
    Tentunya, setelah memperhatikan berbagai hal di atas, kemampuan Anda membayar premi menjadi hal terpenting. Silakan cek apakah asuransi yang Anda pilih memberikan pilihan pembayaran premi secara bulanan atau tahunan dan sesuaikan dengan kemampuan Anda.

Oke, saya sudah browsing dan tertarik dengan beberapa penawaran asuransi jiwa dari beberapa perusahaan berbeda, apakah ada saran untuk memilih perusahaan asuransi?

Silakan pilih perusahaan dengan track record yang baik, dengan mencari informasi mengenai kredibilitas dan keluhan/pujian terkait perusahaan tersebut, termasuk kemudahan proses klaim, serta kualitas jalur layanan pelanggan yang dimiliki.

Jika sudah menetapkan pilihan, silakan cermati dan baca polis asuransi Anda secara rinci. Jika ada yang tidak Anda mengerti, jangan sungkan bertanya pada agen Anda. Agen yang baik akan bersedia memberi penjelasan detil dan transparan.

Nah, jika setelah membaca artikel ini, Anda malah merasa kewalahan atau merasa tidak punya cukup waktu, silakan kontak Independent Financial Planner untuk mendampingi Anda saat membuat keputusan finansial yang penting ini. Selamat memilih!

Emiralda Noviarti / QM Planner


 

Untuk konsultasi lebih lanjut dengan QM Planner, silakan email ke: info@qmfinancial.com atau melalui Contact Form kami.

TOPICS

SHARE THIS ARTICLE

Diskusi yuk!

1 Comment on "1-2-3 Memilih Asuransi Jiwa"

Notify of
avatar

Sort by:   newest | oldest | most voted
trackback

[…] Ibu Rumah Tangga tidak perlu punya asuransi jiwa. Ok untuk yang ini masih perlu perdebatan dan diskusi panjang. Tapi yang sering saya temui, karena ibu rumah tangga ada di rumah, dia yang ditawari punya asuransi jiwa. Boleh aja lho punya. Terus gimana dengan suaminya? Seharusnya asuransi jiwa adalah produk yang penting sekali dimiliki oleh pemberi nafkah utama keluarga. Dalam hal ini: suami. Jadi tolong periksa siapa nama TERTANGGUNG dalam polis asuransi jiwa keluarga dan berapa UANG PERTANGGUNGAN yang tersedia. Artikel tentang asuransi jiwa suami bisa dibaca di sini. […]

wpDiscuz

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch