Articles

1-2-3 Memilih Asuransi Kesehatan

Anda first-jobber atau baru saja menikah/hamil? Atau mungkin ada momen signifikan lain yang membuat Anda terpikir tentang Asuransi Kesehatan?

Jika ya, pertanyaan pertama Anda mungkin adalah ‘Kapan Perlu Beli Asuransi Kesehatan Sendiri?’, jawabannya bisa ditemukan di link ini. Jika sudah membaca artikel tersebut, dan Anda memutuskan untuk membeli Asuransi Kesehatan sendiri di luar BPJS atau fasilitas kantor, yuk lanjutkan membaca artikel ini.

Oke, langkah pertama sudah dilakukan dan Anda yakin perlu membeli Asuransi Kesehatan sendiri. Lalu, apa langkah berikutnya? Berikut ini beberapa tanya-jawab yang mungkin bisa membantu Anda.

Saya sepertinya perlu membeli asuransi kesehatan sendiri, kapankah waktu yang tepat untuk membelinya?

SEKARANG! Mengapa sekarang? Premi asuransi kesehatan, antara lain, memperhitungkan usia dan kondisi kesehatan Anda saat ini/sebelumnya (pre-existing condition). Biasanya, semakin muda usia Anda, maka akan semakin murah pula premi yang harus Anda bayarkan. Selain itu, jika kondisi kesehatan Anda selama ini relatif baik, justru inilah saat yang tepat untuk membeli asuransi kesehatan. Jika Anda dalam kondisi sakit atau memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik, kebanyakan perusahaan asuransi akan menolak kepesertaan Anda atau jika disetujui, premi yang harus Anda bayarkan akan lebih tinggi.

Oke, saya mau membeli asuransi kesehatan sekarang, apa saja yang harus saya perhatikan saat memilih produk yang tepat?

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli Asuransi Kesehatan:

  1. Tipe pembayaran: cashless (sistem kartu) atau reimbursement.
    • Cashless berarti Anda cukup memberikan kartu asuransi Anda di Rumah Sakit dan tidak perlu membayar lagi, selama plafon Anda mencukupi dan kelas layanan yang Anda gunakan sesuai dengan premi yang dibayarkan.
    • Sementara, Reimbursement berarti Anda harus membayar sendiri dahulu (cash atau credit card) seluruh biaya yang terjadi, dan baru melakukan klaim setelahnya ke pihak asuransi.

    Jika Anda memiliki credit card dan/atau dana darurat cukup besar, Anda bisa saja pertimbangkan opsi reimbursement, khususnya jika memang preminya lebih murah daripada sistem cashless.

  1. Skema penggantian klaim, apakah cash plan, plafon per item, atau plafon per kejadian/tahun.
    • Cash plan berarti Anda akan menerima santunan harian dikalikan dengan jumlah hari dirawat. Skema ini hanya cocok sebagai pelengkap jika Anda sudah memiliki Asuransi Kesehatan lain dari kantor atau BPJS, misalnya.
    • Skema plafon per item berarti ada batasan maksimal tagihan per hari dari setiap item, misalnya harga kamar, jasa dokter, biaya obat, biaya operasi, biaya lab, dan lain-lain. Kelemahan skema ini adalah jika RS tempat Anda dirawat menetapkan harga suatu item (misal biaya lab) di atas plafon harian yang ditentukan pihak asuransi, maka Anda harus membayar kelebihan biaya tersebut tiap item yang tagihannya melebihi plafon asuransi.
    • Skema ketiga adalah plafon per kejadian/tahun, di mana asuransi hanya menetapkan maksimal biaya yang ditanggung untuk setiap kejadian. Dalam skema ini, yang dilihat adalah total tagihan, bukan per item. Selama tidak melebihi plafon per kejadian, maka semua biaya akan ditanggung asuransi.

    Aturan setiap produk bisa saja berbeda, silakan Anda cermati lagi sebelum memilih.

  1. Daftar Rumah Sakit yang bekerja sama dengan produk asuransi kesehatan terkait. Cek apakah RS yang biasa Anda datangi atau ada di sekitar rumah atau kantor Anda masuk dalam daftar tersebut. Cek juga apakah Anda bisa memilih RS di luar daftar RS rujukan mereka dan bagaimana sistem penggantian biaya RS jika hal tersebut terjadi.
  2. Cakupan penyakit yang ditanggung, biasanya ada daftar penyakit tertentu yang dikecualikan dari perlindungan asuransi kesehatan standar, termasuk penyakit yang sudah diderita sebelumnya. Oleh karena itu, tanyakan secara detil terkait cakupan penyakit yang bisa ditanggung oleh asuransi yang Anda pilih.
  3. Persyaratan Rawat Inap, bisa Anda tanyakan apa saja syarat klaim rawat inap Anda. Ada asuransi yang baru memberlakukan polisnya secara efektif setelah masa tunggu 30 hari, jadi jika Anda sakit dalam masa tunggu tersebut, asuransi belum dapat melakukan penggantian biaya. Ada juga yang baru bisa meluluskan klaim jika rawat inap 2×24 jam atau tidak bisa menanggung perawatan di UGD atau ketentuan lainnya.
  4. Last but not least, bandingkan besaran premi yang harus Anda bayarkan untuk kelas kamar yang Anda inginkan, dan sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Biasanya asuransi kesehatan yang dibeli secara perorangan/keluarga hanya menanggung biaya inpatient (perawatan di RS). Jika Anda ingin manfaat tambahan seperti outpatient (rawat jalan), perawatan gigi, penggantian pembelian kacamata, atau biaya melahirkan, biayanya sudah tentu berbeda dan bisa jadi sangat mahal. Alternatifnya adalah beli asuransi kesehatan dengan manfaat inpatient saja, dan menabung/berinvestasi terpisah untuk menanggung biaya kesehatan lainnya.

Selain beberapa hal penting di atas, beberapa poin lain yang mungkin bisa Anda pertimbangkan adalah:

  1. Jika Anda sudah berkeluarga, silakan cek apakah pihak asuransi mempunyai paket khusus untuk polis keluarga yang biasanya harganya lebih murah.
  2. Jika Anda sudah memiliki BPJS atau Asuransi Kesehatan dari kantor, silakan cek jika asuransi tambahan yang Anda inginkan memungkinkan double claim (mau menerima kuitansi legalisir, bukan kuitansi tagihan rumah sakit asli).
  3. Asuransi kesehatan murni akan lebih murah preminya dibandingkan yang dikemas dalam bentuk unit link. Namun, jika Anda sudah memiliki asuransi kesehatan yang dikemas dalam unit link, jangan tergesa menutup, pastikan dulu Anda mempunyai asuransi kesehatan pengganti.

Oke, saya sudah melakukan riset dan tertarik dengan beberapa penawaran asuransi kesehatan dari perusahaan berbeda, apakah ada saran untuk memilih perusahaan asuransi yang lebih baik?

Pilihlah perusahaan dengan track record yang baik dan layanan pelanggan yang memuaskan (misal ada call center yang responsif). Anda bisa mencari tahu di search engine mengenai reputasi perusahaan tersebut, juga keluhan/pujian dari orang-orang yang ikut asuransi tersebut. Cek juga kemudahan proses klaimnya dan reputasi agen yang  menangani Anda – jika agen tersebut bereputasi baik dan sudah lama bekerja di perusahaan tersebut, klaim Anda akan biasanya akan dibantu pengurusannya.

Nah, jika Anda sudah menetapkan pilihan pada produk Asuransi Kesehatan yang sesuai kebutuhan, jangan lupakan langkah berikut: cermati dan baca ulang detil polis asuransi Anda (walau tulisannya mungkin kecil-kecil dan sangat banyak), jangan malas membaca dan jangan takut bertanya secara detil pada agen yang melayani Anda.

Jika Anda merasa kewalahan atau tidak punya cukup waktu, bisa juga kontak Independent Financial Planner untuk mendampingi Anda saat membuat keputusan finansial yang penting ini. Selamat memilih dengan cerdas dan cermat, supaya tidak menyesal di kemudian hari J

 

FDV Wulansari | QM Planner


Untuk konsultasi lebih lanjut dengan QM Planner, silakan email ke: info@qmfinancial.com atau hubungi kami melalui halaman Kontak.

 

SHARE THIS ARTICLE

Diskusi yuk!

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch