CEO BLOG, Practical Tips

13 Tips Hemat Melalui Masa Bokek Paska Lebaran

Halo!

Selamat kembali bekerja!

Libur Lebaran yang terasa sangat panjang itu sudah berakhir. Akhirnya! Untuk teman-teman yang karyawan, tentu sedang menanti gajian minggu depan! Dan untuk teman-teman yang pemilik bisnis, eh gimana.. udah siap buat gaji orang lagi? Hehehehe…

Ayo semangat!

Jangan intip terus saldo rekeningnya!

sudah tahu kan, makan di rumah bisa lebih hemat?

Sudah tahu kan, makan di rumah bisa lebih hemat?

Kamu tahu dong, kalau saldo rekening itu memang refleksi dari cara kita bekerja dengan uang masing-masing. Terus gimana dong caranya, supaya bisa survive? YA HARUS MAU BERHEMAT! Aduh.. jangan alergi dulu dong sama kata HEMAT. Emang menyebalkan. Tapi gimana lagi. Kita sama-sama tahu, setelah Lebaran plus segala liburan kemarin, kita sudah habis-habisan. Menanti gajian berikut, cuma bisa menghitung hari. Jadi, yuk kita hadapi kenyataan kalau memang ada di antara kita yang sedang… BOKEK!

Pantang bokek setelah Lebaran! Ikuti 13 tips berikut ini supaya kamu berhasil melalui masa bokek paska Lebaran!

1. Jangan bawa uang
Ini adalah tips yang menurut saya urdu banget. Terbelakang deh! Tapi ternyata, ini penting untuk mengkondisikan diri kita memasuki fase kesadaran: “ok, gue memang sedang masuk masa krisis duit!”Jaman sekarang, banyak orang sudah sangat terbiasa menggunakan uang digital. Nah, di masa bokek paska Lebaran, waktunya kita belajar menggunakan uang yang ada di depan mata saja. Stop semua kartu kreditmu, lihat ada berapa uang kas yang tersedia. Kita hanya boleh bawa uang kas sejumlah yang kita butuhkan hari ini saja!

2. Diam di rumah
Saat tidak punya uang, hati akan lebih galau. Pergi ke mall akan menjadi sebuah perjalanan batin yang berat. Rasanya semua ingin dibeli! Solusinya, diam di rumah! Nyapu kek, nyetrika kek, apa aja deh asal gak bikin keluar rumah.

3. Lari ke taman
Bosan diam di rumah? Lari ke taman aja! Gratis. Cuma berbekal air mineral aja, kan. Jangan bawa uang karena pasti kamu tergoda jajan di gerobak depan taman :p

IMG_20160717_082729

Coba cari kegiatan minim biaya seperti lari ke taman!

4. Masak sendiri
Iya, semua orang juga tahu masak di rumah lebih murah daripada jajan di luar. Tapi nggak semua orang sudah praktekin, lho! Coba deh, kamu hitung.. sekali makan di resto, kamu menghabiskan berapa? 1 kali makan di resto ini bisa sama dengan menu makan sekeluarga 5 hari!

5. “Belajar belanja”

Karena ternyata, nggak semua orang tahu cara berbelanja! Komitmen awalnya adalah masak sendiri, artinya kita perlu merencanakan belanja bahan makanan. Tapi ternyata, nggak semua orang tahu cara berbelanja, lho!

Yuk, dimulai. Susun menu untuk minimal 5 hari ke depan. Buat anggarannya dulu. Misalnya Rp50.000 per hari. Setelah itu, buat daftar bahan makanan sesuai menu dan anggaran. Barulah kita pergi ke pasar atau supermarket untuk berbelanja. Serius. Ada lho, orang yang nggak tahu susunan cara berbelanja seperti ini. Oh ya, satu lagi, jangan pergi berbelanja bahan makanan ini saat lapar ya! Trust me on this!

belajar belanja, susun menu, masak sendiri!

Belajar belanja, susun menu, masak sendiri!

6. Turun kasta brand
Dari semua tips, mungkin ini yang paling berat. Saat berbelanja atau grocery shopping, mulai periksa brand apa yang kamu biasa beli. Ternyata, saat lagi bokek begini, selai coklat hazelnut brand favoritmu itu nggak kebeli! Ya turun kasta, lah. Tahu diri aja. Sementara dana terbatas, tetap bisa makan kok, tapi dengan brand berbeda. Nanti kalau punya uangnya, bisa beli selai coklat hazelnut mahal itu sampai 3 botol kalau perlu! (kalem neng, kalem!)

7. Mengolah makanan sisa
Seorang teman saya mengeluh, kalau masak sendiri, ternyata suka nggak habis! Saatnya mengolah kembali! Menu 5 hari bisa dimanfaatkan untuk 7 hari, lho! Yang gampang-gampang aja. Spaghetti sisa tadi malam, bisa jadi spaghetti panggang untuk makan siang. Ayam goreng kemarin akan jadi campuran nasi goreng sarapan yang oke! Buka kulkas, aaaah…

8. Bawa botol air putih
Isi ulang botol airmu di mana pun!

9. Car pooling
Libur telah usai, kerjaan sudah mulai, tapi gajian belum datang. Ya nggak bisa diam di rumah! Tanya pada pasangan, ke mana jadwal dia pergi hari ini, nebeng dong sayang! Daripada kamu musti keluar ongkos dobel, mending sekali berangkat bareng, 2 destinasi tercapai. Dengan catatan, ini mesti make sense, lho ya.. gak dari ujung kota satu ke ujung kota yang lain. Tapi kalaupun nggak searah, kamu bisa nebeng sampai sebuah titik tertentu dan melanjutkan perjalanan.

10. Transportasi publik
Pernah cek nggak, ada transportasi publik apa di sekitar rumah dan kantormu? Berapa biayanya? Untuk para princess yang biasa naik taksi ke mana-mana, saat bokek mungkin kamu sudah waktunya ‘turun ke bumi’ dan merasakan naik commuter line. Atau minimal mencoba ojek?

11. Menghindari ongkos parkir
Penduduk kota besar seperti Jakarta sudah tahu, ongkos parkir adalah salah satu pengeluaran paling menyebalkan. Kesannya sih nggak besar, cuma beberapa ribu aja. Tapi kali sekian jam, sekian hari, eh gimana? Bandingkan berapa ongkos parkirmu sehari dengan pilihan transportasi publik atau ongkos taksi. Atau kalau perlu, mobil nggak perlu masuk ke dalam kompleks kantor, turun di pinggir jalan saja dan suruh supir pulang!

12. Bongkar Lemari
Orang kota adalah orang yang kelihatannya keren, tapi ternyata, banyak yang masuk dalam kategori urban poor! Inilah orang-orang yang tinggal di rumah bagus, makan 3x sehari, tetapi sebetulnya cemas karena punya ketahanan dana kas yang sangat terbatas. Coba lihat sekelilingmu, dana kas mungkin terbatas, tapi karena kebiasaan belanja yang nggak terkendali, ternyata uangmu sudah terkonversi menjadi barang. Jangan-jangan, banyak barang yang sudah tidak terpakai? Gak perlu gengsi.. saatnya kita konversi barang-barang tidak terpakai menjadi uang kas! Mulai dari sepatu yang baru dipakai 1x, tas branded yang memenuhi lemari atau kereta dorong bayi padahal bayimu sudah berumur 7 tahun! Halo online marketplace, kamu bisa jadi sahabatku minggu ini!

13. J U A L A N !
Kalau nggak punya uang, ya harus berusaha. Ada banyak cara menghasilkan uang dengan cepat tanpa harus maling kan, hehehe… salah satunya dengan berjualan. Kita bisa memilih jualan barang orang lain, barang MLM atau barang yang kita buat sendiri. Mudah banget, kok. Bisa dengan sistem PO alias Purchase Order. Gak perlu gengsi, ini malah bisa jadi training untuk anak-anak di rumah. Mereka mungkin kurang paham proses orang tuanya menghasilkan uang di kantor, karena ini konsep yang tidak kasat mata. Tapi berjualan tuh kelihatan banget. Ajak anak-anak membantu menghitung stok barang, menyusun daftar pengiriman dan menyiapkan kiriman, dan seterusnya. Ayo.. mau jualan apa? Untuk yang sedang berlebih uangnya, beli tuh dagangan temannya! Lebih baik berdagang daripada mengemis, dong!

Banyak beneuuur tipsnya. Sampai 13 TIPS! Kalau kamu punya tips tambahan lain, colek saya di twitter @mrshananto ya! Biar lebih banyak orang merasa senasib sepenanggungan! Hahahaha…

Tenang! Untuk kalian yang sudah biasa berhemat, semua tips ini akan terasa BIASAAAAAA banget. Ya, kan? Tapi ini memang saya tujukan untuk teman-teman yang sering merasa kebanyakan duit – padahal cuma ‘merasa’ aja, aslinya mah gak punya :p Sini puk-puk dulu.

Tenang, gajian bentar lagi kok! Tapi sebelum rekeningmu terisi kembali, ayo sini… HEMAAAAAT GERAAAAAK!

Ligwina Hananto / @mrshananto / Founder / CEO


PANTANG BOKEK SETELAH LEBARAN!
Konsultasi 1on1 bersama QM Planner.
Daftarkan diri melalui WA di 08111500688

TOPICS

SHARE THIS ARTICLE

Diskusi yuk!

2 Comments on "13 Tips Hemat Melalui Masa Bokek Paska Lebaran"

Notify of
avatar

Sort by:   newest | oldest | most voted
fransisca emi
Guest
fransisca emi
25 July 2016 1:03 pm

Ihh teh Wina tau aja kita (baca: saya) lagi bokek. Gajian masih akhir minggu pulak.
Semoga isi rekening bisa bertahan ya. Amiiiinn :)

livie
Guest
livie
16 August 2016 11:32 am

wah bagus skali artikelnya, izin share ya mba

wpDiscuz

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch