Start A Business!

Have a Partner! Or Some Partners!

You cannot do this alone! Or… maybe you can.

Terserah sih lo tipe orang seperti apa?

But for me, having my partners at my side is so bloody important.

Gue tipe orang yang moody banget. Gampang semangat, gampang sedih juga. Gampang nge-gas, tapi suka lupa nge-rem.

Jadi saat hidup gue lagi kayak rollercoaster inilah, business partners gue akan ‘pegang tangan’ gue dan bilang “Win, tenang Win ada solusinya.”

Atau malah sebaliknya. Saat mereka lagi patah semangat, gue yang seru sendiri menghibur mereka.

Yang menarik adalah synergy yang didapatkan karena personality kita yang sangat berbeda-beda. Ya deh, gue terima, gue banci tampilnya (ini juga kata Steny Agustaf hehehehe). Partner gue yang ber3 itu beda banget sama gue.

Yang satu bapak-bapak banget (sorry ya bo! Ahhahahaha). Dewasa banget kalau dibandingkan dengan gue. Ilmu pengetahuannya juga tinggi banget. Pengalamannya di dunia finansial berpuluh kali lipat dibandingkan gue. Tapi orangnya juga seenak udel dan gak begitu care sama dunia sekelilingnya. Terserah orang mau bilang apa, maju teruuuuss… nicknamenya juga… Rudy, Rusak Dikit. Hehehe… jadi gue yang bawaannya serius melulu, bisa melihat suatu masalah dengan lebih santai (= baca gak terlalu care).

Yang satu lagi, senior gue juga. Madame dingin. Gue anak mall berat. Dia hobbynya panjat gunung. Pernah kita ke PS untuk ketemu klien, gue bisa kasih tau dia toilet itu ada di pojok mana aja sampe dia ngetawain gue yang sangat anak mall. Menurut gue pake baju, kerudung, tas dan sepatu itu harus matching. Nah ibu satu ini gak perduli sama yang begitu. Jadi tiap hari kita hina dina dia karena tasnya biru padahal bajunya coklat. Hehehe gak penting ya, tapi sudahlah. Dan karena dia yang paling jago bikin plan, maka nicknamenya TJ = Tante Jagoan.

Yang terakhir, my alter ego. Dia versi perempuan dari personality yang dimiliki suami gue si Baby D. Ibu-ibu yang satu ini bener-bener seperti air es di saat gue lagi kayak kebakaran jenggot. Jadi untuk persoalan yang menurut gue udah super hyper urgent, dia bisa dengan tenang bertanya “Terus kenapa? Biasa aja ah!” Makanya kalau ada rapat-rapat yang gimanaaa gitu, mendingan dia dihadirkan sekalian supaya gue gak aneh-aneh ehehehehe. Ketika gue lagi spanneng tingkat tinggi, dia lah yang akan bilang sama partner lain, “Biarin aja Wina emang begitu, ntar juga diem. Dia perlu waktu lebih lama untuk menstabilkan emosinya” hahahah sialan! Her attention to detail, sumpah ajaib banget. You want a manager? You got a manager. She’s like everybody’s mum, nicknamenya aja Bunda.

Masing-masing punya tugas nya sendiri. Kalau gue bagian ngobrol ke mana mana, sesuai dengan sifat ceriwis gue, maka partner gue yang lain akan mengurus klien-klien QM dari A sampai Z, mulai dari membuat plan, menunjukkan hasil riset data terakhir, sampai beli furnitur kantor, recruitment pegawai baru, mengurus pembukuan, mengajarkan ilmu-ilmu baru, sampai ide-ide ajaib untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

You see, you cannot do this alone!

Mau sehebat apapun, segaya apa pun, there will be people who are important to your life and their contribution to the growth of a business is so significant.

Pertanyaan berikutnya tentu saja :

Di Mana dan Bagaimana Kita Mencari Partner Bisnis Yang Bisa Dipercaya?

I cannot answer that for you.

Gue percaya pada jodoh. Seperti mencari pasangan hidup, mencari business partner juga ada suka dukanya. Dan gak selalu business partner itu bisa bertahan selamanya.

Kalau synergy nya sudah ditemukan, maka perjalanan mengurus bisnis pun akan terasa lebih nyaman. Karena biar bagaimana pun, ketika ada teman bicara, teman diskusi, teman berkeluh kesah, segalanya terasa lebih ringan.

Terakhir jangan lupa, istilah di QM adalah : pembagian Pepesan harus jelas.

Jadi kita sudah terbiasa kerja dengan aturan yang serba jelas dari awal.

  • Kalau mau masak pepes, pepes nya harus jelas mau diisi ikan, ayam atau tahu?
  • Terus kalau sudah dimasak bersama-sama, mau dibagi empat sama rata atau mau dibagi sesuai yang kerja?

(Duh sorry ya analogi nya ibu-ibu banget hihihih)

QM partners, I cannot thank you enough, for joining together in developing this dream machine. Apapun yang terjadi di depan, gue berharap kita mulai dengan baik-baik, jalan dengan baik-baik dan ujungnya pun baik-baik. Amin.

Finance Should Be Practical!

Ligwina Hananto

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch