Personal Views

When to Say YES and When to Say NO…

Have you ever been called by a telemarketer?
What’s your answer to them?

My friends and I have this theory that Indonesians are struggling to say NO to telemarketers. Most likely you’d say YES anyway whether you need the product or not,

Is there anything wrong with that? No. Just don’t come crawling to me and tell me that you are in trouble with a mountain of debt.

Here are some examples to show that sometimes we can say NO when we don’t need the product.

Mau Jualan Kredit, Kartu Kredit atau Hp Sih?

A (from a local bank) : Selamat pagi Bu, bisa bicara dengan saudari Lia?

Wina : Oh Lia sudah tidak bekerja di sini. Ada apa ya?

A : Kami sedang memproses kreditnya Bu, mungkin Ibu bisa bantu?

Wina : Telpon aja ke HP nya, ini nomornya …

A : Kalau Ibu sendiri gimana? Mau apply untuk kredit gak Bu? Gak pakai agunan lho Bu…

Wina : Ah gak perlu kok. Terima kasih. (masih sopan)

A : Lumayan lho Bu, jadi Ibu bisa dapat uang kas sekarang. Gampang kok.

Wina : Gak Mas, saya gak perlu pake kredit seperti itu.

A : Kalau gitu kartu kreditnya aja Bu.

Wina : Udah punya kok 2 suplemen, 1 lagi punya sendiri ini juga dari bank tempat kamu kerja.

A : Tambah lagi aja Bu, lumayan lho, ada hadiah handphonenya.

Wina : Gak perlu kok, saya baru ganti hp. (mulai cape)

A : Tapi kan lumayan Bu, hp nya bagus lho kan keluaran terbaru.

Wina : Mas, saya gak perlu kredit tambahan. Saya gak perlu kartu kredit lagi. Saya gak perlu hp
baru. Jadi sekarang Mas maunya apa?

A : Ya sudah terima kasih Bu. Mungkin bisa minta no hp nya suami Ibu?

Wina : …. (hang up the phone)

Beli Reksadana ini, Returnnya Lagi Tinggi lho Pak!

B (from a foreign bank, where we
regularly purchase Reksadana) : Selamat Pagi, dengan Pak Dondi?

Dondi : Ya betul, dengan siapa ini?

B : Saya B dari Bank XYZ, mau menawarkan Reksadana Pak.

Dondi : Oh ya, saya udah punya kok. Tiap bulan juga beli kan.

B : Oh gitu ya Pak? Udah punya apa aja?

Dondi : Ada semua lah, pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, protected fund. (a little bit show off, ceritanya biar telemarketernya gak terus menerus nyecer)

B : Ini ada yang Bapak belum punya lho. Namanya Reksadana FGHIJ. Returnnya tinggi banget lho Pak. Bulan kemaren dia juaranya lho Pak.

Dondi : Saya cuma bikin target 25% per tahun aja kok. Jadi reksadana yang saya punya sudah melebihi target, gak perlu ambil target lebih tinggi lagi kok. (again, sok tau,supaya terdengar ngerti produk)

B : Baik kalau begitu terima kasih Pak.

Dondi : Yang… tadi Bank XYZ telpon aku. Kita punya Reksadana FGHIJ gak? Katanya returnnya
lagi tinggi banget ya ? Terus kita bisa switch gak?

Wina : Yeeeee… dasar profil resiko Alpha! Napsu juga kan pengen return lebih tinggi. Iya deh ntar aku tanyain ke Mbak TJ, boleh gak untuk pensiun ditambahin. Tapi yang untuk pensiun aja ya.

Dondi : Thanks beb… lol…

(mind you, my husband works 7am – 10pm everyday, he doesn’t even remember the names of all his Reksadana)

Asuransi Unitlink Atas Nama Anakmu Boleh Gak?

Mama : Teteh, ini Mama ditelpon Bank. Terus mereka nawarin asuransi yang ada investasinya. Gimana ya?

Wina : Ngapain Ma? Kan Mama udah di atas 55, emang masih bisa beli asuransi begitu?

Mama : Iya katanya karena udah di atas 55, Mama beli atas nama Azra aja. Buat cucu…. Gimana ya?

Wina : Mama mau beli reksadana gak?

Mama : Takut ah kan ada resikonya.

Wina : Terus ngapain beli asuransi yang pake investasi ini, kan itu juga sama dengan reksadana. Ada resikonya juga lho. Ini beda sama deposito Ma!

Mama : Tapi ada asuransinya.

Wina : Iya tapi Mama kan udah gak ada tanggungan. Teteh dan Wido udah besar-besar semua, bisa hidup sendiri-sendiri. Papa masih kerja. Aset sudah cukup, pensiun sudah cukup. Kesehatan sudah ada coverage nya, jadi gak perlu asuransi lagi.

Mama : Kata customer servicenya buat cucu aja.

Wina : Ngapain? Kalau terjadi apa-apa sama Teteh, Dondi yang take over. Kalau terjadi apa-apa sama Dondi, ada asuransi jiwa dengan UP yang besar. Kalau terjadi apa-apa sama Azra dan Dena, Dondi dan Teteh yang akan mengurusnya. Kantor tempat kerja Dondi juga yang akan bantu coveragenya. Azra kan gak menanggung hidup siapa-siapa, jadi gak perlu asuransi.

Mama : Ya udah, ya udah…

Buat yang kerjanya telemarketing… yuk dipikirin lagi yuk… kalau jualan, sesuaikan produknya dengan kebutuhan nasabahnya. Dijamin deh pasti jualannya lebih ‘tok cer’ karena nasabahnya jadi merasa diperhatikan Smile believe me, I’ve been in sales for sometime Smile

Finance Should Be Practical!

Ligwina Hananto

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch