Practical Tips

Mengapa Tidak Bisa Unitlink?

This one is a brave attempt in Bahasa Indonesia… Saya tidak jago menulis dalam Bahasa Inggris kok, tapi memang ternyata banyak aturan menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar yang perlu kita pelajari lebih banyak Smile (Lagi cari muka karena ‘sang editor buku’ ternyata mulai ikutan baca BLOG ini… ampun Mbak Rani, ampun ya Tongue out LoL Smile)

Ada sesuatu yang selalu mengganggu saya… tuduhan tidak ’independent’ karena tidak berpihak pada asuransi unitlink.

Saya menerima beberapa komentar dalam email maupun SMS dari mereka yang kelihatannya memang jualan produk asuransi unitlink ini.

Gimana sih kok gak netral. Mbak, jualan danareksa ya?” – mungkin maksudnya reksadana Smile tapi dia sendiri gak tau bedanya reksadana dengan Danareksa… Frown

Lu gak etis banget. Kenapa sih harus membanding-bandingkan produk unitlink dengan produk lain? Kunci sukses itu adalah .. bla bla bla” – mungkin masih belum mengerti juga kalau tugas seorang independent financial planner (bukan agen asuransi) adalah : membanding-bandingkan produk semua produk keuangan tanpa pandang bulu.

Tapi Win, reksadana kan ada risikonya… unitlink kan gak seperti reksadana…” – nah ini dia nih… jadi Anda pikir unit dalam equity fund asuransi unitlink bisa menghasilkan return di atas 20% per tahun dengan cara apa? Masuk gentong? Masuk pasar modal dong… sama kan reksadana juga masuk pasar modal… jadi risiko pasarnya beda di mana? *mulai pusing jawabnya*

Sebetulnya sudah sangat jelas, tugas QM Planners adalah memberikan informasi yang lengkap dan rekomendasi yang didasari kebutuhan klien-klien. Jadi, produk apapun yang harus kami hadapi, pertama kali yang dilakukan oleh QM Planners adalah menanyakan : TUJUAN LO APA?

Dengan menjawab ”Tujuan Lo Apa”, semua rekomendasi akan dipenuhi tuntutan tanggung jawab memenuhi kebutuhan klien tersebut. Maka QM Researchers & QM Planners akan menganalisa setiap produk sebelum sampai ke tangan klien dan HARUS membandingkan angkanya… inilah mengapa produk unitlink selalu saja tidak berhasil masuk ’daftar rekomendasi’.

Dalam sebuah seminar internal perusahaan minyak CP – tempatnya di sebuah fasilitas outbound di Sukabumi, para peserta meminta saya menjelaskan perbedaan berinvestasi dalam asuransi unitlink VS memisahkan fungsi asuransi melalui asuransi term life dan berinvestasi terpisah dalam reksadana. Tiba-tiba saja setelah saya menjelaskan, salah seorang senior manager bapak I berdiri dan berkata ”Di Amerika Serikat, unitlink ini sudah tidak laku. Jadi seperti rokok saja di luar negeri tidak laku, di Indonesia dijual besar-besaran… mereka memanfaatkan ketidaktahuan dan kebodohan kita.”

Bapak I ini kebetulan memiliki financial literacy yang cukup tinggi. Setelah ngobrol lebih banyak, ia memang mengerti semua konsep dasar asuransi dan investasi. Bisnis sampingannya pun tidak main-main. Bapak I ini adalah jenis orang yang saya sebut sebagai investor sejati. Malah saya menduga Bapak I ini sudah masuk ke STAGE 5 = Financial Freedom.

Tapi inilah pertama kalinya saya bertemu pendapat yang sangat extreme tentang asuransi unitlink. Kaget juga. Selama ini saya baru bicara ”Lebih memilih asuransi term life + reksadana” tanpa embel-embel negatif atau antipati, baru begitu saja saya sudah terima komentar-komentar lucu atau bahkan sedikit menyerang.

Penasaran, saya pun kemudian mencoba mencari tahu lebih banyak. Apa iya begitu ceritanya?

Browsing di internet tidak membuahkan hasil. Teman-teman di perusahaan asuransi belum menjawab email saya tentang track record unitlink di luar negeri – maksudnya di negara dengan pengetahuan keuangan yang lebih maju seperti Amerika Serikat, Hong Kong atau Inggris. Akhirnya saya malah bertemu dengan website Mas Priyadi.

Kalau ada yang berminat untuk membaca tulisan orang lain tentang unitlink, saya merekomendasikan Anda untuk membacanya di :

www.priyadi.net

Dalam blog nya Mas Priyadi menjelaskan mengapa lebih baik memisahkan fungsi proteksi asuransi dan fungsi investasi reksadana. Salah satu artikel yang perlu dibaca adalah : Tips Membeli Asuransi Jiwa (31 Agustus 2007). Semuanya masuk akal dan mudah dimengerti.

Atau, Anda bisa juga membaca artikel dari Tabloid Kontan Edisi Khusus Unitlink September 2007 : Enakan Main Single Atau Langsung Double.
Bukan karena saya sering diajak menulis di Tabloid Kontan, tapi memang isi dari edisi khusus ini sangat menarik. Tabloid Kontan telah dengan sangat baik menunjukkan kelebihan maupun kelemahan dari asuransi unitlink ini, termasuk juga menunjukkan betapa besar keuntungan yang dapat Anda peroleh dengan menjadi agen penjual unitlink Wink

Beberapa kasus menarik juga akan saya bahas dalam tulisan-tulisan mendatang. Mohon jangan salah paham. Saya tidak anti asuransi, tapi saya ingin semua orang punya asuransi yang mencukupi kebutuhan! Jadi boleh dong kalau saya mengajak masyarakat luas agar memilih-milih jenis asuransi yang akan dibeli.

Jadi kalau Anda memang ingin belajar lebih banyak dan merasa mampu terus menambah pengetahuan keuangan Anda – saya rasa suatu hari Anda akan cukup pintar untuk melihat sendiri angkanya!

Sudah cukup santun kan? Tongue out

*waduh, ruang sebelah berisik nih. Planner gue di sebelah lagi kedatangan agen asuransi yang gak mau terima rekomendasi… heheheh*

Finance Should be Practical!

Ligwina Hananto

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch