Practical Tips

QnA on starting up your Stock Portfolio

I started the day very fresh… Tucked in early last night, despite having the antena installed so now our old TV is available in our bedroom. Gak ngaruh, kl mau tidur mah tidur wae…

It’s monday morning, first day of school for most people. Jdlah gw ngarang bikin cuti… Heheheh…

I woke the kids up, got them into their bath, dressed them up. Thank God si Cus sudah datang lagi, jadi anak2 bisa sarapan diurusin Cus sementara gw siap2. Mbak baru datang siangan hari ini, ada yg masak lagi deh.

Gw sangat menikmati mengantar anak2 ke sekolah – wajah2 penuh semangat, latihan cerita ttg pengalaman liburan mereka ke bandung. Setelah itu, gw pun pulang dan bersiap untuk… Shopping Bluechip!

Gaya pisan euy…

Ternyata bisa beli TLKM tuh rasanya gemanaaaa gitu ya (u only hear this from a true finance geek heheheheh). Krn tahun lalu gw manyun, gak punya duitnya n harganya masih di 10.000an. Hari ini gw order di harga penutupan bursa hari rabu lalu. Eh ternyata udh drop, jd gw order lebih rendah. Gaya pisan euy!!! Langsung naik pula… Emang gak boleh emosian :)¬†hahahahah…

Indeks Harga Saham Gabungan hari ini ditutup sedikit di atas Indeks hari rabu. Tipiiiiis yaaaaaa. Biarin, tp kita bukan geng panik kan? Kita geng percaya sama ekonomi negeri ini. Kita geng “I can handle the turbulence”.

Terserah deh lo mau ngomong apa… Gw punya TLKM! Gw jg beli lg ANTM, jd sekarang average purchase price gw turun jauh banget :)

Ayo teman2, apakah kau punya uang yang melongo gak punya tujuan, kalo didiemin paling2 jd kopi, tas, sepatu, make up atau game??? Saatnya untuk punya portofolio saham sendiri!

Beberapa QnA menarik dari teman, sepupuku tersayang, dan beberapa klien sbb:

Q : Kondisi krisis begini, mending investasi apa?
A : What kind of question is that? Tujuan Lo Apa??? Krisis gak krisis lo tetap harus investas dong. Lo gak switch kiri kanan setiap market bergerak. Lo bukan Fund Manager kan? Lo lg bikin Financial Plan untuk keluarga lo kan?

Q : Kalo maunya investasi saham langsung gimana?
A : Ntar dulu… Bikin dulu Rencana Keuangan Komprehensif. Heheheh jualan lagi nih…

Let’s do the following checklist.

  1. Udah bayar utang2 blm??? Lupakan punya saham kalau masih punya utang kartu kredit.
  2. Udah punya Dana Darurat yang besar? Ini bemper kita ya. Kalau investasi di saham jeblok, hidup lo gak boleh terganggu, dan Dana Darurat yang akan mengimbangi total portofolio kita.
  3. Tujuan Jangka Pendek gimana? Belanja saham gak boleh melebihi prioritas kita untuk sekolahin anak masuk SD 2 tahun lagi.
  4. Udah punya Rumah? Rumah itu penting banget! Percuma gaya selangit tapi gak punya Rumah. It’s fundamental to shape our networtk.
  5. Pilihan aset : bisnis, properti, surat berharga

Q : Jadi gimana caranya?
A : Buka dulu rekening di broker saham. Bisa lewat perusahaan sekuritas seperti Danareksa, Trimegah, Sarijaya, dll. Atau lewat broker saham yang punya servis online trading seperti E-Samuel dan E-Trading.

Q : Gimana cara milih saham yang mau kita beli?
A : Learn as much as you can. Learn about Fundamental Analysis. Beli saham itu bukan cuma pasang angka. Tapi beli saham karena kita menilai perusahaannya memang pantas untuk kita miliki.

Ada banyak “gaya” dalam membuat portofolio saham. Ada temen gw yang beli saham terus dijual setiap naik 20%. Ada teman yang jual belinya aktif bgt n berani jg masuk ke saham gorengan.

Jangan asal ikutan gw ya. Tapi gw nih IBU-IBU! Jadi gw beli saham perusahaan2 yang gw pake atau kenal produknya. Shampoonya dipake anak2, line telponnya gw punya, emasnya gw suka, 11 tahun bokap kerja di sana, tiap hari naik tol dan suami gw lg sering ketemu sama org2 perusahaan itu… Enough reasons for us to buy the stocks.

Gaya gw adalah “koleksi”. Kayak koleksi tas aja. Gw beli, gw tumpuk di lemari u/ dipandangi sekali2. Bedanya kalo tas harganya pasti drop. Kalo saham, masih naik turun… So I’m better off anyway.

I buy and hold. Period. Pemain2 pasar modal mungkin ada yang ketawa. Biarin aja, yang pasti kalo market drop gw gak cutloss. Gw sibuk nambahin. Dan hasilnya betul2 LONG TERM… Masih jauuuuuh banget… Cannot share that with you yet. I can tell you that I bought my shares when Index was 2700 duaaaaaar… Heheh so when I buy more today, my average purchase price drops significantly.

Oh, one more thing. Suami gw kerja di bank. Sudah cukuplah hidup kami ini bersinggungan dg bank. Jd sampe hari ini gw gak beli saham perbankan. Kalo lo mau beli, pilih2 aja bank yg bagus n keliatan dipercaya banyak orang.

Q : Tapi takuuuut…
A : Gak apa2. Gak semua orang perlu beli saham kok. 5 tahun lalu, waktu teman2 gw kuliah S2 udh punya, gw melongo gak ngerti. Gw perlu belajar selama itu, punya plan dulu, investasi di reksadana dulu, punya dana darurat dulu, punya property dulu… Baru gw bisa menerima risiko investasi di saham. Jd gak perlu buru2. Bikin Dana Darurat aja udh keren kan?

Q : Gimana kalo indeks turun lg? Harga saham2 yg lo beli itu turun lagi?
A: Beli lagi!

Q : Pake apa beli laginya?
A : Gw lagi menyusun program penghematan. Akhirnya gw punya tujuan yang cukup penting u/ membuat gw berhemat yah hehehehe… We’re cutting down on books, coffee, taxi, makan di luar… Let’s see how much I can ‘safe’ and divert into stocks… Istilah Dita sobatku – the 2nd half of Curtin Finance Geeks¬†:)¬†… Kumpulin “receh” untuk bela negara… Serius, gw mulainya sedikiiiiit banget…

Sampe rumah nih… We’re tunning in to CNBC… Pengen tau ‘teng teng teng’ pasar saham di negeri-negeri nun jauh di sana…

Merdeka! ;)

What are you going to do with your money?
Ligwina Hananto

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

    Berkarir bersama QM

    QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

    Keep in Touch