Planner Blog, PLANNERS BLOG

Hidup Sehat Itu Mahal?

Temen gue, @yudityunanto,  salah seorang QM Planner pernah ngomong disela-sela sesi sarapan bareng kita setelah olahraga. Sambil ngaduk ngaduk salad yang agak mahal di sebuah restoran dia ngomong “Biaya untuk hidup sehat emang mahal, tapi sakit itu lebih mahal lagi”.

Gue antara setuju dan nggak setuju dengan hal ini.

Gue nggak setuju di “biaya hidup sehat itu mahal” karena menurut gue ada cara untuk hidup sehat dengan biaya yang wajar. Tapi gue setuju kalo sakit itu akan lebih mahal daripada sehat.

Sebagai sales di QM Financial, kerjaan gue menuntut gue untuk kaypoh.  Gue musti tau detail kondisi keuangan seseorang lalu kemudian melakukan analisa singkat terhadap kondisi keuangan itu sebelum orang tadi bisa menggunakan jasa perencana keuangan professional di QM Financial. Komponen yang biasanya gue liat adalah besar cicilan, besar alokasi tabungan dan besar biaya pengeluaran pribadi per bulan.

Pernah suatu hari gue ketemu orang yang tidak bisa menabung karena memang orang ini tidak punya sisa sama sekali dari gaji bulanannya. Setelah gue teliti, ternyata dia menghabiskan hampir 30% gajinya untuk membayar biaya olahraga.  Dengan gaji 3 juta perbulan, orang ini membayar biaya keanggotaan di pusat kebugaran sebesar 500rb, dan biaya suplemen 300rb. Gue tanya :  “Emang perlu ngeluarin biaya segini banyak?”. Dia bilang “Ya perlu dong Mar, gue kan mau kurus, gue perlu nge-gym dan minum fat burner.”

Gue tanya lagi “Seminggu nge-gym berapa kali?” dia menjawab “Yah paling cuma sempet 1-2 kali seminggu”.

Gak ada yang salah sih dengan jadi anggota suatu gym dan minum suplemen.  Tapi mengeluarkan 30% hanya untuk 2 hal ini, sebenarnya terlalu besar. Padahal jatah untuk seluruh pengeluaran pribadi (termasuk pulsa handphone, ngopi ngopi, nonton, gym dll) idealnya tidak lebih dari 20% dari gaji perbulan. Jadi untuk orang dengan gaji 3 juta per bulan, mengeluarkan biaya 800 ribu per bulan itu terlalu besar.

Kalau mau dikurangi, sebenarnya bisa kok. Gym dengan biaya kurang lebih 500rb itu biasanya untuk akses all club di suatu gym. Pertanyaannya apa perlu? Pilih saja jadi anggota di gym yang paling dekat dengan rumah atau kantor kita. Lagipula dengan frekuensi kedatangan hanya 1-2 kali seminggu, biaya per kedatangan jadi mahal sekali. Bisa 60 – 120 ribuan per kedatangan.

Sebenarnya banyak loh gym yang biayanya hanya sekitar 200rb -300rb per bulan. Ya tentu saja pilihan kelas olahraganya tidak akan sebanyak gym dengan harga 500rb atau gym yang lebih murah ini tidak menyediakan handuk untuk mandi. Tapi kalau hanya untuk berolahraga 1-2 minggu sekali, gue rasa itu sudah cukup dan handuk bisa dibawa dari rumah.

Kalau cuma ada waktu weekend, beberapa komunitas seperti @indorunners atau @masterbootcamp bisa jadi pilihan. Dua komunitas ini biasanya berlatih setiap akhir pekan. Selain berolahraga, bisa buat ajang nambah temen karena berolahraga bersama.

Pilihan lain adalah dengan berolahraga di rumah. Banyak gerakan gerakan pengencangan otot yang bisa dilakukan dengan menggunakan beban tubuh sendiri. Push up, pull up, squat, rrunch, plank adalah beberapa gerakan yang bagus untuk melatih otot-otot di tubuh.  Untuk olahraga dengan jenis cardiovascular, bisa dengan cara lari atau bersepeda di lingkungan sekitar rumah, atau kalau tidak mau keluar rumah, bisa berlatih skipping di halaman.

Untuk suplemen, kalau hanya membutuhkan fat burner, sebenarnya ada 2 jenis minuman yang bisa berfungsi sebagai fat burner alami. Coba aja cek kolom ingredient  dari fat burner. Biasanya isinya adalah caffeine dan green tea extract. Jadi sebenarnya kopi dan teh hijau tanpa gula apabila bisa dikonsumsi sebelum olahraga bisa mempercepat proses metabolisme dan pembakaran lemak.

See? Dengan beberapa langkah mudah, sebenarnya kita bisa menghemat biaya pribadi untuk pengeluaran biaya hidup sehat ini sehingga sisa dari gaji per bulan bisa lebih banyak lagi untuk diinvestasikan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan lain yang lebih penting.

 

@fxmario out.

TOPICS


2 tanggapan untuk “Hidup Sehat Itu Mahal?”

  1. Radix berkata:

    *sujud sembah ke Kokoh Mario*

  2. nengnisye berkata:

    *lirik sepeda, barbel, ama sepatu kets*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch