Planner Blog

Bukuku, Cintaku

 

Kalo hobi nonton film dorama (drama Jepang), pasti sering melihat sebagian besar penumpang angkutan umumnya, mulai dari anak-anak sampai dewasa, sedang membaca. Bahan bacaannya pun bervariasi dari bacaan ringan berupa komik hingga bacaan berat seperti koran. Agak beda nampaknya dengan budaya di Indonesia, nganggur sedikit langsung sibuk cek handphone hehe *no offense lho ya, hehe*

Buat gw pribadi, membaca merupakan hobi dari kecil, inget banget setiap tahun ajaran baru pasti diajak bokap ke toko buku dan beli buku. Meskipun yang dibeli akhirnya cuma buku pelajaran, rasanya udah seneng banget. Nah, mulai addict banget itu waktu SMA karena akses teman makin nambah, makin banyak yang juga hobi membaca (yah, walaupun sekadar baca komik manga Jepang, hehe). Makin sering barter bahan bacaan, makin sering juga menyisihkan uang jajan buat nyewa komik atau beli di pameran buku. Bahkan gw lebih suka jor-joran di pameran buku dibandingkan saat sale produk fashion. Sampai suatu hari, gw ngerasa ada beberapa komik yg gw beli karena emang impulsive buying aja dan ternyata isinya ga terlalu bagus (dan kejadian ini berulang).

Nah belajar dari pengalaman kalap tadi, gw mulai fokus untuk prepare sebelum go shopping di pameran buku dengan cara berikut:

1. Cari buku yang memang layak untuk dibeli

Lakukan research kecil-kecilan untuk menemukan buku yang ‘bagus’, bisa tanya teman (yang seleranya mirip dengan kita) yang telah membaca buku itu, ataupun baca halaman awal di toko buku favorit, inget lho logo best seller, cover, dan ringkasan cerita belum menjadi jaminan buku tersebut bagus’ sesuai selera kita.

 

2. List buku yang mau kita beli

Kalau sudah tau buku-buku bagus apa yang akan kita beli, catat dan cari tau juga harga buku tersebut sebagai panduan kita ketika membuat budget.

 

3. Buat Budget!!!

Sudah tau buku apa yang akan dibeli? Sudah tau range harganya? Saatnya budgeting!!! Budget sekitar berapa yang akan dihabiskan di pameran buku. Dan inget komitmen terhadap budget yang kita tentukan.

 

4. Keliling dulu sebelum membeli.

Biasanya meskipun telah membuat list buku yang akan gw beli, gw selalu keliling dulu sebelum bener-bener beli list yang ada di tangan. Kenapa? Soalnya terkadang ada stand yang menjual buku yang kita cari namun dengan nilai discount yang berbeda. So, pasang mata baik-baik dalam melihat plang discount ya

 

5. Impulsive buying

Namanya juga pameran buku, biasanya yang dijual tidak hanya buku namun juga teman-temannya. Mulai dari alat tulis, alat peraga anak-anak, sampai pernak pernik lucu. Nah kalo gw nih, biasanya emang nyiapin budget buat beli pernak pernik lucu, hehe.

 

6. Rawatlah buku!!!

Beli bukunya sudah, beli sesuai budget sudah. Nah, yang ini ga kalah penting nih, sampul buku sebelum dibaca. Bila perlu buat daftar buku yang kita punya, catat juga siapa yang meminjam buku kita. Sayang kan kalo buku-buku favorit hilang ketika kita mau baca ulang.

 

Nah, pas banget nih tanggal 23 Juni sampai 1 Juli akan ada pameran buku tahunan di Istora Senayan. Bisa follow akun twitter-nya @jakartabookfair. Semoga tips gw tadi bisa dipraktekkan. Happy reading

 

EG| Research |@ega_wisnu


Satu tanggapan untuk “Bukuku, Cintaku”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

    Berkarir bersama QM

    QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

    Keep in Touch