Research

Kilau Cicilan Emas

Harga emas yang cenderung mengalami kenaikan menarik masyarakat untuk memiliki logam mulia sebagai salah satu investasi. Bahkan di antara mereka “memaksakan” untuk membelinya dengan cara mencicil.

Dengan iming- iming margin yang rendah, beberapa institusi keuangan berhasil menarik nasabah dalam program cicilan emas.

Namun, apakah benar mencicil emas lebih baik daripada menunggu sampai uang terkumpul dan membeli emas secara tunai?

Untuk alasan itu, kami melakukan simulasi sederhana mengenai program cicilan emas 100 gram untuk jangka waktu 1 tahun di salah satu institusi keuangan.

Dan kami mendapat dua alasan mengapa membeli emas secara cicilan tidak disarankan.

1.    Cicilan yang Tinggi

Dengan margin sekitar 12% ternyata cicilan yang dikenakan akan setara dengan tingkat suku bunga 31,84% per tahun dengan metode perhitungan suku bunga efektif.

Hal ini karena, 12% yang ditetapkan dari harga emas (bukan dari nilai pembiayaan) tersebut dihitung dengan metode perhitungan flat, bukan efektif. Sehingga jika dihitung dengan metode efektif dan dari nilai pembiayaan maka akan setara dengan 31,84% per tahun. Angka ini bahkan melebihi tingkat suku bunga Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang hanya berkisar 28,67% per tahun.

2.    Harga Emas yang Fluktuatif

Beberapa orang yang memutuskan untuk mencicil emas menganggap harga emas akan selalu naik, atau bahkan menganggap tidak akan mengalami penurunan. Sehingga, mereka merasa membeli emas saat ini dengan cara mencicil lebih menguntungkan dibandingkan membeli secara tunai di kemudian hari.

Padahal harga emas juga berfluktuatif mengikuti kondisi pasar. Belum tentu harga emas saat ini lebih rendah dari harga emas satu sampai dua tahun mendatang demikian pula sebaliknya. Hal ini menyebabkan keuntungan mencicil emas tidak dapat dipastikan, sementara “biaya” cicilannya pasti.

Ditambah lagi, kenaikan harga emas belakangan ini masih lebih rendah dari pada “biaya” cicilan emas. Dari data harga emas Antam yang kami dapatkan, harga emas selama 7 tahun terakhir (2005 – 2011) menunjukkan kenaikan hanya rata-rata 20,78% per tahun. Angka ini lebih kecil dari “biaya” cicilan emas yang besarnya mencapai 31,84% per tahun.

Dua alasan tersebut, menurut kami, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda dalam investasi emas dengan cara mencicil atau beli tunai.

Ada baiknya Anda kembali melihat tujuan keuangan Anda, apakah untuk jangka pendek ataupun jangka panjang, karena pemilihan produk investasi harus disesuaikan dengan faktor tersebut.

Research Division

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

    Berkarir bersama QM

    QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

    Keep in Touch