Planner Blog

Saham bagi Pemula (bagian1)

Masih banyak sekali masyarakat yang masih belum mengerti mengenai saham.

Yang diketahui tentang saham adalah mahal, rugi, investasi orang kaya dan perspektif negatif lainnya.

Ini adalah hasil kurangnya sosialisasi dan edukasi.

Masih banyak juga orang yang bertanya-tanya, “Apakah investasi saham bisa dilakukan oleh individu?” Atau, “Kalau penghasilan saya kurang dari Rp5.000.000 perbulan, apa saya bisa investasi saham?” dan banyak pertanyaan membingungkan lainnya.

Saham sendiri artinya bentuk kepemilikan investor terhadap suatu perusahaan. Contoh: Saya punya  1 Lot saham Astra yang artinya, saya memiliki kekayaan perusahaan tersebut walaupun hanya sebesar 0,000000…% atau analoginya saya hanya punya satu kursi kantornya Astra.

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang memberikan return paling tinggi. Mari kita lihat return dari berbagai instrumen investasi selama 10 tahun terakhir (2000 – 2010).

Instrumen Investasi

Emas

Properti

Obligasi

Saham

Reksadana Saham

Saham Blue Chip

Return

422%

625%

426%

770%

1981%

3429%

*Sumber dari salah satu Manajemen Investasi

Saham Blue Chip adalah saham yang berkapitalisasi besar dan yang masuk dalam Indeks LQ 45. Indeks ini memuat daftar 45 emiten atau perusahaan berkapitalisasi besar yang setiap tahunnya bisa berubah daftar isinya.

Harga saham setiap emiten atau perusahaan bisa berubah dengan cepat berdasarkan permintaan, penawaran, kinerja emiten tersebut, kondisi ekonomi global, kondisi ekonomi dalam negeri, rumor, dll. Seringkali rumor yang beredar bisa membuat harga saham naik atau turun dengan cepat.

Dalam berinvestasi saham, sebaiknya kita berinvestasi jangka panjang karena ini sebagai diversifikasi dana investasi kita.

Dalam presentasi Poltak Hotradero (Head of Research di Indonesia Stock Exchange) mengenai berinvestasi saham di acara Obrolan Langsat, beliau memaparkan hasil kajian risetnya tentang peluang rugi atau untung dalam berinvestasi saham dengan menggunakan data dari Indeks Dow Jones (Amerika Serikat).

Presentasi tersebut memperlihatkan, jika berinvestasi di saham dengan jangka waktu dari 1 tahun, 5 tahun, hingga di atas 10 tahun.

Maka peluang rugi pada jangka waktu 1 tahun bisa sekitar 50% lebih. Pada jangka waktu 5 tahun, peluang rugi sudah lebih berkurang namun masih di atas 30%. Terakhir, untuk di atas 10 tahun peluang ruginya sudah hampir tidak ada.

Ini menunjukan kalau kita ingin meminimalisasi resiko dan untuk mencapai tujuan finansial yang panjang, kita bisa memakai instrumen saham untuk mencapainya.

Tesis John Bogle di Princeton menyatakan bahwa, “Dalam jangka pendek, harga akan selalu bergerak mengikuti psikologi dan sentimen pasar. Namun dalam jangka panjang, harga akan mencerminkan fundamental perusahaan itu sendiri”.

Jadi kalau emiten atau perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik dan kinerjanya menunjukkan peningkatan, maka harga saham jangka panjang juga akan meningkat sesuai dengan fundamental emiten tersebut.

Untuk berinvestasi saham, sebagai awal pilihlah perusahaan yang memang kamu kenal dan produk  atau jasanya kamu pakai. Contohnya Astra, produknya Toyota. Contoh lain: Indofood, perusahaan ini memproduksi makanan yang hampir semua orang konsumsi yaitu Indomie. Contoh lain seperti Unilever yang produknya adalah Lifebuoy, Clear, dan lainnya.

Dengan memilih perusahaan yang sudah dikenal, kamu dapat memantau perkembangannya sehingga kamu sudah melakukan sedikitnya due diligence terhadap perusahaan tersebut.

Saat ini sudah cukup mudah untuk bertransaksi saham. Kamu tinggal menghubungi salah satu perusahaan sekuritas, isi formulir aplikasi kemudian akan diproses, hingga kamu mendapatkan nomor rekening efek. Jadi untuk membeli atau menjual saham harus melalui rekening ini.

Untuk modal awalnya, mulai dari Rp5.000.000 – 10.000.000. Bahkan untuk mahasiswa, bisa hanya dengan deposit Rp3.000.000. Di deposit tersebut kamu tidak harus membelikan atau menghabiskan semuanya. Misalkan kamu punya deposit Rp 5.000.000 tapi hanya ingin membeli saham sejumlah Rp 1.000.000, maka sisanya akan tetap ada di rekening efek. Jadi rekening efek ini tidak jauh berbeda dengan rekening tabungan biasa.

Lalu untuk transaksi, saat ini tidak harus melewati broker seperti dulu. Saat ini transaksi saham dipermudah dengan online trading sehingga kamu bisa bertransaksi lewat website atau aplikasi jual beli saham lewat ponsel dari perusahaan sekuritas dimana kamu mendaftar. Dengan kemudahan ini, kamu bisa bertransaksi kapan saja dan di mana saja.

Dalam berinvestasi saham gunakanlah dana yang memang disiapkan khusus untuk berinvestasi. Jangan menyatobase dana lain yang sudah dipersiapkan dalam rencana keuangan.

Luangkan waktu membaca berita mengenai Ekonomi atau Pasar Modal (market). Ini perlu dilakukan supaya kamu bisa mengerti sedikit demi sedikit tentang apa yang terjadi di pasar modal dan apa saja yang terkait.

Untuk mahir dalam suatu bidang, kamu harus terus belajar!

Goodluck!

Gugi Abdel| Sales| @gugiabdel

TOPICS


2 tanggapan untuk “Saham bagi Pemula (bagian1)”

  1. […] *artikel terkait “Saham Bagi Pemula“ […]

  2. deni oktaviano berkata:

    makasih admin artieklnya sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

Berkarir bersama QM

QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

Keep in Touch