Benny Raharjo

Jangan beli mobil dengan kredit (lagi)!

Sudah menjadi kodrat sejak dari jaman kuda gigit besi, manusia suka berpindah-pindah tempat. Karena sifat dasar manusia ini, maka kebutuhan akan alat transportasi menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia.

Salah satu alat transportasi paling populer di jaman kuda gigit cokelat ini adalah mobil. Memiliki mobil, apalagi di kota Jakarta, yang pemerintah daerahnya gagal menyediakan sarana transportasi yang nyaman, aman dan tepat waktu, menjadi sebuah pilihan yang masuk akal.

Tapi harus diingat bahwa membeli mobil bisa memberatkan kondisi keuangan jika membelinya dengan cara kredit. Dengan cara kredit, sebagian uang kita akan terpakai untuk membayar bunga kredit yang berarti bahwa uang tersebut tidak dapat digunakan untuk mendapatkan bunga apalagi membangun kekayaan.

Membeli mobil dengan cara kredit, dari sudut pandang perencanaan keuangan sebetulnya tidak disarankan karena uang yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dari nilai riil mobil itu sendiri pada akhir periode kredit. Umumnya, penurunan harga terbesar dari mobil baru terjadi pada masa 2 tahun pertama kepemilikan mobil tersebut yang nilainya mencapai 30% dari harga beli. Jadi membeli mobil dengan cara kredit sebetulnya bukanlah hal yang bijak.

Sebagai ilustrasi, misalkan tahun ini saya membeli mobil seharga Rp 100 juta secara kredit selama 3 tahun dengan suku bunga 7% flat per tahun. Dengan uang muka sebesar Rp 30 juta, maka cicilan per bulan saya akan berkisar sebesar Rp 2,35 juta.

Harga Mobil

Rp. 100.000.000

Masa Kredit

3 tahun (36 bulan)

Suku bunga/ tahun

7%

Uang Muka

Rp. 30.000.000

Cicilan/bulan

Rp. 2.350.000

Total Cicilan (36 bulan)

Rp. 84.600.000

Total pembelian mobil secara kredit (DP+Cicilan)

Rp. 114.600.000

Maka uang yang akan saya keluarkan selama 3 tahun adalah sebesar Rp114,6 juta. Sedangkan harga mobil yang sama 3 tahun kemudian, diperkirakan akan menjadi Rp 70 juta.  Berarti ada selisih sebesar Rp 44,7 juta antara uang yang saya keluarkan dengan harga mobil itu sendiri pada saat 3 tahun kemudian. Ilustrasi ini juga sekaligus menunjukan bahwa secara umum mobil bukanlah alat investasi!

“Terus kalau gak kredit, kapan dong gue punya mobil?” mungkin kira-kira itu yang ada di pikiran Anda. Ya, betul kalau memang sudah mendesak dan tidak memberatkan keuangan, membeli mobil secara kredit bukanlah suatu dosa besar, saya sendiri pun sekarang juga kredit mobil.

Tapi tahu tidak kalau sebetulnya kita bisa beli mobil berikut dengan cara tunai dan tidak dengan cara kredit? Caranya begini, kalau sekarang sudah terlanjur membeli mobil secara kredit, maka yang perlu dilakukan berikutnya setelah mobil itu lunas adalah uang yang selama ini kita sisihkan untuk mencicil mobil dialokasikan ke produk investasi seperti reksadana pasar uang.

Melanjutkan ilustrasi sebelumnya, uang sebesar Rp 2,35 juta yang tadinya digunakan untuk mencicil, bila kita investasikan ke reksadana pasar uang, dengan asumsi suku bunga sebesar 7% pertahun maka uang kita 3,5 tahun kemudian (tepatnya 44 bulan) akan menjadi Rp 117,6 juta. Harga mobil kita yang sekarang Rp 100 juta, 6 tahun kemudian akan menjadi Rp 60 juta, sementara model baru yang setara akan keluar dengan harga sekitar Rp 177 juta (asumsi inflasi 10% per tahun).

Uang hasil investasi selama 3 tahun sebesar Rp 117,6 juta tersebut ditambah dengan hasil penjualan mobil pertama kita sebesar Rp 60 juta, akan menjadi sebesar Rp 177,6 juta. Dengan demikian kurang lebih 6 tahun kemudian kita akan bisa membeli mobil baru tanpa harus melalui kredit. Lebih dari itu, uang tambahan yang kita keluarkan hanya sebesar Rp 103,5 juta (Rp 2,35 juta x 44 bulan) untuk mendapatkan mobil baru seharga Rp 177 juta.

Nah, bisa kan beli mobil tanpa kredit lagi! ;)

Benny Raharjo |Planner |@quaddrant

TOPICS


24 tanggapan untuk “Jangan beli mobil dengan kredit (lagi)!”

  1. yudi berkata:

    setujuuu jangan keburu nafsu pengen punya mobil tapi ngutang alias nyicill mending disave duitnya beli casssshh kalo bs duitnya ngumpul selama 2 tahun buat beli mobil baru cash ngapain ngutang alias kredit??

  2. JoE berkata:

    Klo saya lebih baik beli mobil bekas tapi berkualitas dulu daripada krudat kredit bikit rudet hidup.. Heuheuheu

  3. Devi Riani berkata:

    Jelas beli mobil kredit yang ada bunganya, yang ada dendanya itu dosa besar. Itu termasuk RIBA. Riba = Haram .

  4. Andri berkata:

    Ane juga selalu beli cash mobil bekas umuran sekitar 3 tahunan dg KM max 5000an dan merek yg terkenal harga sekennya jatuh vs mobil merek lain sekelas tapi kualitasnya sama. Dijamin lebih puas dan ekonomis

  5. Joe berkata:

    Adooh mobil itu alat transportasi kalee bukan investasi. 44.7jt selisih di itung, terus waktu pakai mobil itu selama 3 thn di hitung juga ga? kalo rental brp? Kalo emang dipake buat sehari2 dan diperlukan why not? Kalo mau di “paksakan” mobil sebagai instrumen investasi bisa aja, tapi investasi yg sifatnya aktif (usaha)

  6. roberto berkata:

    iya juga kalo kredit pusing tunggakan tiap blnnya mendingn lgsg cash aja gan

  7. irul berkata:

    himbauan yg sangat bermanfaat…dan ilustrasinya juga benar. sya jdi brfikir 2 kali beli mobil kredit…tp sbenarnya ada cara lain untuk meminimalisir kerugian dri harga kredit. contohnya…kita bersabar dlu…menabung untuk dp yg besar…misal dp 60% keatas dri harga otr mobil. krna jika kita membeli scara kredit dngan dp yg besar..maka kita bisa mngurangi jumlah tenor. klo bisa ea ngmbil 1 tahun..hehe..sehingga kerugiannya tidak begitu besar. namun dengan asumsi..pmbayaran kredit perbulannya tidak memberatkan calon kreditur

  8. ricki berkata:

    saran ane gini nih gan
    1. kita nabung dulu sampe punya duit cash at least 80% dari harga mbl
    2. lalu ambil tenor yg 1 thn aja (karna bunga 1 thn tenor cuma sekitar 7 % per tahun)

    alhasil selisih antara saat kita lunas itu mbl di compare dengan harga jual mbl kembali ga terlalu jauh.
    memang untuk segala yg kita mau tetep harus ada pengorbanan yaitu dengan nabung dulu,jangan gampang tergoda dengan delaer2 yg kasih dp ceper bgt tp tenor sampe 5 thn,itu nyekek kita bgt,

    • AW berkata:

      kadang pihak leasing pintar ..mereka ga mau kalo kita DP nya besar sehingga ttp digiring ke DP kecil supaya mereka para lintah darat itu menikmati bunga nya

  9. Hanswhy berkata:

    Jng takut buat yg kredit mobil ,atau yg punya hutang .tenang bro…klo elu masih muda ,itu harus ada tantangan buat tanggung semua ini dengan tantangan.hehehe pasti lunas semua yakin

  10. Adi berkata:

    kapok urusan sama RIBA
    kalo nggak mampu ya nggak beli dulu

  11. mukmin berkata:

    Jangan bicara masalah keuangan harus begini dulu belum tentu semua punya nasib dan perputaran uang yg sama dengan anda…maaf tetangga saya dia cuma tukang ojeg biasa tp dia sekarang punya mobil box dia kredit narik go.box dan malah penghasilanya bisa buat hidup sama bayar angsuran ..menurut saya itu beli mobil bisa jadi bumerang bisa jadi baik asal tau cara dan waktu yg sesuai terimakasih

  12. Adam berkata:

    He he he…

  13. produk investasi seperti reksadana pasar uang itu seperti apa contohnya, bank apa atau lembaga keuangan apa yang mengeluarkan produk tersebut, trmksh

    • QM Financial berkata:

      Reksadana Pasar Uang terdiri atas instrumen obligasi, deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
      Biasanya lembaga yang mengeluarkan produk tersebut adalah perusahaan Asset Management.
      Terima kasih.

  14. Jeje berkata:

    Mobil kredit semewah apapun klakson nya gk bisa di modif tetep aja bunyinya dit dit dit
    …..hhhhmmmm riba adalah neraka jahanam

  15. Budi dee berkata:

    Jangan kredit mobil udh susah payah nabung buat d.p (mlh kadang d.p pinjam jg) dan byr angsuran tp setengah jalan tenor udh batuk2 angsuran alias telat kena denda mending ini mlh ditarik..saran saya beli unit yg stts kredit macet punya orang byk cara supaya tdk ditarik leasing tengah jalan

  16. Donny andhika berkata:

    Kredit mobil bunganya ngeRIBAnget

  17. Nasra berkata:

    Lebih enak duit dikantong, ditabung… kalo mau kemana2 naik gojek/grab/bb

  18. Nano berkata:

    Biar mobil jelek asal ga kredit, ngopi enak tidur nyenyak, makan nikmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch