CEO BLOG, Practical Tips

Ngasih kado gak ya?

Seperti biasa, di hari Senin saya melakukan kultwit #FinClic melalui akun twitter @mrshananto. Karena tidak punya topik spesifik, saya minta ide dari para follower. Teman saya @millyshafiq adalah salah satu yang memberikan  usulan topik seru yaitu “bagaimana mengatur budget kado?”

Hmmm… memangnya seribet apa?

Ada kado untuk orang-orang terdekat seperti orangtua kandung, papa mama mertua, suami, adik, adik ipar, anak-anak, keponakan… lho kok jadi banyak ya?

Lalu ada juga untuk sahabat-sahabat terdekat. Lalu ada lagi untuk teman anak-anak di sekolah. Eh ada lagi kalau ada undangan kawinan. Eh gimana kalau ada sunatan???

Daftarnya makin panjang.

Kalau begitu saya bagi saja menjadi 4 jenis kado:

  • Kado khusus untuk orang-orang tercinta. Untuk yang ini saya punya rekening shopping khusus yang rajin saya isi dengan sisa gaji bulanan atau bonus. Jadi kalau perlu beli kado rada mahal juga siap kok. Supaya gak terlalu mahal biasanya saya dan adik suka patungan beli kado untuk mama atau papa.
  • Kado untuk saudara atau sahabat terdekat. Yang ini masuknya dari pos pengeluaran lifestyle. Ada anggaran khusus untuk ngopi-ngopi, makan enak, beli baju atau buku baru. Tinggal dikonversi saja supaya kalau misalnya Rene Suhardono ultah, saya selalu ada budget memberi dia kado. Kalau kelupaan, saya suka gabungkan kado untuk Rene dan istrinya Muna :) (sorry guys hihihihi)
  • Kado ultah teman anak-anak. Yang ini lucu deh. Jumlahnya bisa banyak. Jadi saya menggunakan pos belanja bulanan. Saya beli beberapa mainan atau buku dengan variasi yang banyak lalu saya masukkan dalam sebuah kotak yang kami beri nama “Birthday Box”. Setiap kali ada temannya yang ulang tahun, anak-anak bebas memilih sendiri kado yang menurut mereka sesuai dengan karakter temannya. Jadi kado untuk teman anak-anak ini tidak perlu terlalu mahal kok.
  • Angpao/ kado untuk kenduri. Yang ini dari pos pengeluaran bulanan juga – biasanya dari pos sosial seperti arisan dan kado kawinan. Tapi tergantung kemampuan saja. Pssst… terus terang aja ya… sudah beberapa tahun ini saya termasuk orang yang jarang memasukkan amplop angpao di meja penerima tamu. Biasanya kalau memang mau kasih kado, ya patungan dengan teman-teman lain. Kalau tidak, yang penting hadir ke acara dan memberikan selamat untuk pengantin :)

Nah! Sekarang jawab pertanyaan ini…

Suka gak lihat teman yang hidup dalam kebohongan?

Kayaknya keren dari luar tapi ternyata diam-diam ketakutan gak punya apa-apa.

Kado ini penting karena menunjukkan berapa banyak kita sayang pada seseorang. Tapi kalau hasilnya kita membuat diri sendiri bangkrut, gak bisa nabung dan sebagainya bagaimana? Apa benar sayang sama seseorang lalu happy lihat kehidupan keuangannya ngaco? Gak kan!

Bersiap untuk beri kado yang paling penting : jujur :) punya uangnya mari belanja kado. Gak punya uangnya ya datang dengan kado kehadiran. Menurut saya sudah waktunya mengubah “budaya kado” jadi “budaya jujur” sih :)

Ligwina | @mrshananto

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

    Berkarir bersama QM

    QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

    Keep in Touch