Liputan, Media Channel

Sedekah

pic from gettyimages

pic from gettyimages

Beberapa hari yang lalu seorang selebtwit bertanya kepada followers twitternya, “Ada yang ngalami keajaiban sedekah MINGGU INI?” beberapa followers menjawab sejumlah uang yang disedekahkan, dengan balasan rezeki yang mereka terima, ada pula yang mentwit “Balasan tidak hanya kita dapatkan dengan rezeki tapi bisa juga lewat nikmat sehat dan lainnya.

Yup! Saya setuju sekali dengan twit salah satu followers tersebut, cukup banyak orang yang salah kaprah mengenai sedekah dan “ganjarannya”. Saya sih tidak menyalahkan sebagian orang yang bersedekah dengan tujuan ingin dilipatgandakan rezekinya, semuanya sah-sah saja. Tapi buat saya alangkah lebih mulianya ketika kita bersedekah sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan atas semua nikmat yang diberikanNya. Nikmat sehat terutama, coba bayangkan kalau kita sakit, bisa jadi tidak masuk kantor dan akhirnya kerjaan kantor jadi keteteran. Belum lagi bila sakit yang kita terima memerlukan biaya pengobatan yang cukup mahal, waduh bisa-bisa mempengaruhi cashflow bulanan yang ada.

Dalam merencanakan keuangan, sedekah termasuk pos dana sosial, bersama dengan zakat atau perpuluhan, plus “uang angpao” yang kita berikan saat menghadiri undangan. Besar dana sosial yang perlu kita sisihkan perbulannya bebas sesuai kemampuan, minimal 2,5% (untuk zakat) maksimalnya bisa dibilang terserah (Sisakan untuk melunasi utang, investasi, dan keperluan pribadi ya! :)

Kalau jumlah gaji perbulan kita kurang dari nisab zakat penghasilan*, yaitu kurang lebih sebesar  Rp 3.000.000/bulan, maka uang yang kita amalkan disebut sedekah. Penjelasan lebih lanjut tentang perbedaan zakat dan sedekah bisa anda baca disini. Hendaknya sedekah dibayarkan langsung setiap Anda memperoleh rejeki lebih, misalnya gaji atau rejeki lainnya. Tujuannya agar tidak lupa untuk membersihkan harta yang kita punyai.

Jadi bagaimana? Sudahkah Anda menyisihkan dana sosial untuk bulan ini?

*) Nisab zakat pendapatan/profesi mengambil rujukan kepada nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah, setara dengan 520 kg beras. Asumsi harga beras Maret 2013 adalah Rp 5.800/kg maka nisab zakat profesi adalah => 520Kg x Rp5.800 = Rp3.016.000

Ega | Executive Assistant | @ega_wisnu

*artikel terkait bisa dibaca di sini

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

Berkarir bersama QM

QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

Keep in Touch