Liputan

Alasan perlunya Shopping Account

pic from gettyimages

pic from gettyimages

Akhir tahun berarti banyak diskon dan SALE dimana-mana. Menjelang akhir tahun biasanya penjual berlomba-lomba untuk menghabiskan persedaan barang dagangnya dan musim pun berganti sehingga diskon banyak digelar.

Mendengar kata diskon atau SALE sendiri memang sangat menggoda. Kesempatan dapat membeli produk yang diinginkan dengan harga khusus atau harga murah menjadi sebuah kepuasan tersendiri. Tetapi jangan sampai kalap ya, apalagi perempuan yang suka menghilangkan stres dengan berbelanja, duuh itu gue banget *lho*

Lalu bagaimana untuk tidak kalap dalam berbelanja? Kalau untuk gue sendiri yang paling mudah adalah memisahkan rekening pribadi dan rekening untuk kebutuhan bulanan.

Apa saja sih kebutuhan pribadi?  Kebutuhan pribadi menurut gue adalah keperluan yang sifatnya lebih banyak keinginan daripada kebutuhan HEHEHE seperti ngopi-ngopi cantik bareng teman, pergi ke salon, membeli tas baru padahal tas lama masih bisa dipakai, membeli sepatu, pakaian dan gadget.

Nah jika SALE sedang melanda maka jadi godaan banget tuh! Masalahnya adalah banyak orang yang kalap berbelanja sehingga lupa sebenarnya uangnya telah habis untuk kebutuhan rutin sehari-hari, namun memaksakan uangnya terpakai untuk berbelanja SALE. Itulah mengapa gue memisahkan rekening pribadi dan rekening kebutuhan rutin agar tidak tercampur.

Rekening pribadi tersebut gue beri nama shopping account. Dengan memiliki rekening yang terpisah untuk tujuan belanja ini, gue bisa memiliki kontrol terhadap keinginan berbelanja.  Sebelum berbelanja, pastikan kalau shopping account yang dimiliki memang terisi, dan nilainya cukup.  Dan ketika shopping account sudah terkuras habis, artinya saat itu juga gue perlu meredam keinginan belanja, hingga rekening kembali terisi.

Berapa besar nilai yang harus disisihkan untuk shopping account ini? Tentunya bergantung dengan kemampuan masing-masing. Dalam pengaturan cashflow sebaiknya hanya 20% dari penghasilan yang disisihkan untuk kebutuhan pribadi namun perlu diingat bahwa sebelum menyisihkan uang di rekening ini, pastikan tujuan investasi yang skala prioritasnya tinggi sudah dijalankan. Karena bagaimana pun berbelanja itu sifatnya keinginan, bukan kebutuhan, jadi tidak adil buat diri sendiri ketika gue tidak memikirkan hal lain yang lebih penting dari berbelanja.

Jadi, belanja itu boleh-boleh saja, kok!

Gue juga percaya bahwa uang yang dihasilkan dari kerja keras itu dinikmati baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Oleh karena itu, gue perlu mengatur uang dengan bijak, agar bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan saat ini maupun masa depan.

Supaya  tidak merasa bersalah berbelanja, maka gue harus bisa membatasi diri. Cara membatasi diri untuk tidak berlebihan berbelanja adalah dengan membuat shopping account ini.

Silakan mencoba, dan rasakan bedanya.

Risma Prismayani| Sales & Marketing| @Rismeh

*artikel terkait bisa dibaca di sini

TOPICS


2 tanggapan untuk “Alasan perlunya Shopping Account”

  1. […] *artikel terkait bisa dibaca di sini […]

  2. […] Nah jika SALE sedang melanda maka jadi godaan banget tuh! Masalahnya adalah banyak orang yang kalap berbelanja sehingga lupa sebenarnya uangnya telah habis untuk kebutuhan rutin sehari-hari, namun memaksakan uangnya terpakai untuk berbelanja SALE. Itulah mengapa gue memisahkan rekening pribadi dan rekening kebutuhan rutin agar tidak tercampur. Begini caranya…klik di sini […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch