Liputan

Prioritas Keuangan

pic from gettyimages

pic from gettyimages

Memiliki anak dan melihatnya bertumbuh dan berkembang tentu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk para orangtua. Namun, seiring pertumbuhan anak, Anda tentu akan mengalami permasalahan terkait proses dalam mendidik anak yang berbeda-beda. Ketika anak sudah bisa berbicara, berargumen, dan menyukai hobi, maka di saat itu pula kita harus bisa mengajarkan kepada anak prioritas tentang hal yang mereka sukai.

Ketika anak sudah mempunyai hobi dan kegemaran yang disukai, membuat mereka terkadang tidak peduli dengan berapa uang yang dimiliki orangtuanya dan ingin terus membeli barang terkait hobi atau mengikuti aktivitas kegemaran mereka. Maka, sebagai orangtua sebaiknya kita mulai mengenalkan prioritas kepada mereka terutama tentang uang.

Berikut  tips bagaimana mengenalkan prioritas khususnya terkait dengan uang kepada anak:

  1. 1.       Perkenalkan konsep uang secara umum kepada anak

Anak usia balita keatas sudah dapat diperkenalkan dengan konsep tentang uang. Anda sebagai orangtua dapat menjelaskan tentang nilai uang, tentang bagaimana mendapat penghasilan dengan bekerja. Sehingga, anak akan mengerti bahwa uang tidak diperoleh secara gratis, melainkan dengan kerja keras. Uang yang diperoleh harus dipergunakan dan dibelanjakan dengan bijak. 

  1. 2.       Perkenalkan konsep menabung

Kepada anak, Anda juga perlu mengenalkan konsep menabung. Hal ini dapat diajarkan dengan menabung di celengan atau membuka rekening di bank. Menabung mengajarkan kepada anak, bahwa ketika memperoleh uang, maka harus disisihkan untuk tujuan yang diinginkan atau untuk keperluan yang lebih penting dan mendesak.

  1. 3.       Perkenalkan konsep bagaimana membelanjakan uang

Setelah diperkenalkan konsep tentang uang dan menabung, maka perlu diajarkan juga bagaimana untuk membelanjakan uang dengan bijak dan berdasarkan prioritas. Sebaiknya anak diajak untuk menentukan keperluan apa yang dianggap paling penting, kemudian keinginan sekunder mereka. Anak juga harus diajarkan untuk membedakan antara “Need VS Want”.

  1. 4.       Perkenalkan konsep untuk bekerja sebelum memperoleh uang

Ajarkan kepada anak bahwa untuk memperoleh uang, seseorang harus bekerja. Pilihan pekerjaan yang dapat diberikan misalnya membantu mencuci mobil. Namun, sebaiknya tidak memberi uang untuk sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab anak seperti membersihkan kamar tidurnya, merapikan kasur, merapikan mainan, dan lainnya.

  1. 5.       Perkenalkan konsep untuk bersedekah

Hal lainnya yang juga tak kalah penting adalah mengajarkan bahwa anak harus mau menyisihkan uang untuk diberikan kepada sesama yang hidupnya kekurangan. Hal seperti ini dapat diajarkan contohnya seperti saat merayakan ulang tahun dengan memberikan bingkisan kepada anak yatim, memberikan sedekah kepada yayasan dhuafa, juga mengajak menabung dengan teman-teman sekolah untuk membeli kurban, dan lainnya. Diharapkan dengan melatih hal seperti ini sejak dini dapat menumbuhkan konsep bahwa pada sebagian harta yang dimiliki terdapat bagian orang lain yang kurang mampu, serta melatih empati anak.

Semoga bermanfaat :)

Julfitri Dwi Handayani|Sales and Project Officer|@julfitridwi

*artikel terkait dapat dibaca di sini

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch