#QMPlan, Practical Tips

Sekali Lagi Tentang Dana Darurat!

Iya, Dana Darurat! Pasti sudah dengar berkali-kali, ya? Mungkin bosan mendengarnya, tapi Dana Darurat ini adalah salah satu yang paling basic dan wajib hukumnya dalam perencanaan keuangan.

Dulu saya sering  meremehkan tentang pentingnya Dana Darurat. Dalam pikiran saya, kok sayang amat, ya.. uang dalam jumlah cukup besar cuma ditaruh begitu saja di tabungan. Kenapa nggak diputar lagi untuk modal usaha? Maklumlah, latar belakang keluarga saya memang berwirausaha, hehe..

Nah, sampai di suatu ketika, tepatnya di tahun 2008, ujian datang menghampiri keluarga. Secara mendadak, suami saya mengalami sakit yang cukup berat, dirawat di rumah sakit dan harus dioperasi. Kebetulan saat itu, suami tidak memiliki asuransi kesehatan. Dalam keadaan terdesak itulah, akhirnya saya meminta bantuan kepada mertua untuk biaya pengobatan suami.

Jujur, saya merasa malu, sudah menikah kok masih merepotkan orang tua. Musibah itulah yang menjadi pengalaman berharga untuk kami, betapa penting dan wajibnya untuk memiliki Dana Darurat. Sesuai namanya, dana ini memang untuk berjaga-jaga apabila ada sesuatu yang terjadi secara tak terduga (emergency).

message-in-a-bottle-642267_1920

Berikut ini beberapa tips dari saya tentang Dana Darurat, semoga bermanfaat!

Pertama, jumlah Dana Darurat. Perkiraan Dana Darurat yang dibutuhkan biasanya adalah sebagai berikut.

  • Lajang                                                                                          4 x pengeluaran bulanan
  • Menikah                                                                                      6 x pengeluaran bulanan
  • Menikah, 1 anak                                                                        9 x pengeluaran bulanan
  • Menikah, 2 anak atau lebih/Wirausaha/Freelance         12 x pengeluaran bulanan

Mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap setiap bulannya memerlukan Dana Darurat yang lebih besar, karena ada unsur ketidakpastian penghasilan.

Kalau kamu menikah dengan 1 anak dan pengeluaran bulanan keluargamu 8 juta rupiah, maka kamu membutuhkan 72 juta rupiah sebagai dana darurat.

Sementara, apabila kamu belum menikah dengan pengeluaran bulanan 5 juta rupiah, berarti kamu memerlukan Dana Darurat 20 juta rupiah. Tetapi, kalau kamu bekerja freelance, kamu harus menyiapkan 60 juta rupiah sebagai Dana Darurat.

Kedua, jangan khawatir kalau jumlah Dana Darurat yang kamu perlukan ini terkesan sangat besar. Kumpulkan secara bertahap. Pastikan kamu bisa menabung minimal 10% setiap bulannya, dan sisihkan sebagian untuk Dana Darurat. Demikian pula apabila ada bonus, THR atau pendapatan tak terduga, biasakan untuk menambah jumlah Dana Darurat, agar mencapai kebutuhan idealmu.

Ketiga, tentukan instrumen untuk penyimpanan Dana Darurat. Kamu bisa pisahkan menjadi beberapa bagian, misalnya sebagai berikut:

  • Tabungan (bisa dicairkan langsung melalui ATM)
  • Deposito (pencairan di hari kerja, 1-2 hari, tergantung ketentuan bank)
  • Logam mulia (dapat dijual di toko emas)
  • Reksadana Pasar Uang (dapat dicairkan dalam 3-7 hari kerja)

Untuk tujuan Dana Darurat ini, instrumen yang dipilih sebaiknya yang likuid atau mudah dicairkan. Dalam keadaan darurat, kita tentu tidak punya waktu banyak, kan?

Pengalaman pribadi setelah saya mengerti pentingnya Dana Darurat, saya dan suami mulai mengumpulkan dana tersebut secara bertahap. Alhamdulillah, hingga saat ini, belum pernah ada lagi keadaan darurat yang membuat kami harus mencairkan dana tersebut.

Di tahun 2014, ada saudara yang membutuhkan uang untuk orangtuanya dengan menjual rumah kontrakan dengan harga murah. Dengan niat membantu saudara, Dana Darurat bisa kami gunakan untuk membeli rumah tersebut. Alhamdulillah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati. Kami bisa memperoleh aset aktif dengan harga relatif murah, yang kemudian disewakan dan dapat menghasilkan tambahan penghasilan setiap bulannya. Penghasilan tambahan ini lalu digunakan lagi untuk mengumpulkan Dana Darurat yang sudah terpakai.

Nah, itulah manfaat Dana Darurat yang sudah saya rasakan. Yuk, semangat mengumpulkan Dana Darurat, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nantinya. Seperti pepatah bilang, ‘Sedia Payung Sebelum Hujan’, kan?

 

Marhaini (Aay) / Finance Officer


5 tanggapan untuk “Sekali Lagi Tentang Dana Darurat!”

  1. Raiby berkata:

    benar, penting banget dana darurat, krn jaman sekarang kalo kita butuh uang untuk keadaan darurat jarang ada orang yang mau kasih pinjam, dan rasanya malu jg kalo berhutang sana-sini, thanks.

  2. […] keuangan keluarga, pastikan dana darurat selalu mencukup. Untuk yang belum punya anak, besarnya dana darurat paling ideal adalah 6 kali […]

  3. […] Meski pada akhirnya juga penghasilan tersebut mengalir pada anak, uang yang Bunda hasilkan bisa digunakan sewaktu-waktu untuk berbagai keperluan. Selain untuk mencukupi kebutuhan pribadi, seperti kosmetik atau belanja pakaian, penghasilan Bunda biasanya ditabung sebagai dana darurat. […]

  4. […] dana darurat menjadi tujuan keuangan pengantin baru yang pertama kali harus direncanakan lebih […]

  5. […] paling ideal, besaran dana darurat adalah sebagai […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

Berkarir bersama QM

QM Financial adalah sebuah perusahaan perencana keuangan independen yang terus berkembang. Jika Anda memiliki passion dalam perencanaan keuangan, Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

Keep in Touch