Practical Tips

Berhenti Bekerja Bukan Akhir Segalanya

Pernahkah kamu merasa ada di suatu titik dalam hidupmu, ketika kamu ingin berhenti bekerja?

Kebanyakan alasan perempuan bekerja memilih untuk berhenti bekerja full-time di perusahaan, adalah urusan keluarga, utamanya anak. Ada juga yang sudah bosan menjadi karyawan dan ingin memulai usaha sendiri.

Percayalah, apapun pilihan yang kamu ambil, tidak ada salah atau benar, karena setiap orang memiliki situasi yang berbeda, dan pastinya, pertimbangannya pun berbeda juga.

Nah, yang harus diperhatikan justru adalah kondisi finansial keluarga, apabila memang kamu memutuskan untuk berhenti bekerja.

Yuk, cek hal-hal berikut!

  1. Utang

Hal pertama yang perlu diperiksa saat akan memutuskan berhenti bekerja adalah hutang. Cicilan KPR/KTA, kendaraan bermotor serta berbagai cicilan lainnya. Pastikan bahwa cicilan-cicilan ini tetap dapat dibayarkan dengan baik setelah berhenti bekerja.

Bicaralah dengan pasanganmu alasan kenapa kamu menginginkan berhenti bekerja, kemudian duduklah bersama untuk membahas the next action plan terutama tentang utang.

Read more: 5 cara kelola utang (link: http://www.qmfinancial.com/5-cara-kelola-utang/)

  1. Asuransi

Salah satu kemewahan bekerja di korporasi adalah tunjangan berupa asuransi kesehatan pribadi, yang seringkali bahkan bisa meng-cover sampai pasangan dan anak.

Pastikan saat kamu berhenti bekerja, seluruh anggota keluarga tetap terlindungi. Bisa melalui BPJS mandiri, asuransi kesehatan dialihkan ke kantor tempat pasangan bekerja, ataupun tambahan asuransi kesehatan swasta.

Bagaimana dengan asuransi jiwa? Asuransi jiwa hanya diperlukan oleh mereka yang menjadi pencari nafkah utama atau tulang punggung keluarga.

Read more: cara memilih asuransi (link: http://www.qmfinancial.com/1-2-3-memilih-asuransi-kesehatan/)

  1. Review Rencana Keuangan

Cobalah me-review rencana keuangan yang sedang berjalan sekarang dan proyeksikan rencana keuangan saat kamu sudah tidak bekerja lagi. Rencana keuangan merupakan kompas untuk keuangan yang lebih baik.

Cek cashflow bulanan maupun tahunan, jumlah dana darurat, serta kemampuan menabung dan berinvestasi setiap bulannya untuk mencapai tujuan keuangan keluarga, terutama setelah tidak bekerja.

Read more: Kapan memulai rencana keuangan? (link: http://www.qmfinancial.com/kapan-memulai-rencana-keuangan-segera-saat-umur-di-bawah-30-tahun/)

  1. Sumber Penghasilan Lain

Walaupun sepertinya kamu merasa bebas saat sudah tidak bekerja, tapi jangan terlena! Ada begitu banyak cara mendapatkan penghasilan lain mulai dari berdagang, menjalankan usaha rumahan sampai bekerja part time.

Read more: cara menghasilkan uang (link: http://www.qmfinancial.com/tahukah-kamu-betapa-pentingnya-belajar-menghasilkan-uang/)

Jadi, sudah siap untuk berhenti bekerja? Jangan lupa, cek dulu kondisi keuanganmu ya!

Honey JT / Social Media

TOPICS


Satu tanggapan untuk “Berhenti Bekerja Bukan Akhir Segalanya”

  1. Hamli Syaifullah berkata:

    Ternyata, untuk resig dari tempat kerja, dan masuk ke tmpat kerja baru, harus dipikirkan matang-matang. apalagi, yang mau memutar haluan untuk berbisnis, tentu dibutuhkan kebulatan tekad.
    Makasih Infonya..
    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch