Articles, Topik Terkini

Biasa Jadi Baik: Alokasi Bonus Tahunan untuk Reksadana

Masih tentang kebiasaan baik. Setelah sebelumnya ada Ellen yang menceritakan kebiasaan baik mengalokasikan bonus untuk pengeluaran tahunan, kali ini kita mau menyimak cerita Siti P. Wulandari atau yang biasa dipanggil Ndari. Sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan start up di Jakarta, Ndari punya kebiasan baik menginvestasikan bonus tahunannya di reksadana.

 

Hai Ndari, cerita dong mengapa memilih mengalokasikan bonus untuk investasi di reksadana?

Karena merasa lebih aman ada wadahnya yang menaungi (Manajer Investasi) dan returnnya jauh di atas tabungan.

Dana yang sudah diinvestasikan tersebut akan digunakan untuk apa saja?

Campur-campur sih. Saya belum punya plan spesifik.  Saat ini saya tinggal dengan orang tua. Belum ada target punya rumah karena orang tua gak mau ditinggal, sementara adik tinggal di luar negeri. Mobil belum perlu karena gak bisa nyetir. Untung ada transportasi online ya J

Dana pendidikan anak juga belum jadi tujuan karena nggak punya anak. Biasanya dana yang saya investasikan di reksadana dipakai saat ada kebutuhan mendadak, misalnya mau daftar haji, mau renovasi kamar, dll.

Sudah berapa lama kebiasaan baik mengalokasikan bonus untuk diinvestasikan ke reksadana berlangsung?

Kira-kira sudah 5-6 tahun.

Dari mana inspirasi kebiasaan baik ini datang?

Dari Mbak Wina (Ligwina Hananto)! Hahaha. Dulu pertama kali sih punya plan, tapi as time goes by jadi mikirin lagi tujuan finansialnya apa kok nggak ada yang pas ya. Sementara kalau diinvestasikan ke reksadana returnnya jauh lebih tinggi dibandingin tabungan atau deposito. Akhirnya saya memilih sekalian aja lah nimbun semua bonus masuk ke reksadana.

Apa saja dampak yang dirasakan sejak melakukan kebiasaan baik menginvestasikan bonus tahunan ke reksadana?

Happy sih, liat uang melipatgandakan dirinya sendiri. Dan lebih tenang karena tiap ada kebutuhan mendadak, selalu masih ada pundi-pundi cukup. :D

Kalau boleh tahu, Ndari udah siap pensiun belum?

Belum. Bukan dari materi sih, tapi dari mental. Saya masih jauh dari siap untuk pensiun.

Selain kebiasaan baik menginvestasikan bonus ke reksadana, apa lagi yang sudah Ndari siapkan untuk menghadapi masa pensiun nanti?

Khusus utk pensiun saya dan orang tua mengelola aset keluarga bersama-sama. Jadi bedanya orang lain menyiapkan dana pensiun supaya suatu hari bisa beli aset. Saya dan keluarga dari sekarang sudah mulai terlibat langsung mengelola aset. Ini ada tantangannya sendiri. Dengan begitu saya dan adik jadi tahu tanggung jawab besar seperti apa yang ada dalam mengelola aset keluarga.

Seru sekali ya mendengar cerita Ndari tentang uang yang melipatgandakan dirinya sendiri, hasil berinvestasi di reksadana. Kamu punya cerita tentang pengelolaan finansial yang inspiratif seperti Ndari? Share di kolom comment ya. :D

 

@QM_Financial

 


Apa kebiasaan keuangan baikmu? Ayo bahas bersama di akun media sosial kami dengan tagar #BiasaJadiBaik

Facebook Fanpage QM Financial dan Twitter / Instagram @QM_Financial.

Sebarkan virusnya. Ajak lebih banyak orang tergerak mewujudkan keuangan yang sehat dan kuat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch