Articles, Topik Terkini

Training for Trainers: Menjadi Financial Trainer yang Handal

Masih dalam rangka transformasi jiwa QM Financial dari Financial Planning Company menjadi Training Company. Berbagai training untuk karyawan sudah disiapkan oleh manajemen. Salah satunya adalah Training for Trainers.

Training for Trainers bertujuan untuk membekali karyawan QM Financial agar bisa menjadi Financial Trainer yang handal dan terpercaya. Pengetahuan finansial sudah menjadi kompetensi dasar di QM Financial. Namun, untuk menjadi trainer yang handal, ilmu finansial saja belum cukup. Beruntung kami mendapatkan training langsung dari seorang Master Trainer yaitu William Budiman, S.Psi., NLPLP. Beliau adalah pendiri Aethra Learning Center dan seorang Neuro-Linguistic Programming Licenses Practitioner.

Training dibuka oleh Kak Jessica Farolan, S.Psi yang juga trainer dan speaker di Aethra Learning Center. Training dari Aethra selalu dimulai dengan intention setting. Sesi ini adalah sebuah cara untuk menegaskan niat kita. Motivasi seseorang mengikuti training tentu berbeda-beda. Ada yang memang ingin belajar hal yang baru. Ada pula yang hanya karena disuruh atasan. Sounds familiar? J Dengan adanya perbedaan niat atau motivasi, fokus seseorang dalam mengikuti training juga akan berbeda. Oleh karena itu, agar semua orang mendapatkan manfaat maksimal, intention setting sangatlah penting.

Ada banyak hal yang kami pelajari dalam full day training ini. Materinya mulai dari definisi belajar, empat tahapan dalam belajar, dan pemahaman tentang gaya belajar. Yuk kita bahas.

Definisi Belajar

Dalam teori psikologi positif, definisi belajar adalah adanya perubahan pada pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku sebagai hasil dari latihan atau pengalaman. Misalnya, setiap interaksi manusia adalah materi pembelajaran. Nah, training adalah metode pembelajaran yaitu serangkaian aktivitas yang terstruktur dan sistematis untuk mengembangkan kompetensi individu agar terjadi perubahan. Jadi inti dari BELAJAR adalah adanya PERUBAHAN.

Dalam suatu organisasi, sering ditemukan adanya gap yaitu kompetensi, pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Gap itu terjadi antara kompetensi ideal dengan kondisi nyata. Fungsi training yaitu mempersempit gap tersebut namun bukan menghilangkan.

Empat Tahapan dalam Belajar

Ada empat tahapan dalam belajar. Awalnya, kita tidak sadar bahwa kita tidak tahu (unconscious incompetence). Setelah belajar, kita jadi sadar bahwa kita tidak tahu atau tidak bisa melakukan sesuatu (conscious incompetence). Fase ini biasanya ditandai dengan kebingungan karena merasa ada banyak hal yang harus dipelajari. Jadi, kalau kita bingung akan suatu topik, berbahagialah karena berarti kita sedang belajar. Kita siap lanjut ke tahapan berikutnya yaitu conscious competence. Kita mulai mengecek berbagai sumber dan melakukan trial and error, sehingga kompetensi pun mulai terbentuk. Tahap terakhir adalah unconscious competence. Karena sudah terbiasa melatih diri, kita pun mampu menjadi ahli di bidang tersebut.

 

Setelah mengetahui empat tahapan belajar, tugas trainer adalah membuat peserta PAHAM dan TERINSPIRASI. Tak cukup hanya membuat peserta memahami materi, trainer yang baik mampu membuat peserta terinspirasi untuk mempraktekkan ilmu yang sudah didapat dalam kehidupan sehari-hari.

Gaya Belajar

Sesi berikutnya, kami belajar tentang gaya belajar. Tiap orang belajar dengan cara yang berbeda. Ada empat tahapan dalam siklus belajar. Karena belajar adalah suatu siklus, keempat tingkatan muncul dari waktu ke waktu. Kami pun mengikuti instruksi untuk mengetahui gaya belajar kami masing-masing. Seru!

Dengan pemahaman akan gaya belajar masing-masing peserta, kami pun bisa menyesuaikan cara membawakan materi dengan masing-masing gaya belajar sehingga setiap peserta mendapatkan manfaat training yang optimal. Karena dalam training, semua adalah mengenai peserta.

Wah. Ada banyak sekali ilmu baru yang kami pelajari dalam rangka transformasi menjadi Training Company. Dukung kami untuk terus memperkaya kompetensi, ya. Terima kasih Aethra!

 

Fransisca Emi | Financial Trainer


5 tanggapan untuk “Training for Trainers: Menjadi Financial Trainer yang Handal”

  1. Megaria berkata:

    Saya ingin tau lebih jelas

  2. Newsteen berkata:

    baru tau kalo ada 4 tahapan dalam belajar

  3. Artikel ini mengingatkan saya untuk terus menggali dan terus mencari informasi dan hal-hal baru.Terimakasih atas postingannya min.

  4. Herlina Laisina berkata:

    Selamat siang Bpk/Ibu,

    Saya sangat tertarik untuk mengikuti TOT untuk menjadi Financial trainers yang handal.
    Sebagai bahan pertimbangan saya bekerja di bidang Keuangan sudah lebih dari 10tahun dan telah beberapa kali memberikan pelatihan Financial Management, Internal Control dan Pencegahan Penyalahgunaan Keuangan. Untuk itu saya ingin sekali mengikuti TOT ini untuk bekal di masa depan. Mohon informasi lebih lanjut.

    Hormat Saya,
    Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

    Berkarir bersama QM

    QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

    Keep in Touch