#finclic, 100 Langkah Untuk Tidak Miskin, Articles, Investasi, Practical Tips

Kamu tahu investasi apa yang sedang dijalankan?

Menurut data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) 3 Oktober 2018, populasi penduduk Indonesia sebanyak 267.498.464 jiwa dengan rata-rata usia 28 tahun memiliki pengetahuan dan inklusi untuk investasi yang rendah.

Pertanyaannya sekarang, apakah kamu sudah memulai investasimu? Kalau sudah, apakah kamu sudah tahu investasi apa yang sedang kamu jalankan?

baca juga:  Blueprint of Your Money

JENIS INVESTASI

Akumulatif. Artinya kamu berinvestasi agar tujuan keuangan tercapai. Misalnya kamu punya target mengumpulkan Rp10juta dalam jangka waktu 10 bulan maka cukup dengan menabung. Tapi ada juga tujuan keuangan yang nilainya besar seperti Dana Pensiun maka kamu membutuhkan uang untuk bertumbuh lebih cepat tapi ada risiko yang juga besar. Produk yang digunakan untuk berinvestasi yang sifatnya akumulatif adalah tabungan/deposito/emas/reksa dana/unitlink.

Generatif. Jenis investasi ini merupakan aset yang bisa menghasilkan uang (passive income). Misalnya kamu mempunyai 100 juta dengan bunga 5% per tahun yang tidak perlu dicairkan, kamu cukup hidup dari bunga deposito saja. Inilah investasi yang sifatnya generative, hasil aset aktif tersebut menjadi penghasilanmu setiap bulannya.

REVIEW INVESTASIMU

Dalam perencanaan keuangan bukan sekadar punya target kemudian mengumpulkan tapi ada satu proses lanjutan berupa review investasi.  Misalnya cara mereview kinerja reksa dana saham yang kamu miliki dengan membandingkan IHSG yang berlaku pada tahun tersebut.

Misalnya IHSG return 20% tapi reksa dana saham yang kamu miliki hanya memberikan return 12% maka kamu bisa mempertanyakan kepada manajer investasi kenapa reksa dana tersebut kurang bagus. Tapi kalau return reksa dana saham yang kita miliki 12% sedangkan IHSG 13% maka bisa dibilang reksa dana yang kamu miliki cukup baik.

Dari hasil financial plan review ini bisa menjadi acuan untuk 2-3 tahun kedepan sehingga tidak perlu setiap tahun mengganti rencana keuangan kecuali asumsi yang digunakan tidak lagi relevan. Misalnya, tahun 2007 target return reksa dana saham 30% dan kenyataannya menghasilkan return sebesar 70%. Imbal hasil reksa dana saham tidak selalu tinggi sehingga saat kenyataannya hanya dapat memberikan return 30% maka asumsi yang dipakai di dalam financial plan menjadi 16%.

Dengan menurunnya asumsi return di dalam financial plan artinya jumlah investasinya menjadi lebih besar.

baca juga: Akhir Tahun Saatnya Review Keuanganmu!

Kalau kamu ingin belajar tentang perencanaan keuangan lebih lengkap sebagai salah satu resolusi keuangan di 2019, yuk ikutan Financial Clinic Online Series di event.qmfinancial.com

-QM Admin-


Satu tanggapan untuk “Kamu tahu investasi apa yang sedang dijalankan?”

  1. […] Menurut data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) 3 Oktober 2018, populasi penduduk Indonesia sebanyak 267.498.464 jiwa dengan rata-rata usia 28 tahun memiliki pengetahuan dan inklusi untuk investasi yang rendah. Nah lo. Gimana tuh? Maunya dapat uang, tapi tak dibarengi dengan bekal pengetahuan yang cukup dong, berarti? […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch