Articles, #finclic, #QMTraining, 100 Langkah Untuk Tidak Miskin, financial clinic, Financial Plan, finclic, Investasi, Practical Tips

#FinClic Dana Pensiun

Apa yang ada di bayanganmu ketika mendengar kata “pensiun”?

 

SIAPA

Pensiun seringkali dibayangkan sebagai periode saat menginjak usia 55 tahun (pensiun PNS zaman dahulu dan kini sudah berubah menjadi 58 tahun), sudah tidak bekerja dan tidak beraktivitas lagi untuk fase yang panjang. Masa pensiun juga biasanya tidak lagi memiliki penghasilan dan hidup bergantung pada orang lain.

 

Di QM Financial, kami membuat asumsi perhitungan usia pensiun adalah 55-85 tahun di mana umur 55 tahun sudah berhenti bekerja sampai 85 tahun (meninggal dunia).

baca juga: Life Expectacy Perempuan Indonesia = 72 tahun!

 

Definisi pensiun akan berbeda- beda untuk setiap orang, biasanya kita bisa melihat refleksinya dari orang terdekat, bisa kakek nenek atau orangtua.

 

Ligwina Hananto, lead trainer QM Financial mencontohkan nenek dari pihak ibunya yang berusia 80 tahun-an, tinggal sendiri di rumah yang besar yang dibiayai oleh ketujuh anaknya. Penghasilan yang diterimanya dari uang kos cucu-cucunya digunakan untuk membiayai pengeluaran hariannya pergi taichi.

 

Bila dibandingkan ibu Wina yang memiliki sejumlah arisan dan kerap mencoba restoran baru, gaya hidup ibunya lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya yaitu neneknya.

 

Maka, pensiun seperti apakah yang ingin kamu jalani nanti?

 

Dalam polling Instagram QM Financial, setidaknya ada 34% follower yang sudah mulai menyiapkan Dana Pensiun. Sementara sisanya, masih berpikir kalau periode pensiun masih jauh! Serta sebanyak 31% sudah menghitung besarnya Dana Pensiun yang akan dibutuhkan nanti dan sisanya 69%, masih belum merasa perlu menghitung Dana Pensiun.

baca juga: Beri Tahu Ibu Bapakmu! Ini 5 Alasan Gagal Pensiun

 

 

APA

Definisi Dana Pensiun adalah sejumlah aset yang bila dikelola dengan baik bisa menghasilkan sejumlah biaya hidup. Dan usia pensiun adalah periode di mana kamu tidak lagi hidup dari uang hasil kerjamu.

 

Saat pensiun, kamu tetap akan berhadapan dengan 5 Pos Pengeluaran Bulanan. Harapannya Cicilan Utang sudah tidak ada, Pengeluaran Rutin besarannya turun, Menabung/Investasi sudah tidak dilakukan. Malahan Pengeluaran Sosial akan lebih besar karena kamu akan dianggap sukses karena mengantongi sejumlah uang pensiun dari perusahaan tempatmu bekerja. Lifestyle yang awalnya sederhana tapi begitu masuk pensiun, ingin menikmati masa pensiun. Menurunkan lifestyle pun akan lebih sulit ketimbang menaikkannya! Baca juga: #FinClic Anggaran Lifestyle Yang Bocor Ambyar!

 

Memang Dana Pensiun selalu dianggap prioritas terakhir setelah Dana Darurat dan Dana Pendidikan Anak.  Apabila ditunda, investasi untuk Dana Pensiun jumlahnya akan semakin besar. Padahal untuk mencapai Dana Pensiun, kalau kamu mulai sekarang, investasinya hanya sebesar setengah harga sepatumu!

 

BAGAIMANA

Untuk menghitung Dana Pensiun, mulai dari target dananya yang bisa dihitung dari biaya hidup saat ini. Dari sana, kamu bisa menghitung berapa investasi bulanan yang perlu dilakukan.

 

Target jumlah dana pensiun bisa berubah karena bergantung pada biaya hidup di 5 Pos Pengeluaran Bulanan, cara hidup seperti apa yang dipilih saat pensiun nanti, inflasi, dan waktu.

 

Ketika dari kantor sudah ada BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan DPLK, saat pensiun nanti berapa angka persis yang akan didapatkan sebagai Dana Pensiun. Kalau sudah tahu angkanya, hitung dan bandingkan dengan kebutuhan saat pensiun.

 

Misal, saat pensiun kamu membutuhkan Rp3Milyar, setelah dihitung, dari BPJS dan DPLK hanya keluar total sebesar Rp100juta. Maka kamu perlu menyiapkan sendiri sisa Dana Pensiun yang diperlukan selain yang didapat dari kantor.

 

Atau kamu bisa juga  menghitung Dana Pensiun dari nilai kebutuhan bulanan. Misalnya, kamu membutuhkan Rp25juta tiap bulan tapi ternyata BPJS Ketenagakerjaan dan DPLK hanya bisa memberikan Rp10juta per bulan maka kamu perlu mempersiapkan Dana Pensiun terpisah.

 baca juga: Jaminan Hari Tua

 

Sebenarnya saat pensiun, yang kamu butuhkan adalah aset yang bisa memberikan penghasilan setiap bulannya. Ada 2 level investasi yaitu, mengumpulkan dan menghasilkan. Contoh investasi yang mengumpulkan adalah Dana Pendidikan Anak sebesar Rp20juta. Ketika Dana Pendidikan sudah mencapai Rp20juta maka investasi dicairkan untuk digunakan.

 

Sedangkan investasi yang menghasilkan, misalnya membangun bisnis sampai bisa membagi dividen Rp20juta per bulan, atau memiliki kos-kosan yang bisa menghasilkan uang sewa per bulan.

 

Aset yang memberikan penghasilan contohnya bisnis, properti dan surat berharga.

baca juga: Khawatir Gak Siap Pensiun? Kumpulin Aset Aktif Yuk!

 

Terus follow instagram QM Financial serta twitter @QM_Financial. Ada juga #FinClic dan IG Live yang seru setiap Senin jam 19:00!

 

Kalau kamu ingin belajar tentang perencanaan keuangan lebih lengkap sebagai salah satu resolusi keuangan di 2019, yuk ikutan Financial Clinic Online Series di event.qmfinancial.com

 

-Honey Josep-


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch