Articles

5 Cara Efektifkan Waktu Kerja di Bulan Puasa Biar Nggak Usah Lembur

Bulan puasa sebentar lagi tiba. Sudah melakukan persiapan apa? Yang pasti, dari sisi rohani pasti sudah harus mulai disiapkan ya? Lalu, bagaimana dengan pekerjaan di kantor? Apakah sudah ada persiapan juga? Karena, biasanya waktu kerja kita akan lebih pendek dari biasanya. So, sadar ataupun enggak, pasti memengaruhi kinerja dan produktivitas kita. Padahal, mungkin, target kerja sama saja.

Kalau waktu kerja memendek, sedangkan target kerja sama (atau mungkin malah bertambah, karena beberapa pekerjaan harus dibereskan sebelum liburan Lebaran yang panjang), berarti kita lembur dong ya?

Yah, apa asyiknya bulan puasa kok lembur?

Nah, mari kita coba efektifkan waktu kerja kita di bulan puasa, supaya nggak usah lembur tapi target kerja tetap tercapai. Bagaimana caranya?

 

5 Cara Efektifkan Waktu Kerja di Bulan Puasa

 

5 Cara Efektifkan Waktu Kerja di Bulan Puasa Biar Nggak Usah Lembur

1. Bekerja dengan rencana

Ingat, bahwa setiap menit yang dihabiskan untuk perencanaan, berarti akan menghemat 10 menit waktu pelaksanaan. So, jika kita siap dan tahu persis apa yang harus dilakukan, maka dengan mudahnya kita akan tahu apa yang pertama kali harus dilakukan. Bahkan, tidak butuh waktu lama untuk tahu bagaimana cara menangani situasi yang tak terduga sekalipun.

Dengan demikian, kita sudah dapat dikatakan bekerja secara lebih efisien dengan waktu kerja yang lebih efektif.

Tuliskan segala sesuatu yang perlu dilakukan, prioritaskan kepentingan yang mungkin ada, dan putuskan apa yang harus dilakukan. Sebaiknya, kita mulai menyusun rencana sejak sehari sebelumnya. Catat di agenda apa yang harus dan hendak kita lakukan kemudian buat catatan apakah pekerjaan itu selesai atau perlu dilanjutkan lagi lain waktu.

 

2. Fokus

Perencanaan yang sudah dibuat akan percuma saja jika kita tidak bekerja dengan fokus. Di ruang kerja, ada kemungkinan kita akan mengalami gangguan-gangguan yang menyebabkan kita harus menghentikan pekerjaan. Entah teman kantor yang mengajak ngobrol atau mungkin kesibukan lainnya yang sebenarnya tak perlu dilakukan.

Well, sebaiknya kita jangan terlalu banyak terdistraksi. Bekerjalah saat waktu kerja berlangsung. Manfaatkan waktu terbaik kita dan fokus untuk menyelesaikan tugas utama. Tujuannya, tentu saja, agar tak ada waktu yang terbuang percuma, hingga pekerjaan pun bisa selesai cepat. Lembur pun bisa dihindari.

 

3. Selesaikan segera

Banyaknya tugas yang harus diselesaikan membuat kita menjadi terburu-buru ingin segera mengerjakan tugas berikutnya.

Well, sebaiknya sih selesaikan tugas yang sudah kita mulai, barulah kerjakan tugas berikutnya. Mengerjakan tugas setengah-setengah malah membuat tumpukan tugas kita tidak terselesaikan dengan baik.

Jadi, bukalah rencana yang tadi sudah dibuat sebelum bekerja, dan kerjakan sesuai prioritas. Hal ini akan membuat waktu dan pikiran kita lebih ringan dalam mengerjakan langkah per langkah dalam waktu kerja yang normal. Lembur? Bhay.

 

4. Take a break!

Fokus dalam bekerja itu memang harus. Tapi jangan sampai karena terlalu fokus, kita justru jadi kelelahan dan suntuk.

So, meski lagi puasa dan penginnya mengefektifkan waktu kerja supaya nggak usah pakai lembur, teteup ya, selipkan waktu istirahat untuk menyegarkan pikiran. Tahu nggak sih, istirahat merupakan cara terbaik untuk menghemat waktu lo! Setelah istirahat, tubuh menjadi lebih segar dan kita bisa kembali bekerja dengan lebih fokus setelahnya.

Sesekali berjalan-jalanlah di sekitar ruangan kantor. Tapi jangan biarkan relaksasi yang kita lakukan ini jadi mengambil terlalu banyak waktu kerja juga. Ingat, tugas menanti untuk diselesaikan!

 

5. No multitasking

Kadang kita berpikir, bahwa kalau kita kerjakan beberapa hal sekaligus, tentulah jadi lebih cepat beres.

Padahal pikiran ini keliru. Kembali lagi ke poin 2 di atas, fokus pada satu per satu pekerjaan akan lebih baik, ketimbang kita berusaha mengerjakan beberapa hal sekaligus, yang bisa saja berakhir malah nggak ada yang beres sama sekali.

Kenapa bisa nggak beres kalau dikerjakan sekaligus? Karena, saat kita multitasking selama waktu kerja kita di kantor, maka otak akan dipaksa untuk bekerja lebih keras. Kelelahan otak akan memicu stres, dan kita akan lelah lebih cepat. Selain itu, bekerja secara multitasking bisa berisiko menurunkan short term memory otak. Ada lo penelitian yang mengungkapkan bahwa kinerja otak akan menurun 10 x ketimbang kalau kita ajak kerja dalam kondisi normal.

 

Demikian beberapa cara mengefektifkan waktu kerja di bulan puasa, agar meski jam kerja lebih pendek, tapi produktivitas dan target kerja tetap tercapai.

Tetap semangat ya! Coba deh, ingat-ingat akan THR yang sebentar lagi turun. Semoga ini bisa jadi motivasi untuk bekerja lebih giat.

TOPICS


2 tanggapan untuk “5 Cara Efektifkan Waktu Kerja di Bulan Puasa Biar Nggak Usah Lembur”

  1. […] jadikan ini sebagai kebiasaan untuk setiap tugas dan proyek yang didapatkan. Efektifkan waktu kerja, agar tak terbuang […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch