Articles

5 Alasan untuk Mengambil Pensiun Dini

Beberapa orang memang punya nyali cukup untuk memutuskan pensiun dini. Memang menggiurkan sih, apalagi kalau sebelumnya kita sudah bekerja keras banting tulang, rasa letih bekerja terus sepanjang hari pasti menghantui.

Pengin juga ya, ngerasain hidup bebas tanpa memikirkan tenggat pekerjaan, target, maupun komplen pelanggan serta atasan? Duh, suara hati banget ini.

Akhirnya berkhayal, kalau pensiun dini aja gimana ya? Setidaknya, meski kita masih tetap berkarya, tapi sudah nggak mikirin semua tenggat dan target. Semacam living our passion, gitu deh. Mengerjakan sesuatu yang kita sukai banget, tanpa mikirin bakalan dapat laba atau rugi, harus memenuhi kepuasan pelanggan atau enggak, dan segala macam aturan profesionalitas lainnya.

Dari sedikit orang yang berani memutuskan untuk pensiun dini, ada nih beberapa alasan yang biasanya melatarbelakangi keputusan tersebut. Mari kita lihat.

 

Beberapa alasan berikut biasanya mendasari keputusan karyawan untuk mengambil pensiun dini

 

5 Alasan untuk Mengambil Pensiun Dini

1. Sudah punya bisnis sendiri

Berwirausaha atau membangun bisnis sendiri biasanya menjadi alasan yang paling banyak dipunyai oleh karyawan yang pengin mengajukan pensiun dini.

Satu sisi, hal ini baik. Karena untuk membangun sebuah bisnis, ada yang bilang akan lebih baik kalau kita fokus mengerjakannya, dalam artian nggak hanya sebagai side job saja.

Inilah yang kemudian memicu niat untuk pensiun dini.

 

2. Sudah stabil secara ekonomi

Saat seseorang sudah merasa stabil secara keuangan dan berkecukupan, maka bekerja untuk menghasilkan uang sudah bukan lagi menjadi motivasi utama dalam hidup.

Iya, mungkin memang masih bisa produktif, tapi biasanya kalau sudah begini, uang sudah tak menjadi target lagi, melainkan kesenangan.

 

3. Sakit

Sakit parah juga bisa menjadi alasan hingga seorang karyawan memutuskan untuk mengambil pensiun dini. Biasanya, keputusan ini diambil demi bisa fokus pada pengobatan dan proses sembuh dari penyakit.

 

4. Ingin fokus pada keluarga atau passion

Nah, ini ada mirip dengan alasan di poin kedua di atas. Punya passion, lantas dikejar hingga jadi bisnis yang menguntungkan.

Dengan fleksibilitas waktu yang ditawarkan oleh karena menjadi bos bagi diri sendiri, kita jadi ada waktu kebersamaan dengan keluarga yang lebih banyak.

Biasanya ini sih memang yang jadi keinginan banyak orang–terutama yang berstatus ibu bekerja–lantaran ada rasa bersalah meninggalkan keluarga untuk bekerja.

 

5. Jenjang karier sudah tak bisa lebih tinggi lagi

Alasan kelima mengapa akhirnya memutuskan untuk mengambil pensiun dini adalah karena karier sudah stagnan lantaran jenjang sudah mentok.

Ini tidak selalu berarti bahwa kita sudah mencapai top management lo. Sudah duduk di posisi puncak perusahaan, sehingga sudah tak mungkin bisa promosi lagi. Tapi bisa jadi karena kondisi kantor ataupun kultur kerja yang memang membuat karyawan tak lagi bisa naik jabatan.

Yang paling banyak sih karena kasus senioritas. Yang berada di posisi jabatan tinggi adalah mereka yang punya masa kerja panjang, meski skill tidak terlalu memadai.

 

Lalu, apakah ada hukum atau peraturan pemerintah yang mengatur mengenai pengambilan pensiun dini ini? Tidak, dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan no. 13 tahun 2003, tidak pernah ada dicantumkan mengenai pensiun dini. Namun ada undang-undang yang mengatur mengenai batasan usia pensiun, yaitu usia 55 tahun. Namun, ini berlaku untuk para ASN alias para aparatur sipil negara.

Bagaimana dengan karyawan swasta? Kalau karyawan swasta biasanya hal ini diatur dalam peraturan perusahaan yang sudah ditentukan, terutama meliputi batas usia pensiun, dana pensiun, dan kemungkinan jika ada tawaran untuk pensiun dini. Ada beberapa perusahaan bahwa menawarkan dana pensiun lebih tinggi jika karyawannya mau pensiun dini, yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk membangun bisnis sendiri.

Apakah perusahaan berhak untuk memensiundinikan karyawan? Bisa banget, karena pensiun dini ini bisa menjadi semacam “permintaan terselubung” alih-alih mem-PHK-kan karyawan. Latar belakangnya juga bisa bermacam-macam, mulai dari kepailitan hingga mengurangi karyawan yang tidak produktif.

Nah, bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah ada disebutkan mengenai pensiun dini ini dalam peraturan yang berlaku di perusahaan? Apakah Anda sudah membuat program pensiun bagi karyawan?

Jika belum, Anda bisa mengundang tim QM Financial untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan di perusahaan Anda dengan WA ke 0811 1500 688 (NITA/MIA). Jangan lupa follow juga Instagram QM Financial untuk info-info kelas finansial online terbaru yang sesuai kebutuhan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch