Articles

Asuransi Penyakit Kritis, Perlu Gak Sih?

Hello Planners!

Kamu sudah tahu kan fungsinya proteksi di dalam konsep Blueprint of Your Money yang digagas oleh Ligwina Hananto, lead financial trainer dari QM Financial? Ya, fungsi proteksi adalah untuk menjaga diri dan keluarga bila terjadi suatu kemalangan yang dapat menyebabkan kesulitan finansial. Semua orang wajib dan harus memiliki proteksi berupa asuransi kesehatan dengan tidak memandang usia dan jenis kelamin. Jadi, kamu harus memiliki asuransi kesehatan segera bila belum memilikinya.

Baca juga: Investasi Sekarang, Siapa Takut?

Penyakit kritis atau critical illness merupakan penyakit yang menyebabkan kritis, kronis, atau stadium lanjut sehingga dapat dikatakan tidak dapat atau memiliki harapan kecil bagi penderitanya untuk kembali pulih. Penyakit kritis menyerang secara perlahan dan membutuhkan waktu yang panjang untuk proses pengobatannya. Tahap penyembuhannya dapat dimulai dari pengobatan medis hingga perubahan gaya hidup dan pola makan. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit kritis kerap kali dapat menyebabkan hilangnya kemampuan beraktivitas secara mandiri dan bahkan berujung kematian.

Kementerian Kesehatan di tahun 2016 mengklaim bahwa penyakit kritis yaitu stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, sirosis hepatitis, haemoļ¬lia, leukimia, dan thalesemia telah menyerap anggaran tinggi sekitar Rp 1,69 triliun atau 29,67% dari total anggaran nasional. Dan risiko orang Indonesia terserang penyakit kritis terus meningkat. Dilihat dari prevalensi pada tahun 2013 dibanding 2007, jumlah penderita stroke menduduki peringkat pertama dengan kenaikan 14x lipat. Disusul jumlah penderita kanker meningkat 3,5x lipat, penderita hepatitis naik 2x lipat, penderita sakit jantung naik 0,6% dan penderita diabetes naik 0,5%.

Hasil survei Global Medical Trend yang dilakukan oleh Willis Tower Watson, sebuah perusahaan konsultan internasional pada April 2016 menyatakan adanya kenaikan tariff medis dunia sekitar 8% dan terus meningkat. Biaya pengobatan penyakit kritis tidaklah murah, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta Rupiah. Ditambah, perawatan yang dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama sehingga untuk memitigasi risiko, asuransi penyakit kritis dapat menjadi pilihan.

baca juga: Asuransi seharusnya tidak menjadi beban!

Setidaknya, ada 3 penyakit kritis yang biaya pengobatannya besar menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yaitu

Penyakit Jantung
Penyakit jantung merupakan penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah menuju ke jantung. Kurang lebih 232.000 kasus penyakit jantung membutuhkan dana sekitar Rp1,82 triliun. Nilai ini pun masih bisa bertambah menjadi lebih besar tergantung jenis penyakit jantung yang diderita pasien. Misalnya biaya katerisasi jantung yang membutuhkan Rp7juta sampai Rp12juta atau pemasangan ring pada jantung yang menelan harga Rp45juta sampai Rp75juta.

Stroke
Sama halnya dengan penyakit jantung, stroke disebabkan oleh penyumbatan aliran darah. Bedanya penyumbatan tersebut terjadi di otak sehingga pasien dapat mengalami cacat seumur hidup. Kurang lebih 172.000 kasus untuk penyakit stroke dengan jumlah biaya Rp794miliar. Nilai ini belum ditambah dengan biaya rehabilitasi medis yang harus dijalani pasien.

Diabetes
Penyakit ini timbul karena tidak terkontrolnya gula darah di dalam tubuh. Walau penyakit diabetes memiliki jumlah kasus di bawah dua penyakit lainnya, yaitu sekitar 75.000 kasus dengan biaya Rp319.000miliar sehingga penyakit ini tidak bisa dianggap remeh.

Melihat angka di atas, proteksi kesehatan terhadap risiko penyakit kritis menjadi salah satu kebutuhan yang penting terutama bagi para pekerja berusia produktif. Walaupun sudah menerapkan gaya hidup sehat, faktor eksternal seperti lingkungan berpotensi membuat penyakit kritis dapat menyerang kapan saja.

baca juga: 5 Hal Untuk Sehat Jasmani dan Finansial

Proteksi berupa asuransi penyakit kritis merupakan manfaat tambahan dari asuransi kesehatan yang kamu miliki. Karena sifatnya tambahan maka asuransi penyakit kritis tidak dapat dibeli terpisah. Kamu harus membeli produk asuransi utamanya yaitu asuransi kesehatan terlebih dahulu.

Manfaat tambahan penyakit kritis dapat menanggung critical illness mulai dari stadium awal. Sehingga kesempatan untuk sembuh semakin tinggi karena proses perawatan dapat dilakukan lebih dini dan seluruh biaya pengobatan mulai dari stadium awal ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Apakah kamu ingin tahu lebih mendalam mengenai asuransi penyakit kritis dan bagaimana cara memilihnya? Yuk ikuti kelas finansial online yang diadakan Jumat, 19 Juli 2019 melalui aplikasi zoom. Pendaftaran melalui event.qmfinancial.com

-Honey Josep-

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch