Articles

Perencanaan Keuangan, Mulai Dari Mana?

Halo planners!

Tahun 2008, sebuah film berjudul Laskar Pelangi tayang di seluruh bioskop di Indonesia. Film tersebut banyak disukai oleh masyarakat karena membawa pesan untuk kita semua. Laskar Pelangi menunjukkan kepada kita untuk tidak menyerah dan putus asa dalam meraih mimpi. Tahukah kamu kalau perencanaan keuangan juga berawal dari mimpi? Apa mimpimu di masa depan?

Kalau saya, saya memiliki mimpi untuk bisa dan mampu menyekolahkan anak-anak di sekolah terbaik, mimpi untuk keliling Indonesia dan dunia bersama keluarga, mimpi untuk memiliki masa pensiun yang nyaman tanpa menjadi beban bagi anak dan cucu. Semua orang memiliki rencana yang ingin dicapainya seperti menabung untuk membeli rumah, liburan atau sekadar merasa aman dengan kondisi finansial yang baik. Untuk mencapai rencana, kamu rela bekerja keras setiap harinya, bekerja di kantor mulai jam 8 pagi sampai 5 sore bahkan sampai lembur. Tentunya kamu tidak ingin kalau kerja kerasmu berakhir sia-sia serta kamu tidak dapat mencapai mimpi dan rencana yang kamu ingini bukan?! Maka, perencanaan keuangan merupakan langkah awal yang harus kamu lakukan untuk mewujudkan mimpi dan rencanamu.

Perencanaan Keuangan, Mulai Dari Mana?

Perencanaan keuangan dapat diibaratkan membangun sebuah rumah yang kokoh, aman dan nyaman. Langkah pertama membangun sebuah rumah adalah dengan membuat desain atau konsep. Di dalam perencanaan keuangan, konsep tersebut dinamakan Blueprint of Your Money.  Konsep asli yang digagas oleh Ligwina Hananto, lead trainer  QM Financial ini mengajarkan 5 hal yang harus diperhatikan untuk bisa mendirikan “rumah keuangan” yang kokoh, aman dan nyaman.

Ketahui Kondisi Keuangan

Langkah pertama untuk membuat perencanaan keuangan adalah ketahui kondisi keuanganmu terlebih dahulu. Hal yang perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi awal dari keuanganmu adalah dengan melakukan financial check up.

Sama halnya untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh, maka untuk mengetahui kondisi kesehatan finansial maka kamu melakukan financial check up dengan memberikan informasi berupa Neraca (aset dan kewajiban) dan Arus Kas. Di dalam Neraca, kamu akan bisa mengetahui harta atau aset lancar serta tidak lancar yang kamu miliki. Juga di dalam neraca kamu bisa melihat daftar kewajiban atau utang yang masih dimiliki.
Sedangkan di laporan Arus Kas, kamu akan bisa melihat kekuatan amunisi perencanaan keuangan berupa uang atau kas yang dimilki baik secara bulanan maupun tahunan.

Menentukan Tujuan Finansial

Seperti yang sudah kita singgung di atas bahwa tujuan finansial erat kaitannya dengan mimpi dan rencana yang ingin kamu capai. Banyak sekali tujuan finansial yang bisa kamu tentukan misalnya Dana Darurat, Dana DP Rumah Pertama, Dana Pendikan anak, Dana Pensiun dan lainnya.
Di dalam menentukan tujuan finansial, kamu harus memiliki Judul, Nilai dan Jangka Waktu tujuan tersebut mau tercapai.
Contohnya, kamu ingin memiliki rumah pertama pada 3 tahun yang akan datang setelah sekian lama mengontrak atau tinggal di rumah mertua setelah menikah . DP yang kamu butuhkan sekitar Rp300juta di tiga tahun yang akan datang. Maka kamu bisa menentukan tujuan finansial ini dengan judul “DP Rumah Pertama” dengan nilai Rp300juta yang akan digunakan 3 tahun yang akan datang.

Proteksi

Seperti halnya rumah, perencanaan keuangan juga membutuhkan atap. Atap yang dimaksud adalah proteksi berupa asuransi. Mengapa proteksi penting untuk perencanaan keuangan? Karena dengan asuransi, kamu bisa memindahkan risiko yang terjadi atas kehilangan kemampuan finansialmu kepada perusahaan asuransi sehingga semua rencana keuanganmu bisa terus berjalan walau terjadi risko seperti kecelakaan, kematian, kebakaran sampai kecurian.
Proteksi yang paling penting untuk dimiliki oleh setiap orang adalah asuransi kesehatan.

Status utang dan harta, akses pada dana darurat serta zakat dan waris

Sebuah perencanaan keuangan penting untuk mengetahui staus utang dan harta terutama bagi kamu yang sudah menikah dan memilih untuk tidak membuat perjanjian pra nikah. UU Perkawinan tahun 1974, harta dan utang yang dihasilkan saat menikah merupakan milik bersama.

Aset Aktif

Setelah semua tujuan finansial bisa dilaksanakan dan sesuai rencana, maka kamu bisa naik ke level berikutnya yaitu membangun aset aktif berupa surat berharga, properti dan bisnis. Aset aktif merupakan aset yang menghasilkan sejumlah uang yang dapat menggantikan pendapatan saat kamu sudah tidak lagi bekerja atau sudah memasuki masa pensiun.

Apakah kamu sudah siap untuk memulai perencanaan keuanganmu sendiri? Kalau masih bingung juga mau mulai dari mana, yuk ikuti kelas finansial online (FCOS) melalui aplikasi zoom yang akan menghadirkan basic class berupa introduction to financial planning. Informasi dan pendaftaran melalui event.qmfinancial.com

-Honey Josep-

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch