Articles, Cash Flow, Personal, Tujuan Finansial

5 Hal tentang Membuat Anggaran Pernikahan Sesuai Kemampuan Finansial

Merencanakan pesta pernikahan memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pasangan ya? Ada pasangan yang memang berniat untuk membiayai sendiri anggaran pernikahan yang akan digelar, ada pula yang cukup beruntung dibantu oleh orang tua.

Salah satu hal “menakutkan” yang sering menjadi akar kekhawatiran adalah bujet yang menggelembung. Yah, namanya juga lagi bikin acara kan, pembelanjaan kadang jadi membengkak lantaran pertimbangan ini itu. Tadinya, kita hanya membujetkan Rp100 juta saja sebagai dana menikah, tapi setelah dirincikan keperluannya dalam bentuk anggaran pernikahan, kok jadi Rp200 juta ya?

Aduh! Mana cukup? Kalau sudah begini, ya masa mau batal menikah? Enggak kan?

Karenanya, coba baca artikel ini sampai selesai agar kamu dapat membuat anggaran pernikahan yang sesuai dengan kemampuan finansialmu. Enggak mau kan, setelah menikah malah bokek, tabungan terkuras, atau malah jadi punya utang? Duh, amit-amit, jangan sampai!

5 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Membuat Anggaran Pernikahan Sesuai Kemampuan Finansial

5 Hal tentang Membuat Anggaran Pernikahan Sesuai Kemampuan Finansial

1. Kenali pengeluaran

Tahun 2017 yang lalu, sebuah marketplace khusus untuk perencanaan pernikahan pernah merilis data survei mengenai alokasi dana menikah yang dilakukan oleh rata-rata calon pengantin di Indonesia, dengan melibatkan lebih dari 5.000 koresponden yang melangsungkan pernikahan di area Jabodetabek.

Berikut persentase alokasi rata-rata anggaran pernikahan para calon pengantin berdasarkan survei tersebut:

  • Keperluan venue dan katering: 39,2%
  • Dekorasi dan tata cahaya: 12,3%
  • Wedding planner: 5,51%
  • Wedding dress: 4,93%
  • Fotografi pernikahan: 4,74%
  • Fotografi prewedding: 4,72%
  • Cincin pernikahan: 4,64%
  • Wedding organizer: 4,53%
  • Musik/band: 3,08%
  • Makeup dan hairdo: 2,59%
  • Suvenir: 2,28%
  • Undangan: 1,93%
  • Lain-lain: 7,23%

Nah, dari sini, tentunya kamu sudah mendapat gambaran ya, mengenai apa saja yang harus dipersiapkan.

2. Bersiap dengan biaya tak terduga

Ada banyak cerita mengenai pesta pernikahan yang akhirnya harus memakan biaya lebih banyak daripada yang sudah dianggarkan. Yah, yang begini memang bisa saja terjadi.

Ada beberapa hal yang biasanya memengaruhi pembengkakan biaya pernikahan:

  • Tuntutan lingkungan, misalnya saja ada permintaan-permintaan tertentu dari orang tua karena berbagai sebab. Kadang bisa saja terjadi, si calon pengantin sih penginnya bikin acara sederhana saja dengan mengundang keluarga inti. Namun, orang tua calon mempelai berbeda pendapat, karena merasa inilah momen bersejarah mereka sebagai orang tua sehingga merasa perlu untuk mengundang lebih banyak orang. Atasi perbedaan pendapat seperti ini secara bijak ya, dengan berkomunikasi dan berdiskusi lebih intens. Temukan solusi terbaik.
  • Kenaikan harga, yang bisa saja terjadi ketika kita sudah membuat anggaran pernikahan jauh-jauh hari–katakanlah 2 – 3 tahun sebelumnya–tapi kita lupa akan adanya inflasi. Jadi, jika memang kamu ingin mempersiapkan dana menikah lebih awal, pastikan kamu sudah memperhitungkan juga mengenai adanya kemungkinan kenaikan harga ini.
  • Banyak tamu jarak jauh, atau mungkin salah satu keluarga mempelai harus didatangkan dari luar kota, sehingga kamu perlu untuk mencari penginapan tambahan untuk mereka. Hal ini juga harus dimasukkan dalam anggaran pernikahan kamu ya, jangan sampai lupa.
  • Pajak dan biaya-biaya kecil yang tidak terbayangkan sebelumnya, misalnya saja jasa tukang parkir tambahan, biaya tambahan listrik, biaya tukang bersih-bersih, dan sebagainya. Demikian juga dengan vendor, apakah sudah termasuk pajak atau belum?

Kenalilah biaya-biaya yang belum tercover ini dengan teliti ya. Kadang bocornya memang hanya kecil-kecil, tapi kalau diakumulasikan jadi lumayan besar juga lo.

Mengumpulkan Dana Menikah dalam 5 Langkah

3. Tentukan prioritas

Jika sudah menentukan jenis-jenis pengeluaran dan juga sudah mengenali hal apa saja yang bisa menggelembungkan anggaran pernikahan, maka selanjutnya kamu perlu menentukan prioritas kebutuhanmu.

Jelas, semua hal itu penting. Semua hal itu–kalau bisa–harus ada, tapi ingat, bujetmu bukannya tanpa batas. Sekali lagi, jangan membuat diri sendiri dalam kesulitan dengan cara menghabiskan uang pada hal-hal yang kurang esensial. Ingat, ada banyak keperluan lain yang harus kamu pikirkan dan bakalan kamu butuhkan nanti setelah resepsi pernikahan selesai.

Jadi, tentukanlah prioritasmu. Jangan memaksakan diri ya. Kenalilah mana yang lebih dibutuhkan dibandingkan yang lain.

Misalnya saja begini. Kamu dan keluarga besar sepakat untuk melangsungkan acara pernikahan secara intim dan personal. Berarti tamu yang diundang tidak terlalu banyak, sehingga mungkin kamu akan perlu untuk lebih mementingkan kenyamanan mereka selama acara berlangsung. Untuk itu, pilihlah venue acara yang tidak terlalu besar tapi nyaman. Pesanlah menu makanan yang istimewa tapi tidak terlalu banyak. Mungkin kamu bisa mengurangi juga bujet dekorasi, karena venue-nya sendiri sudah artistik tanpa dekorasi berlebihan. Dan seterusnya.

Pertimbangkan hal-hal seperti ini bersama calon pasanganmu, dan keluarga besarmu ya.

4. Ingat, niat awal menikah

Yes, ini biasanya lumayan jitu untuk mengerem niat menghambur-hamburkan uang. Ingatlah selalu tujuan awal kamu dan pasanganmu hendak menikah.

Apakah kalian menikah hanya agar dapat mengadakan pesta? Pastinya, enggak hanya itu saja kan? Karena itu anggaran pernikahan harus dikendalikan.

Hidup setelah pernikahan akan jauh lebih kompleks, dan lebih menuntut persiapan mental lebih besar, ketimbang hanya memikirkan sesuatu yang tak berlangsung lama seperti pesta.

Jadi, ingatlah akan tujuan awal kalian menikah dan buat anggaran pernikahan yang masuk akal.

5 Hal tentang Membuat Anggaran Pernikahan Sesuai Kemampuan Finansial

5. Tidak membandingkan dengan pesta pernikahan yang lain

Setiap pasangan punya kisah masing-masing, dengan kondisi keluarga yang berbeda pula. Kadang yang membuat kita jadi gelisah adalah ketika kita melihat pesta pernikahan lain yang kita nilai lebih–lebih mewah, lebih keren, lebih romantis, dan segala ‘lebih’ yang lain.

Konsep pernikahan orang lain belum tentu sesuai dengan karakter kalian. Jadi, enggak perlu membandingkan acara sendiri dengan acara yang lain. Pastikan saja, kebutuhanmu apa, dan sesuaikan dengan kemampuan finansialmu.

Nah, semoga beberapa hal tentang membuat anggaran pernikahan agar sesuai dengan kemampuan finansial di atas bisa membantumu ya.

Selamat merencanakan hari besarmu bersama pasangan!

Stay tuned di akun Instagram QM Financial untuk berbagai update dan info seputar keuangan, agar kita lebih bijak dalam mengambil keputusan penting untuk hidup kita ke depan.


2 tanggapan untuk “5 Hal tentang Membuat Anggaran Pernikahan Sesuai Kemampuan Finansial”

  1. […] satu pos terbesar saat kita sedang membuat anggaran acara pernikahan adalah biaya sewa gedung. Apalagi jika tanggal yang kita pilih adalah tanggal cantik atau unik, […]

  2. […] antara berbagai persiapan upacara dan pesta pernikahan yang dipersiapkan, barangkali kamu dan calon pasanganmu juga pengin melakukan bulan […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

Berkarir bersama QM

QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

Keep in Touch