Articles, Cash Flow, Personal

Tren Bersepeda: 5 Hal untuk Menjadikannya Bermanfaat Maksimal

Akhir-akhir berkembang tren baru di tengah pandemi: tren bersepeda.

Sinyal bagus, karena ini berarti kamu semua semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit datang. Juga sinyal bagus untuk pelaku bisnis persepedaan, karena penjualan sepeda dan segala macam printilannya meningkat akhir-akhir ini.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga termasuk dari mereka yang secara dadakan hobi bersepeda?

Meski banyak yang berpendapat, bahwa tren bersepeda belakangan bukan hanya sekadar disebabkan oleh kesadaran menjaga kesehatan yang meningkat, tetapi merupakan bentuk kelatahan, tapi QM Financial berharap, kamu semua meneruskan kebiasaan baik ini meski pandemi dinyatakan berakhir nantinya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait hobi baru naik sepeda ini, supaya enggak sekadar menjadi tren bersepeda yang bersifat sementara saja.

5 Hal untuk Diperhatikan Saat Ikut Tren Bersepeda

Tren Bersepeda: 5 Hal untuk Menjadikannya Bermanfaat Maksimal

1. Nggak harus selalu sepeda mahal

Yang harus selalu diingat, hobi itu enggak harus selalu mahal kok ongkosnya. Bisa juga kita memilih untuk menjalani hobi yang tidak membebani keuangan kita setiap harinya.

Begitu juga dengan tren bersepeda kali ini. Meskipun ada hukum alam yang menyatakan “ada harga ada kualitas”, tetapi kita enggak harus memaksakan diri untuk membeli sepeda supermahal impor yang lagi naik daun itu untuk ikut tren bersepeda. Kamu bisa mulai dari yang ada dan tersedia dalam banyak pilihan di toko sepeda.

Bahkan, sebagai permulaan, enggak ada salahnya kamu mulai dengan membeli sepeda second tetapi dengan kualitas yang bagus. Dengan sedikit usaha, kamu bisa kok menemukan sepeda dengan merek terkenal, harganya terjangkau, dan masih mulus.

2. Yang penting, perawatannya!

Yes, hobi bersepeda enggak hanya berhenti di beli sepeda lalu dipakai di car free day. Tren bersepeda ini seharusnya juga sepaket dengan perawatan sepedanya.

Jadi, jangan lupa perawatannya ya; dibersihkan, dilengkapi safety tools-nya, cek ban sebelum dipakai, cek rem dan lampu juga. Sepeda mahal juga akan cepat rusak kalau kita enggak merawatnya, sedangkan sepeda murah bisa awet kalau kita bisa memberikan perawatan yang baik.

Sebelum Bikin Kartu Kredit, Pertimbangkan Dulu 5 Hal Berikut!

3. Lengkapi peralatan

Nah, ngomongin soal safety tools, selain membeli sepedanya, jangan lupa juga untuk melengkapi printilan yang menambah keamanan tren bersepeda yang kamu lakukan.

Misalnya, helm, ini wajib. Lalu, pakailah sepatu yang layak juga ketika bersepeda. Kamu mungkin juga butuh botol minum dan bottle cage-nya, juga cycling pants. Bagaimana dengan goggle, butuh juga enggak? Oh, jangan lupa pasang flasher juga, demi keamanan kalau bersepeda malam atau pagi hari. And also cases, sarung tangan, jas hujan, pompa sepeda, ban dalam cadangan, ….

Loh, kok, banyak juga ya?

4. Anggarkan!

Nah, berarti hal keempat ini penting untuk kamu lakukan seiring tren bersepeda yang semakin ngehits: membuat anggaran untuk pembiayaan hobimu.

Memang butuh banyak perlengkapan agar hobi bersepedanya bisa aman dan nyaman dilakukan, dan bisa bertahan lama. Namun, enggak semuanya harus dilengkapi dengan segera. Kamu bisa membuat anggaran untuk bersepeda dengan menyusun prioritas.

Misalnya, helm jelas harus punya. Sepatu, kalau kamu sudah punya running shoes alias sepatu lari atau sneakers ya sepertinya sudah cukup dulu untuk sementara. Begitu juga dengan cycling pants, kalau kamu sudah punya celana training, ya itu juga sudah bisa dipakai.

Flasher ini penting, apalagi jika kamu gemar bersepeda menjelang sore atau subuh-subuh. Kondisi remang-remang kadang membuat mata rada-rada kabur gitu. Jadi, buat dirimu sendiri “terlihat” ketika bersepeda. Tak jarang, pesepeda ini karena saking santainya jadi enggak kelihatan oleh pengguna jalan yang lain loh. Begitu dekat baru deh gelagapan.

Jas hujan juga penting, apalagi kalau nanti sudah masuk musim penghujan. Tetapi jas hujan ada yang enggak terlalu mahal, jadi seharusnya sih enggak terlalu berat di ongkos untuk membelinya. Sarung tangan penting, agar lebih enak menggenggam setang sepeda. Tetapi, misalnya belum punya, juga enggak masalah. Next budget bisa dianggarkan lagi.

Nah, dengan menyusun prioritas seperti ini, tentunya tren bersepeda enggak jadi hobi baru yang mahal kan?

5 Hal tentang Alokasi Arus Kas di Masa Karantina Mandiri

5. Tetap utamakan keselamatan

Keamanan dan keselamatan adalah yang paling utama. Jangan bersepeda berjajar di jalan umum, yang enggak hanya digunakan untuk sepeda saja. Pakai semua perlengkapan keamananmu.

Dan, yang paling penting: taati protokol kesehatan. Pakai masker dan/atau face shield, jangan bergerombol, dan tetap jaga jarak satu sama lain.

Percuma tren bersepeda berkembang, kalau kemudian bikin kluster penularan penyakit baru.

Nah, semoga tren bersepeda ini enggak cuma tren sesaat ya. Jaga kesehatanmu, dan orang-orang tercintamu.

Yuk, belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi! Ikuti kelas-kelas finansial online QM Financial, pilih sesuai kebutuhanmu.

Stay tuned di akun Instagram QM Financial untuk berbagai update dan info seputar keuangan, agar kita lebih bijak dalam mengambil keputusan penting untuk hidup kita ke depan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

Berkarir bersama QM

QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

Keep in Touch