| Forget the financial plan, let’s grab the dream NOW !! |
| Saturday, 29 May 2010 | |
|
Menjadi seorang financial planner, saya selalu membuat rencana keuangan yang tertata, buat klien maupun diri saya sendiri. Tapi, ketika suatu hari disela sela obrolan lunch bareng, teman saya bilang, “ja, ikut yuk ke Afrika, naik gunung Kilimanjaro, bulan depan kita berangkat, kabarin ya minggu depan”.....deng.....langsung sejak hari itu, rencana keuangan saya mendadak berubah drastis. Pernahkah berada dalam situasi seperti saya saat itu ? – a little bit crazy and insane, ha ha ha, yuk mari kita cari uangnya dari mana. Dana Liburan inilah budget utama yang bisa digunakan. Singkirkan semua rencana jalan jalan tahun ini, sisihkan sedikit untuk jalan-jalan ‘murah meriah lucu’ di dalam kota atau sedikit diluar kota bersama keluarga. Jangan lupa ngobrol sama keluarga untuk penggunaan dana ini. Berhubung dana liburan menyangkut kesenangan satu keluarga, tetap harus ada jatah jalan jalan keluarga, walaupun dengan senang hati terpaksa kita switch tahun ini. Dana jalan-jalan 1 atau 2 tahun kedepan yang sudah kita cicil saat ini, bisa juga kita pakai. Berarti tujuan jalan jalan tersebut, dimajukan saat ini dengan dana yang tersedia sekarang. Dana Shopping Maaf sekali, tahun ini tutup mata, tutup telinga, tutup hati, lupakan sepatu baru, tas baru, handphone baru, baju, acessories lucu....apalagi ya, hiks. Ini judulnya kesusahan membuahkan kesenangan. Harus ada yang dikorbankan dong. Yang pasti, pulang dari jalan-jalan, kita harus kerja keras supaya bonusnya lebih tinggi. Siapa tau ada kelebihan bonus yang bisa dipake buat belanja lagi, asiiiik Dana ‘Printilan’ Nah, inilah waktunya yang sangat tepat untuk mengumpulkan recehan dari seluruh keuangan kita. Apa saja yang termasuk dalam hal-hal yang ‘printilan’, contohnya :
Dana Lain Lihat lagi rencana keuangan yang sudah kita buat. Cek tujuan yang tidak prioritas dan masih bisa dimundurkan waktunya. Misalnya anggaran untuk ganti mobil tahun depan, anggaran dapur baru atau anggaran renovasi rumah. Dana yang sudah tersedia dapat kita gunakan dulu. Selanjutnya, mari kita berhitung lagi untuk tujuan tadi. Soft Loan : Dana Darurat Masih kurang ??? Mulai sedikit menyimpang dari misi Dana Darurat, sebagai bantalan dari seluruh rencana keuangan kita. Jalan-jalan kali ini artinya ‘sangat darurat’ wa kak kak. Sudah seberapa besar dana darurat yang kita punya? 9 x biaya bulanan, mmmmm boleh ya dipinjam 1 atau 2 x biaya bulanan. Soft loan ini adalah hutang yang harus kita bayar, tanpa bunga, kepada diri kita sendiri. Buat jadwal pembayaran untuk melunasi hutang kita ini, dicicil dalam waktu 6 bulan, 9 bulan atau bahkan 12 bulan. Strategi kali ini, sedikit berbahaya. Kenapa berbahaya? Karena kita menggunakan dana darurat keluarga, dan pembayaran hutang kepada diri sendiri itu sering menjadi prioritas terakhir dalam list pengeluaran bulanan kita. Jadi harus disiplin untuk membayarnya. Gunakan cara ini sebagai alternatif yang terakhir. Dont’s :
Finance Should be Practical! |