Articles

Hai Para Pemilik Bisnis, Kamu Juga Perlu Financial Check Up, Lho!

Kamu punya usaha? Udah berapa lama? Udah gajian dari usahanya? Atau bagi profit? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering didengar oleh para pemilik usaha. Jika karyawan menghadapi masalah finansial bagaimana mengelola gaji dalam keuangan pribadinya, maka pemilik usaha punya tugas tambahan mengelola keuangan usahanya, selain mengelola keuangan pribadinya.

Artinya, wahai para pemilik bisnis, kamu juga perlu financial check up, lho! Ini dia beberapa tipsnya!

mobile-791071_1920

1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Jika kamu masih mencampur adukkan keuangan pribadi dan usaha, pisahkan segera! Buat rekening terpisah untuk keduanya. Punya rekening bisnis menunjukkan kamu serius menjalankan usahamu dan bukan sekedar hobi di kala senggang. Jika nantinya bisnismu semakin berkembang, rekening  terpisah akan membantumu membuat badan usaha, mengurus pajak, membuat laporan keuangan dan lain-lain.

Disiplinlah dalam melakukan hal ini walaupun skala bisnismu masih kecil. Semua dana pribadi yang kamu masukkan ke dalam bisnis harus dihitung sebagai modal dan dicatat penggunaannya secara rinci. Buat laporan keuangan sederhana secara rutin untuk memudahkan kamu melakukan financial check up untuk bisnis kamu. Jangan segan untuk meminta bantuan profesional jika angka dan rumus bukan hal yang kamu kuasai dengan baik.

2. Realisasi vs Proyeksi

Dalam keuangan pribadi, kesehatan keuangan diketahui dengan cara membandingkan kondisi aktual dengan beberapa rasio keuangan. Pada bisnis, selain rasio keuangan, idealnya kondisi saat ini juga dibandingkan dengan proyeksi atau target yang telah ditentukan.

Seberapa besar pengeluaran usaha kamu meningkat dibandingkan penjualan? Bagaimana dengan cashflow? Apakah sumber daya sudah dimanfaatkan maksimal? Kondisi aktual yang akurat akan membantu kamu menentukan target berikutnya. Berbeda dengan check up keuangan pribadi yang pada umumnya bersifat jangka pendek, financial check up pada bisnis akan digunakan untuk menentukan target jangka pendek, menengah bahkan panjang.

3. Gaji vs Profit

Sebagai pemilik, bagaimanakah kamu mendapatkan uang dari bisnis? Apakah kamu digaji tetap atau mengambil sebagian dari profit? Dalam prakteknya, pemilik seringkali mendapat bagian paling akhir dari bisnisnya sendiri setelah biaya operasional, gaji karyawan dan lain-lain. Jika bisnis kamu sudah mampu menggajimu sebagai pemilik dengan tetap artinya bisnismu sudah lebih mapan.

Namun, pastikan pendapatan yang kamu peroleh dari bisnismu mampu memenuhi kebutuhan keuangan pribadimu termasuk kebutuhan menabung dan berinvestasi. Pada akhirnya, jika bisnis kamu tidak mampu membantumu mencapai target atau tujuan finansial pribadimu, mungkin waktunya untuk membuat perubahan besar.

Mungkin bisnis kamu belum berjalan mulus dan masih perlu banyak perbaikan. Namun perencanaan yang baik dan financial check up secara rutin akan membantu memastikan bahwa kamu bergerak ke arah yang benar, dalam keuangan bisnis dan keuangan pribadimu.

Yuk, kelola dan kembangkan bisnismu secara profesional!

Yasmeen Danu, CFP® / QM Planner


Hubungi QM Financial untuk berdiskusi lebih lanjut tentang pengelolaan keuangan bisnismu, termasuk financial check up baik bisnis maupun pribadi. WA: 08111500688 / email: info@qmfinancial.com

 

 

TOPICS

SHARE THIS ARTICLE

Diskusi yuk!

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch