Articles, Topik Terkini

Kanker Payudara, Momok Bagi Perempuan Sedunia, Bagaimana Menghadapinya?

“Wah Jupe berani banget, botakin rambutnya!” Itu komentar saya pertama kali, saat melihat berita tentang Jupe beberapa waktu lalu. Padahal, profesinya sebagai artis menuntut kesempurnaan penampilan, lho! Dengan berani, ia membabat habis rambutnya untuk men-support para penderita kanker.

Kita pun tahu bahwa Julia Perez juga pernah mengidap penyakit kanker serviks (leher rahim). Di awal tahun 2015, aktris ini mengumumkan bahwa ia telah sembuh dari penyakit kanker.

Di dunia, kanker ternyata merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit kardiovaskular. Ternyata, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi yang diidap oleh perempuan.

cancer-390322_1920

Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012, kanker payudara merupakan jenis kanker dengan persentase kasus baru tertinggi, yaitu sebesar 43,3% dan persentase kematian sebesar 12,9%. Data tersebut juga dikonfirmasi dengan data dari Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais, bahwa antara tahun 2010–2013, kanker payudara merupakan kasus baru dan penyebab kematian terbanyak yang ditangani oleh RS Dharmais.

Kanker sendiri ada beberapa tahap/stadium. Stadium 1-2 adalah stadium awal dan stadium 3-4 bisa dikatakan stadium lanjut. Penentuan stadium tergantung dari seberapa parah penyakit kanker tersebut sudah membesar dan menyebar (metastasis). Beberapa tindakan medis yang biasanya dijalani oleh penderita kanker adalah radioterapi/penyinaran, kemoterapi dan operasi. Sebagai gambaran, biaya tindakan medis untuk radioterapi sekitar 10-30 juta, biaya tindakan kemoterapi sekitar 2-10 juta untuk satu kali sesi, biaya tindakan operasi sekitar 7–70 juta tergantung dari kompleksitas operasinya. Penderita kanker stadium 3-4 biasanya harus mengalami kemoterapi dulu. baru bisa dilakukan operasi pengangkatan sel kanker.

Karena biaya yang sangat tinggi untuk berobat, tentunya sangat penting bagi penderita kanker untuk memiliki proteksi asuransi kesehatan. Ada beberapa asuransi yang bisa membantu biaya pengobatan penyakit kritis.

Yang pertama adalah BPJS kesehatan, yang meng-cover biaya rawat jalan, rawat inap, radioterapi, kemoterapi dan operasi. Besarnya manfaat dari BPJS kesehatan ini seharusnya membuat seluruh masyarakat Indonesia sadar mengenai pentingnya memiliki asuransi ini.

Asuransi lain yang bisa membantu biaya pengobatan kanker adalah asuransi kesehatan yang bisa meng-cover biaya rawat jalan, rawat inap dan operasi. Atau alternatif berikutnya, yaitu asuransi penyakit kritis. Pada dasarnya, uang pertanggungan bisa cair jika tertanggung menderita penyakit yang ditanggung dalam polis. Sebagai tambahan, pemilik polis/tertanggung harus mengecek ketentuan kondisi pencairan asuransi penyakit kritis sebelum membeli polis asuransi penyakit kritis.

Jika menilik kembali data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012, persentase kematian yang jauh lebih rendah dibanding persentase kasus baru menunjukkan bahwa jika setiap perempuan semakin aware dan semakin cepat menangani penyakit kanker tersebut, maka kemungkinan untuk sembuh akan semakin tinggi.

Yang tak kalah penting, adalah upaya untuk melakukan pencegahan, dengan mempertimbangkan faktor risiko, memiliki pola hidup yang sehat, baik dari pola makan, istirahat dan olahraga, serta secara rutin melakukan cek secara rutin.

Jerry A. Pessiwarisa, CFP / QM Planner

TOPICS

SHARE THIS ARTICLE

Diskusi yuk!

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch