Practical Tips

Menakar MAMPU TIDAK, Yuk Berkurban!

Zumi Zumi Zumi
Kumpul kumpul kumpul
Air Air Air dikaki Ismail
Ayah Ibrahim Ibunya Siti Hajar
Berlari Tujuh kali Sofa dan Marwah, Haiii!!!!!”

Lagu itu adalah lagu tentang asal usul Air Zamzam yang setiap pagi dan sore  dinyanyikan Za (anak perempuan saya). Dari nama-nama tersebut mengingatkan saya akan cerita”Kisah Nabi Ibrahim” di mana keimanan, keikhlasan dan kesabaran mereka berkali-kali diuji.

Salah satu ujiannya adalah perintah Allah SWT melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail!”. Karena keimananan, keikhalasan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS perintah itu dilaksanakan sampai akhirnya dengan kebesaran Allah SWT maka Ismail digantikan dengan seekor domba kibas. Hari itu kita kenal sebagai Hari Raya Idul Kurban (Idul Adha).

Hari Raya Idul Adha diperingati oleh umat Islam pada tanggal 10-13 Dzulhijjah dan hukum berkurban mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum adalah Sunnah muakkad (sunnah yang ditekankan). Yang artinya Makruh hukumnya untuk tidak melaksanakannya jika mampu. Sebagian ulama lain berpendapat hukumnya Sunnah yang Wajib atas setiap keluarga, yang mampu melakukannya. Ini berdasarkan firman Allah : “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah” (Q.S Al-Kautsar : 2) dan sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka hendaklah ia mengulangi” (Muttafaq ‘Alaihi).

Kata Mampu menurut Imam Syafi’i dalam berqurban adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.

Dari sini timbul pertanyaan, apakah kita termasuk golongan tersebut?. Karena kita terkadang suka merasa gaji kita kurang dan hanya cukup untuk biaya hidup. Padahal di belakang itu kita suka sekali akan:

  • Ngopi-ngopi di cafe
  • Jalan-jalan & makan ke mall
  • Nonton film di bioskop
  • Ke mana-mana naik taksi (?)                                  VS Masa Kurban Gak Mampu
  • Jalan-jalan ke luar kota
  • Bahkan keluar negeri (?)
  • Beli tas mahal
  • Gonta ganti gadget

Niat baik memang selalu banyak rintangannya dan malas untuk dikerjakan. Saya jadi teringat akan cerita si tukang bakso. Ketika menerima uang dari penjualan baksonya si bapak tukang bakso ini selalu membagi uangnnya menjadi tiga :

  1. Dompet -> untuk menafkahi keluarga
  2. Kotak kecil -> untuk dana kurban
  3. Kaleng bekas -> untuk dana Haji

yang menurut si tukang bakso ini mempunyai tujuan sederhana, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi haknya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim.

Dengan niat dan tujuan yang jelas si bapak tukang bakso itu berhasil melakukan kurban setiap tahun selama dia menjadi penjual bakso.

Belajar dari sibapak tukang bakso yuk!! kita niatkan bahwa kita juga bisa dan mampu. Agar tujuan mulia kita bisa tercapai setiap tahun. Berikut ini tipsnya:

  1. Niat / Tujuan
    Contoh “DANA Kurban Kambing” atau “Dana Kurban Sapi”
  1. Target
    Kira-kira pada Idul Adha tahun ini kita mau berkurban apa? (SAPI atau Kambing). Berapa Harga sapi tersebut??(tentukan harga hewan yang ingin kita beli)
  1. Jangka waktu
    Berkurban dilakukan setiap satu tahun sekali. Itu artinya kita punya waktu sekitar Sebelas bulan untuk mulai meyisihkan uang agar dananya terkumpul.
  1. Sumber Dana
    • Penghasilan Bulanan
      Setiap terima gaji segera pisahkan uang tersebut kedalam pos DANA Kurban
    • Penghasilan Tahunan yaitu THR atau Bonus
      Setelah menerima uang ini segera pisahkan uang tersebut sebagai pengeluaran tahunan (dana Kurban)
  2. Pembelian Hewan Kurban
    • Beli sendiri
      Beberapa kriteria hewan yang tidak boleh dikurbankan atau pantangan yang harus dihindari:

      • Matanya buta sebelah (yang jelas atau tampak)
      • Sakit yang ciri-cirinya nampak jelas
      • Pincang yang menghalangi hewan tersebut untuk bisa berjalan sepert bisanya
      • Sangat kurus
    • Lembaga atau Mesjid
      Mengikuti paket yang sudah ditentukan oleh lembaga atau Masjid tersebut. Buat kita yang tidak mau repot pilihan ini bisa lebih praktis dan tidak perlu repot dalam memilih hewan kurban.

Demikianlah cerita mengenai Idul Kurban, semoga bermanfaat dan bisa dipraktekan.

Beberapa sumber yang bisa menjadi referensi tentang Qurban bisa Anda baca juga di sini:

 

Semoga bermanfaat.

 

Marhaini/Finance Officer

SHARE THIS ARTICLE

Diskusi yuk!

Be the First to Comment!

Notify of
avatar

wpDiscuz

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch