#QMPlan, Articles

Punya Gaji Besar Tapi Nggak Punya Tabungan ? Ada Yang Salah, Nih!

It’s not how much you earn, it’s how much you save that matters.

Punya gaji besar nggak menjamin seseorang bisa memiliki tabungan. Begitu pula dengan gaji kecil, bukan berarti tabungan yang dimiliki pun kecil. Seharusnya sih, semakin besar gaji seseorang maka akan semakin besar pula kemampuan untuk menyisihkan untuk tabungan.

Tetapi kenapa orang yang bergaji besar tidak memiliki tabungan?

Ternyata yang penting bukan besar kecilnya pendapatan, tetapi pola pikir (mindset) dan cara mengelola keuangan yang salah.

Jika kamu mengalami hal ini, berarti ada yang salah dengan caramu mengatur keuangan. Suka bingung di akhir bulan, ke mana saja perginya gaji sebulan?

Nah, ini adalah 5 penyebab mengapa seseorang bergaji besar, tetapi tidak memiliki tabungan :

1. Gaji Besar, Pengeluaran pun Meningkat

Fakta membuktikan, ketika gaji seseorang mengalami kenaikan maka pengeluaran pun akan mengalami peningkatan. Malah terkadang, pengeluaran meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan pendapatan. Salah banget, kan?

Meningkatkan standar hidup memang tidak ada salahnya, namun jika tidak sesuai dengan kemampuan, maka Anda akan mengalami kesulitan.

2. Tidak Bisa Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Buatlah batasan yang jelas antara kebutuhan dan keinginan. Buat prioritas, dan pikirkan kembali sebelum mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu. Nggak semua keinginan harus dipenuhi seketika, lho!

3. Tidak Pernah Mencatat Arus Kas Keuangan

Kelihatannya sepele, namun kegiatan mencatat pemasukan dan pengeluaran ini bisa jadi merupakan salah satu penyebab kamu sulit mengendalikan keuangan. Melakukan pencatatan secara terus-menerus bisa jadi merepotkan, tapi coba lakukan eksperimen selama 30 hari, misalnya. Pahami pola pengeluaranmu dan kendalikan ‘bocor halus’ yang seringkali terjadi.

4. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan

Ketika masih muda, rasanya wajar untuk menikmati hasil kerja keras, kan ya? Toh kamu sekarang sudah menghasilkan uang sendiri. Masih ada sejumlah uang di rekening yang menunggu dihabiskan, sebelum gajian bulan berikutnya, hehe..

Nah, pola pikir seperti ini yang harus diubah. Coba pikirkan tujuan keuanganmu, mulai dari jangka pendek hingga panjang. Baik untuk tujuan keuangan yang ‘hore-hore’, hingga yang lebih serius. Bisa dana untuk berlibur, membeli gadget baru, membeli properti dan kendaraan, hingga dana pensiun.

Tunda pengeluaran saat ini dan berinvestasi untuk memenuhi kebutuhanmu di masa datang.

5. Konsumtif dan Gengsi

Penyebab terakhir, dan yang sering dihadapi oleh orang-orang bergaji tinggi, terutama di kota-kota besar, adalah hidup konsumtif untuk menjaga gengsi dan mendapatkan pengakuan. Nggak ada salahnya, sih.. sepanjang investasi untuk tujuan keuanganmu sudah on track.

Yang jadi masalah, seringkali seseorang sudah merasa kaya, padahal belum mampu!

Kelima hal di atas adalah kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan kamu nggak bisa menabung dan berinvestasi. Pendapatan yang naik bukanlah pendorong untuk meningkatkan gaya hidupmu. Sekarang saatnya kamu memilih, mau hidup lebih sejahtera atau hidup dengan gaji besar tapi tidak sejahtera?

Nita Kurniawati / Sales

 

TOPICS

SHARE THIS ARTICLE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Offices

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Gedung Spazio Lt 6 Unit S632
Kompleks Graha Festival
Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav 3
Surabaya 60226, Indonesia
Telp: (031) 99001241
Email: surabaya@qmfinancial.com

Keep in Touch