Planner Blog

Persiapan Matang, Melahirkan Tenang

 

Waah gak terasa 3 bulan lagi gw melahirkan. Bahagia plus deg-degan rasanya. Bagaimana gak? Ini adalah pengalaman pertama gw dan gw harus mencari tau apa aja persiapan melahirkan itu. Sebagai calon orang tua, gw harus menyiapkan semuanya dengan sangat matang. Setidaknya ada beberapa hal yang harus gw persiapkan menjelang kelahiran my baby.

 

Sebagai  calon orang tua baru, hal pertama yang muncul dalam otak gw dan suami tidak ada hal lain yaitu mempersiapkan keuangan keluarga dalam menyongsong kelahiran bayi kita.

Kenapa? Ya jelas dong, selama gw hamil, setiap sebulan sekali gw harus pergi memeriksakan kandungan gw ke dokter spesialis kandungan. Itu kan butuh biaya. Kemudian ketika gw akan melahirkan, itu juga butuh biaya. Belum lagi kalau kelahirannya menggunakan alat, induksi maupun operasi caesar, maka biayanya bisa lebih besar lagi.

 

Gw juga harus keluar uang untuk membeli segala macam perlengkapan melahirkan dan bayi. Bukan cuma itu. Kami harus mengevaluasi lagi kebiasaan belanja keluarga selama ini karena ini adalah saatnya untuk menambah tabungan dalam keluarga.

Di bawah ini adalah langkah-langkah yang perlu gw lakukan dengan suami menyongsong kelahiran bayi kita:

 

 

1. Menentukan di mana gw akan melahirkan dan cek berapa biayanya

Hal ini penting banget untuk gw dan suami agar kita berdua bisa mengetahui berapa perkiraan biaya persalinan yang mungkin akan kita keluarkan. Pilihan tempat melahirkan biasanya ada dua: Rumah Sakit atau Klinik Bersalin.

Selain itu, kita juga harus memilih lokasinya. Gw dan suami memilih tempat bersalin yang dekat dengan rumah. Setelah memilih lokasi, kita harus menghubungi RS atau Klinik Bersalin tersebut untuk mengecek berapa perkiraan biaya yang perlu kita keluarkan kalau mau melahirkan di situ. Kalau ternyata kita harus ke lokasi tersbut menggunakan kendaraan pribadi, tapi nyatanya kita gak punya kendaraan pribadi, maka kita juga harus menyiapkan dana tambahan untuk transportasi pada saat persalinan.

Gw dan suami juga harus melihat bagaimana suasananya. Apakah cukup nyaman?

 

2. Siapkan budget untuk persalinan

Gw dan suami harus menyiapkan dana persalinan dengan perkiraan biaya tertinggi, misalnya kalo gw mau melahirkan secara normal di kelas I/VIP, maka gw dan suami harus menganggarkan dana secara Caesar di kelas I/VIP pula. Tujuannya gak lain adalah untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, toh kalaupun ternyata gw melahirkan secara normal, dana yang kita anggarkan sebelumnya bisa kita alihkan ke tujuan yang lain.

 

3. Mulai menabung menyongsong hari bahagia itu

Karena kantor gw tidak menanggung biaya persalinan, dan suami gw juga usaha sendiri/wiraswasta, maka gw dan suami harus menyiapkan sendiri dana persalinan itu. Ada dua cara menabung yang bisa digunakan. Yang pertama adalah dengan menabung secara rutin setiap bulan, yang kedua adalah dengan menabung sekali saja. Cara kedua bisa digunakan kalau pada saat ini kita sudah mempunyai sejumlah dana yang bisa dimanfaatkan.

Ada dua instrumen produk keuagan untuk menaruh dana persiapan melahirkan ini: Tabungan dan Deposito. Kalau kita mau menabung secara rutin setiap bulan, kita bisa menyimpan dana tersebut di tabungan, karena tidak akan berkurang nilai nominalnya dan bisa diambil sewaktu-waktu.

Kalau gw mau melakukan investasi sekali saja, maka bisa memasukkan uang nya ke alternatif investasi yang kedua, yaitu deposito dengan jangka waktu yang pendek, seperti deposito berjangka waktu 1 bulan. Dengan demikian, setiap satu bulan sekali gw bisa mengevaluasi apakah gw akan tetap menaruh uang gw di deposito itu, atau mengambilnya apabila diperlukan.

 

4. Mulai menabung untuk acara Syukuran atau Aqiqah

Sebagai rasa syukur gw dan suami yang sudah diberi anugrah terindah dalam hidup ini, setelah bayi kita lahir, beberapa hari  kemudian kita akan megadakan acara syukuran atau Aqiqahan. Untuk bayi laki-laki kita harus memotong dua ekor kambing sedangkan untuk bayi perempuan kita cuma harus memotong satu ekor kambing, Karena gw belum tau apakah bayi gw laki-laki atau perempuan, maka kita akan menganggarkan dana syukuran atau Aqiqahan untuk bayi laki-laki, sekali lagi, kalaupun toh anak kita perempuan, berarti kita punya dana lebih yang bisa kita alokasikan ketujuan yang lain J.

5. Belanja perlengkapan melahirkan dan perlengkapan bayi

Belanja perlengkapan melahirkan dan perlengkapan bayi baru lahir juga penting dilakukan. Sekarang ini sudah bayak sekali toko yang menjual perlengkapan melahirkan dan perlengkapan bayi baru lahir, ada yang secara online atau kita juga bisa datang langsung ke tokonya. Ada kelemahan kalau kita belanja perlengkapan tersebut via online: kita gak bisa menawar harga yang sudah ada, kita gak bisa lihat kualitas dari barang yang akan kita beli dan terkadang barang yang kita beli juga tidak pas dipakai. Tapi ada satu kelebihan dari online shopping: kita ga perlu gotong-gotong barang tersebut. Kita cukup bayar biaya pengirima  dan beberapa hari kemudian.. ”trrrriiiing” barangnya sudah sampai ke tempat yang kita mau.

 

Jadi ayo calon ibu dan ayah siaga, mari persiapkan kelahiran buah hati dengan matang. Persiapan matang, melahirkanpun tenang.

 
sumber : http://namanakbayi.com/5-persiapan-menjelang-persalinan-melahirkan-bayi

Nita |CRO


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch