Planner Blog

Bulan Penuh Berkah

makan

 

Alhamdulillah bulan penuh berkah hadir kembali.

Pola yang selalu terjadi dari tahun ke tahun adalah naiknya harga bahan makanan. Bedanya  untuk tahun ini, kenaikannya cukup besar karena berdekatan dengan kenaikan BBM yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya tidak hanya harga bahan makanan yang naik tapi juga harga kebutuhan mendasar lainnya salah satunya gas.

Sudah seharusnya kita menyikapi kenaikan harga-harga tersebut dengan bijaksana karena suka atau tidak kita tetap harus mempersiapkan makanan selama Ramadhan.

Yang sangat mendasar adalah menyesuaikan anggaran rumah tangga secara menyeluruh agar pengeluaran sesuai dengan pendapatan sehingga dapat lebih fokus beribadah daripada mengeluh terus menerus akan kenaikan harga.

Langkah-langkah menyiasati anggaran rumah tangga saat Ramadhan:

  • Menentukan menu. Buatlah menu yang disukai semua anggota keluarga dengan mengajak seluruh anggota keluarga untuk menentukan bersama. Sebagai contoh untuk hari Senin kakak yang menentukan menu berbuka dengan kolak pisang lalu ingin makan ayam panggang dengan tumis kangkung.  Lalu Selasa ditentukan oleh adik, Rabu oleh ayah dan Kamis oleh ibu. Begitu seterusnya. Saat ini informasi mengenai menu sederhana yang kreatif dapat dengan mudah diperoleh di berbagai media.
  • Menentukan jumlah. Ketika berbelanja bahan makanan juga harus diperhatikan jumlahnya. Jika terbiasa membeli harian maka belilah secukupnya untuk langsung dikelola pada hari itu.  Jika menyiapkan menu untuk 4 orang maka mungkin agak berlebihan rasanya  bila membeli kue basah sebanyak 50 potong untuk sekali berbuka. Atau menyiapkan makanan berbuka seperti ayam panggang  4 ekor untuk satu hari.
  • Kelola sisa dengan kreatif. Pengelolaan sisa makanan juga penting daripada makanan terbuang, lebih baik memaksimalkan bahan makanan yang sudah ada sehingga mempermudah persiapan memasak. Misalnya masih terdapat sisa ayam panggang dari berbuka puasa maka dapat digunakan untuk membuat nasi goreng ayam ketika sahur. Contoh lain misalnya adanya sisa bihun goreng yang dapat digunakan untuk membuat risol isi bihun untuk tambahan menu berbuka. Lebih baik membuat gorengan sendiri daripada beli di luar yang tidak jelas penggunaan minyaknya.

Semoga dengan pengelolaan menu tersebut anggaran rumah tangga bisa disesuaikan dengan baik.

Selamat mencoba!

Titis Syahluddin| Planner| @titis_ts

 

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

    Berkarir bersama QM

    QM Financial memiliki mimpi mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

    Keep in Touch