Liputan

Perjanjian Pranikah

pic from gettyimages

pic from gettyimages

“Belum nikah kok udah mikirin cerai sih?”

Itulah pertanyaan yang sering gue denger saat  mempersiapkan pernikahan beberapa tahun lalu dan memutuskan untuk membuat Perjanjian Pranikah. Selain dilarang agama yang dianut, memang tidak ada sama sekali pikiran untuk cerai di kepala gue.

Lalu kenapa gue memilih membuat Perjanjian Pranikah? Itu untuk melindungi keluarga gue kelak. Kalau misalnya suatu hari gue tersangkut masalah hukum yang menyebabkan harus disitanya harta benda gue, harapannya dengan adanya perjanjian pranikah ini, harta yang diperoleh istri gue dan harta atas namanya tidak disita. Jadi kehidupan keluarga gue tidak akan terganggu karena hal tersebut.

Saat penyusunan perjanjian pranikah ini, gue dibantu oleh seorang teman yang berprofesi sebagai pengacara. Inti dari perjanjian pranikah itu adalah memisahkan harta bawaan yang didapat sebelum menikah dan harta yang diperoleh setelah menikah adalah milik masing-masing. Oh iya, kalau misalnya sampai suatu saat bercerai (amit-amit *knock on woods*), di perjanjian pra nikah juga diatur bahwa gue sebagai suami juga wajib memberi nafkah kepada istri untuk mencukupi kebutuhan anak kami. Setelah semua isi dari perjanjian pranikah ini disepakati, kami pun menandatangani perjanjian  ini di hadapan notaris dan kemudian didaftarkan di kantor catatan sipil.

Lalu dengan adanya perjanjian pranikah ini apa membuat gue dan istri jadi mengurus keuangan keluarga kami secara “elu-elu, gue-gue”? Ya enggak lah. Gue dan istri selalu membahas berapa penghasilan yang kami terima setiap bulan, alokasi investasi, pembayaran cicilan dan tagihan-tagihan rumah tangga, baru terakhir, berapa yang bisa dipakai untuk bersenang-senang. Jadi perjanjian pranikah ini bukan alasan untuk cuek dan tidak mau tahu kondisi keuangan pasangan, karena financial plan keluarga kami tidak akan jalan kalau tidak ada komunikasi.

Kalau mau disimpulkan, sebenarnya perjanjian pranikah ini sifatnya jadi seperti asuransi. Memang belum tentu terpakai, tapi kalau suatu saat terjadi sesuatu yang bisa membahayakan keuangan keluarga kami, paling gak gue udah ada perjanjian ini buat jaga-jaga.

Jadi lain kali, kalau ada orang mau buat perjanjian pranikah, jangan parno dulu dan nyangkain mau cerai ya.. :D

Mario| Sales and Project Manager|@fxmario

*artikel terkait dapat dibaca di sini

TOPICS


Satu tanggapan untuk “Perjanjian Pranikah”

  1. […] *artikel terkait dapat dibaca di sini […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Grand Wijaya Centre Blok A no.3-4
Jl. Wijaya II, Pulo-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Anda juga dapat menghubungi kami melalui:
WhatsApp/SMS/Call: 08111500688
Email: info@qmfinancial.com

atau silakan isi form kontak berikut:

Berkarir bersama QM

QM Financial adalah sebuah perusahaan perencana keuangan independen yang terus berkembang. Jika Anda memiliki passion dalam perencanaan keuangan, Anda dapat mengirimkan CV dan menceritakan kenapa Anda tertarik untuk bergabung dengan kami serta bagaimana cara Anda dapat berkontribusi melalui surel ke hr@qmfinancial.com

Keep in Touch