#finclic

#FinClic 24 Februari: Asuransi Kesehatan untuk Non-Karyawan

Gw mau bahas asuransi lagi. Asuransi untuk yang bukan karyawan. Di #FinClic ya. Seperti biasa….

Berkali-kali sudah dibahas ya : semua orang tanpa kecuali harus punya Asuransi Kesehatan. Kalau karyawan gimana. Non karyawan gimana. #FinClic

Kalau sakit pilihannya apa aja : homeopathy, selfhealing, ke doktet rawat jalan, dirawat rumah sakit. #FinClic

Minimal perlu punya BPJS Kesehatan. Dengan semua kelemahannya, masih lebih banyak kelebihannya. BPJS buka akses lindung yang tak terbayang sebelumnya. #FinClic

Ada argumen yang bilang sudah cukup BPJS Kesehatan. Gak perlu asuransi tambahan. Gw belum setuju. Gw setuju kombinasinya. #FinClic

Kalau lo karyawan, harusnya ada BPJS Kesehatan dari kantor + mungkin asuransi kesehatan lain dari kantor. Coba cek fasilitasnya. #FinClic

Yang jualan asuransi boleh lho quote gw : kata Ligwina masih perlu asuransi kesehatan swasta. Yang gak perlu itu unitlink :p *ampunkaaaaak* #FinClic

Asuransi kesehatan masih perlu kalau gak mau ribet. Kejadiannya gw dua anak gantian demam/muntaber. Cuss langsung masuk RS. No fuss. No cash. #FinClic

Nah dari asuransi kesehatan swasta ini biasanya ada excess. Tergantung fasilitas dan kejadian. Bisa ratus-ratus ribu atau jutaan. Bayarnya pake apa? #FinClic

Excess rawat inap bisa pakai Dana Darurat aja. Emang itu gunanya. Atau di beberapa kasus ketolong Asuransi Santunan Harian. Variasinya macam-macam. #FinClic

Yang rada kasian Asuaransi Penyakit Kritis. Dengan BPJS Kesehatan, banyak yang merasa gak perlu lagi Asuransi Penyakit Kritis ini. #FinClic

#FinClic RT @Giovanni_Id karena opininya penyakit kritis dicover BPJS juga pengobatannya, tapi gak ada cash yang keluar kayak di asuransi penyakit kritis

RT @tipsbisnisUMKM: @mrshananto ini dia nih kultwit yang ditunggu para pengusaha (terutama UKM) :) #FinClic

Kelemahan Asuransi Penyakit Kritis : syarat berat (ada yang harus kritis tis banget), risiko rendah (tergantung orangnya), jumlah dana belum tentu cocok. #FinClic

Kelebihan asuransi penyakit kritis. Gw ketemu kasus, berobat kanker ke SG pake askes kantor. Asuransi penyakit kritisnya dipake untuk tiket akomodasi #FinClic

RT @panggilakuputri: @mrshananto di kantorku karena musti pake bpjs kesehatan asuransi kesehatan swastanya diapusin mba :(

RT @milamichan: @mrshananto Alhamdulillah di kantor misua pake 2-2 nya sekarang teh.. BPJS kesehatan dan asuransi kesehatan swasta.. #FinClic

Jadi yang penting ada urutannya sebagai berikut : BPJS Kesehatan, Asuransi Kesehatan, Asuransi Jiwa, Asuransi Kecelakaan, Asuransi Perjalanan. Opsional : Asuransi Santunan dan Asuransi Penyakit Kritis #FinClic

Kalau dari daftar asuransi tadi ada yang lo gak mau beli, please pikirkan skenario terburuknya apa, gimana efek gak punya asuransinya. #FinClic

Kalau yang karyawan ada di kantor. Yang non karyawan gimana? Kerja sendiri : beli sendiri. Punya bisnis UKM : bisnisnya di-desain beliin asuransi! #FinClic

Nah! :)) Q1. RT @djalaal_hamzah kalau ikut sebanyak gitu asuransi nah kebagian apa kita dari gaji bulanan? #FinClic

A1. Hitungan gw premi asurasuransi < 10% gaji kita disetahunkan ditotal. Jadi harus priotitas mau yang mana. Affordable kok. @djalaal_hamzah #FinClic

 

Silakan scroll #FinClic untuk baca-baca tentang asuransi. Karyawan dan NonKaryawan sama-sama perlu lhoooo…

Non Karyawan itu macam-macam. Ada yang freelance (desainer), kerja sendiri (dokter) atau punya bisnis kecil. Pastikan kalian punya Asuransi ya! #FinClic

A2 a. Asuransi Santunan Harian: Kalau sakit dikasih cash harian. RT Q2. @rrestika__ kalo ‘santunan’ maksudnya kayak gimana mba ?. Belom paham Asuransi nih -,-

A2 b. Kalau Asuransi Kesehatan : dirawat di RS, tagihannya dibayarin. @rrestika__

A2 c. Kalau Asuransi jiwa : terjadi meninggal baru keluar uang untuk orang yang ditunjuk sebagai beneficiary. @rrestika__ END

 

Gue… ketakutan kalau ketemu pemilik bisnis yang gak tahu laporan keuangannya sendiri! :) tahu untung ruginya dari mana ateuh? Hayu beberes!

Ya jangan bilang punya bisnis. Bilang aja lagi dagang :) kas komplek aja ada catetan RT @DeadlockHeaven Kalau yang begitu, pake feeling sih biasanya.:)

STRESS. Orang beli asuransi kesehatan Rp8juta per tahun. Unitlink kali ya? Gw sering liat klien beli asuransi kesehatan murni sekeluarga 4 orang Rp6juta per tahun. Umur ngaruh juga sih

Seperti juga beli barang lain. Beli asuransi banding-banding  harga yah. Gak usah paling murah. Tapi kan gw stress. Rp8juta per tahun harusnya bisa untuk asuransi kesehatan 4 orang

Sampe hari ini…. gw masih menyebut biaya pendaftaran seminar gw sebagai : BIAYA :))) bukan INVESTASI :)))) makanya kelasnya gak 1000 orang :)))

LOL RT @Giovanni_Id kalau investasi, boleh nanti tanya “Setahun returnnya berapa? Mengalahkan inflasi gak? #keselekbuku

Suka-suka yang bikin acara lah :))) RT @keikosilalahi jadi seharusnya biaya atau investasi teh?

#3gratefulthings 1) twit #FinClic I just enjoy it 2) gak enak badan = pause button 3) senang liat anakku main sm mertuaku

 

Ligwina Hananto | @mrshananto | CEO


Satu tanggapan untuk “#FinClic 24 Februari: Asuransi Kesehatan untuk Non-Karyawan”

  1. […] ya, pertanyaan pertama Anda mungkin adalah ‘Kapan Perlu Beli Asuransi Kesehatan Sendiri?’, jawabannya bisa ditemukan di link ini. Jika sudah membaca artikel tersebut, dan Anda […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch