#QMBisnis, Articles, Liputan, Review

4 Tren di 2018 Untuk Keuntungan Bisnismu!

Menjelang akhir tahun, berbagai perusahaan mulai membuat strategi untuk tahun 2018. Menghitung kebutuhan pasar bulan depan mungkin dapat dilakukan minggu ini, tapi bagaimana memperkirakan kebutuhan tahun depan? Untuk membuat perkiraan tersebut sangat dibutuhkan informasi agar produk yang dimiliki dapat benar-benar menjawab kebutuhan pasar.

Ini dia bocoran tren 2018 untuk bisnismu!

Pernah ga berpikir kalau perubahan dunia berjalan begitu cepat? Inovasi  dalam 20 tahun terakhir terus berkembang, salah satunya adalah smartphone. Benda yang kini semakin canggih dalam memberikan kemudahan bagi penggunanya. Namun di sisi lain juga memberikan dampak buruk dalam hal kesehatan misalnya.

Inovasi yang muncul berkesinambungan menjadi sebuah tren. Tidak semua tren dapat diterima baik oleh masyarakat, dan tidak semua tren dapat berlangsung jangka panjang.

Di atas adalah beberapa insight yang saya dapatkan saat menghadiri seminar “Trends for 2018” dengan narasumber TrendWatching Asia pada 15 November 2017 di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Biasanya untuk mendengarkan seminar dari TrendWatching Asia minimal harus ke Singapura.

Tentunya akan ada banyak pendapat lainnya tentang tren yang akan bermunculan di tahun 2018. Saya merangkum dan memilih tren dengan perkembangan tercepat. Mau tahu bocorannya?

Berikut 4 tren utama di 2018 yang berpengaruh untuk bisnismu:

Status Sandcastle
Indonesia adalah pasar instagram terbesar di wilayah Asia Pasifik, dengan 45 juta pengguna. Komunitas instameet Jakarta adalah salah satu yang terbesar di dunia (Instagram, Juli 2017). Setiap orang butuh ‘status’ dalam hidupnya, Ia ingin dianggap tahu akan semua hal, mengikuti tren dan perubahan. Sebagai contoh adalah orang yang pertama berhasil memiliki keluaran produk limited edition merasa bangga akan pencapaiannya. Maka bisnis yang dapat menjawab kebutuhan dengan memanfaatkan situasi tersebutlah yang akan memenangkan pasar.

World on Wheels
6 dari 10 besar kota paling padat yang berada di Asia adalah Bangkok dan Jakarta. Orang-orang di Bangkok dan di Jakarta menghabiskan 24 hari dan 22 hari masing-masing dalam kemacetan dalam setahun (Tom Tom Traffic Index, November 2017). Hal ini berarti bahwa masyarakat Bangkok dan Jakarta masih nyaman untuk menggunakan mobil pribadi sembari menunggu infrastruktur yang memadai. Ini menjadi peluang beberapa bisnis untuk memanfaatkan hal tersebut. Contoh yang paling gampang adalah TongTol, tongkat yang digunakan untuk menempelkan kartu gerbang otomatis lebih mudah tanpa harus mengeluarkan tangan lebih jauh. Mengerti kebutuhan dasar setiap orang adalah kunci dalam melihat peluang.

New Asian Tribes
Penjualan dengan target pasar berdasarkan demografi setiap orang dikabarkan tidak akan bertahan lama, sekarang saatnya mengarah ke grup atau komunitas yang lebih besar. Contohnya adalah di Korea ada ‘Halal Restaurant Guide Book’ yang diterbitkan dalam bentuk e-book untuk menarik wisatawan Muslim. Mereka menyadari sebagian wisatawan Muslim biasanya sulit menemukan makanan halal di negara-negara tertentu, salah satunya Korea. Oleh karena itu mereka membuat buku panduan untuk menarik lebih banyak wisatawan datang ke negara mereka. Kenyamanan menjadi kebutuhan nomor satu bagi pelanggan.

Informal Info
Masyarakat semakin mobile namun juga tetap ingin produktif dalam kesehariannya. Menggunakan teknologi yang mempermudah pekerjaan mereka menjadi kebutuhan nomor satu. Sebagai contoh di Cina rata-rata pengguna menghabiskan 66 menit per hari di WeChat. 33% pengguna menghabiskan lebih dari 4 jam di aplikasi (Penguin Inteligence, April 2017). WeChat Pay sangat besar pengaruhnya di Cina, 44,5% pengguna mengaku tidak membawa uang tunai adalah alasan untuk menggunakan aplikasi ini. Bahkan ada seorang pengemis yang dapat menerima non tunai, yaitu menggunakan WeChat Pay. Di Indonesia kita mengenal Go-Pay yang dimiliki oleh Perusahaan Go-Jek. Ke depannya bukan tidak mungkin bahwa Go-Pay akan dikembangkan dan dapat digunakan tidak hanya dalam ekosistem Go-Jek. Hal ini membuktikan bahwa bisnis bisa melayani konsumen yang semakin terbiasa dengan interaksi informal dan tanpa kabel yang didukung oleh ponsel.

Apakah kamu sudah siap mengisi peluang dan menentukan strategi untuk bisnismu tahun depan?

Hubungi WA 08111500688 untuk mendapatkan pelatihan dan konsultasi keuangan usaha sekarang!

Risma Prismayani / Sales & Marketing

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch