Articles, #finclic, 100 Langkah Untuk Tidak Miskin, Practical Tips, The Debt VS Diet Challenge, Topik Terkini

#FinClic Bebas Utang

Siapa dari kalian yang punya utang? Pastinya semua tidak bisa lepas dari utang terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena nilai properti yang semakin mahal dari tahun ke tahun.

Kapan sih kamu mau utang yang dimiliki lunas? Coba deh kamu baca salah satu artikel mengenai resolusi keuangan 2019, siapa tahu kamu jadi mau menantang diri sendiri untuk #2019BebasUtang. Tidak ada cara magis untuk menyelesaikan utang karena hanya ada satu cara untuk bebas dari utang yaitu dengan membayar utang lunas! Utang itu adalah pinjaman dan harus dikembalikan kepada si pemberi pinjaman.

Jenis Utang

Utang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Utang Konsumtif dan Utang Produktif.

Utang Konsumtif sederhananya adalah utang yang dilarang untuk diambil. Utang yang kalau dalam laporan akuntansi tidak bisa memberikan nilai di bagian aktiva ketika utang diletakkan di bagian pasiva. Contoh utang konsumtif adalah utang kartu kredit, utang cicilan gadget, utang tiket dan akomodasi liburan. Agar terhindar dari utang konsumtif ini, kamu perlu mengendalikan diri dan mulai memikirkan kalau hidupmu akan menderita karena timbulnya utang konsumtif ini. Yang lebih mengkhawatirkan adalah kalau kamu berutang karena “kecanduan”.

Utang Produktif adalah utang yang memberikan nilai di bagian aktiva ketika besaran utang diletakkan di bagian pasiva. Contohnya, utang KPR. Ketika pencatatan utang di pasiva, ada aset rumah yang dicatat di bagian aktiva.

 

Utang KPR VS Utang Kredit Pemilikan Mobil (KPM)

Ligwina Hananto, lead trainer QM Financial selalu berpesan bahwa ketika seseorang memutuskan untuk mengambil utang KPR, dia harus sadar kalau dia melakukan komitmen tinggi. Ada cicilan KPR yang harus dibayarkan setiap bulannya sampai 5/10/15/20 tahun kedepan. Ingat juga bahwa besaran cicilan utang maksimal 30% dari penghasilan per bulan agar cashflow­-mu tidak terganggu.

Baca juga: Semua tentang KPR

Terkadang rumah yang statusnya masih dalam utang KPR perlu untuk direnovasi mengingat jangka waktu pembayarannya yang cukup lama. Tidak jarang juga penawaran offer credit KPR untuk mendapatkan sejumlah dana renovasi rumah menjadi menarik. Perlu atau tidak offer credit, yang paling pertama yang harus kamu lakukan adalah berhitung mulai dari besaran bunga, kemampuan membayar KPR per bulan sampai biaya yang timbul karena offer credit prosesnya seperti memulai KPR baru kembali.

Bila kamu mengalami kesulitan cashflow akibat besarnya cicilan KPR yang harus dibayarkan setiap bulan, maka dapat dipertimbangkan melunasi KPR sebelum waktunya kalau memang ada dananya. Artinya, kamu tidak perlu menjual aset yang nilainya bertambah dari tahun ke tahun seperti tanah untuk melunasi KPR karena walau secara cashflow kamu akan merasa lega tapi kamu kehilangan satu aset.

Memiliki rumah secara finansial memang lebih penting dibandingkan mobil namun seringkali penerapannya berbeda, banyak orang merasa memiliki mobil menjadi lebih penting dari memiliki rumah.

Hal ini pernah terjadi pada Wina sembilan belas tahun yang lalu. Saat newlyweds, Wina dan suami, keduanya bekerja dan mengandalkan kendaraan pribadi untuk transportasi harian mereka. Wina mendapat pinjaman mobil buatan Eropa dari mertuanya. Banyaknya konsumsi BBM mobil keluaran Eropa tersebut membuat Wina menyerah dan akhirnya memutuskan untuk membeli mobil keluaran Korea yang BBM-nya lebih irit serta mengontrak rumah sambil tetap mengumpulkan DP rumah pertama mereka yang berlokasi di Cibubur.

Tahun 2012, Wina memutuskan pindah dari Cibubur ke Jakarta Selatan dengan cicilan yang jauh lebih besar daripada rumah di Cibubur. Mereka memutuskan untuk melunasi 2 utang KPM dan menjual kedua mobilnya serta membeli mobil second hand secara tunai. Dengan demikian, mereka tidak memiliki utang cicilan mobil tapi hanya cicilan rumah yang merupakan aset yang bertumbuh.

Zaman dulu, saat alternatif transportasi umum terbatas sehingga kebutuhan untuk memiliki kendaraan pribadi bagi seseorang menjadi penting. Namun zaman berubah, kini sudah tersedia online transportation yang dapat mengantarkan kita kemana pun tanpa perlu memikirkan perpanjangan STNK, perawatan rutin, dan asuransinya. Apabila KPM memang dibutuhkan, perhatikan besaran cicilannya agar tidak mengganggu cashflow ya!

Perhitungan bunga KPR berbeda dengan bunga KPM sehingga kamu perlu berhitung dan membandingkan manakah utang yang bisa kamu biayai.

 

Utang Kartu Kredit

Banyak sekali orang berpikir kalau memiliki kartu kredit itu sama seperti memiliki uang tambahan. Kamu perlu tahu bahwa kartu kredit di Indonesia adalah sebagai salah satu metode pembayaran saja sama halnya seperti kartu debit maupun electronic wallet (e-wallet).

Tahun 1999, Wina ketika itu bekerja di salah satu bank asing yang ingin sekali memiliki kartu kredit hanya sekadar untuk gaya. Padahal memiliki kartu kredit artina kamu memiliki kewajiban untuk membayarnya lunas 100% dari jumlah pemakaian setiap bulannya.

baca juga: Kartu Kredit = Tanggung Jawab

Di Amerika, kepemilikan kartu kredit itu dapat mencatat skor kredit sehingga apabila skornya tinggi maka akan mudah mengajukan KPR.

Apabila kamu memiliki utang kartu kredit, ada dua hal yang harus kamu lakukan segera! Pertama, berhenti memakai kartu kredit agar tidak menambah jumlah utang baru. Kamu bisa melakukan eksperimen tidak memakai kartu kredit selama 1 bulan. Pada akhirnya kamu akan merasakan bahwa ternyata hidupmu bisa baik-baik saja tanpa kartu kredit.

Untuk melunasi utang kartu kredit, hal kedua yang penting kamu lakukan adalah membayar minimum payment  yang jumlahnya sama setiap bulannya. Misalnya utang kartu kredit kamu ada Rp10juta, maka minimum payment yang kamu bayarkan bulan ini adalah sebesar Rp1juta. Bulan depan, nilai utang kartu kredit kamu beserta besaran minimum payment pasti berubah, nah kamu tetap saja membayarkan tagihan bulan depan sebesar Rp1juta maka lama kelamaan utang kartu kreditmu akan lebih cepat lunas! Agar utang kartu kredit cepat lunas, teorinya utang dengan jumlah yang besar diprioritaskan terlebih dahulu. Tapi pada kenyataannya, lebih mudah untuk melunasi utang yang jumlahnya kecil terlebih dahulu.

 

Utang Kredit Tanpa Agunan (KTA)

KTA merupakan jenis kredit tanpa barang yang dijaminkan. Seringkali karena prosesnya yang mudah, kamu memilih KTA sebagai salah satu sumber dana. Kamu perlu tahu bahwa KTA memiliki cicilan yang tetap sehingga apabila kamu ingin melunasi sebelum jangka waktu pembayaran berakhir maka aka nada sejumlah biaya yang harus dibayarkan.

 

Utang Bisnis

Banyak pebisnis yang terpaksa harus mengambil utang untuk membiayai usahanya yang mulai berkembang. Misalnya, rencana untuk menambah mesin produksi atau membangun pabrik. Kedua hal ini tentunya tidak dapat dibiayai dari cashflow  perusahaan karena cashflow diperlukan untuk pembiayaan operasional. Penanaman modal berupa aset pada bisnis memang sudah selayaknya dibiayai dengan utang. Yang perlu diingat adalah menjaga prosentase cicilan utang bisnis sebesar 20% – 30% dari omzet.

baca juga: Curcol #bisniskecilku: Cashflow Management

 

Utang Negara

Banyak berita yang beredar bahwa Indonesia memiliki banyak utang beberapa tahun belakangan. Peraturan pemerintah menyebutkan bahwa Indonesia boleh memiliki 30% dari Gross Domestic Product (GDP). GDP atau Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai dan jasa akhir yang dihasilkan dari berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP dapat dibandingkan antar negara dan kamu juga bisa melihat negara seperti Amerika dan Jepang yang memiliki utang lebih besar dari nilai GDP-nya dibandingkan Indonesia.

Dan utang yang Indonesia ambil masih sebesar 28% dari GDP, itu artinya utang yang diambil Indonesia masih masuk dalam rasio yang sehat. Kamu tidak perlu khawatir mengenai utang negara karena sejak tahun 1960-an Indonesia sudah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) yang tidak gagal bayar dan buktinya kondisi Republik ini masih baik-baik saja bukan?!

Cara mudah untuk mengerti tentang utang negara, berkaca dari pengalaman Wina 19 tahun lalu. Rumah pertama yang dimiliki melalui KPR dengan cicilan 30% dari penghasilan kini berganti dengan rumah di Jakarta Selatan. Rumah yang sekarang ditempati Wina dan keluarga dibiayai dengan KPR Syariah dan ciccilannya naik 6x lipat dari cicilan rumah pertamanya dahulu. Lalu apakah sekarang Wina kesulitan keuangan? Tentu saja tidak karena penghasilan Wina sekarang  juga sudah naik  dibandingkan 19 tahun yang lalu.

Baca juga: Call me crazy! When crisis comes in, I’m buying more stocks!

Terus follow instagram QM Financial serta twitter @QM_Financial. Ada juga #FinClic dan IG Live yang seru setiap Senin!

Kalau kamu ingin belajar tentang perencanaan keuangan lebih lengkap sebagai salah satu resolusi keuangan di 2019, yuk ikutan Financial Clinic Online Series di event.qmfinancial.com

-Honey Josep-


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch