Articles, #finclic, 100 Langkah Untuk Tidak Miskin, Asuransi, financial clinic, Practical Tips

#FinClic Pause Button

Apakah kamu pernah tahu mengenai “pause button”?

Menurut kamus bahasa, pause button adalah kegiatan yang berhenti sementara sehingga yang mengalaminya seperti diberhentikan kehidupannya sementara.

Tahun 2002, Ligwina Hananto, lead trainer QM Financial baru lulus kuliah – bekerja – menikah lalu memiliki anak. Mungkin ini sebagian besar siklus yang dialami perempuan Indonesia. Saat itu Wina, sapaan akrabnya merasa stres karena merasa hidupnya berjalan di tempat.

Saat Wina berbagi mengenai pengalamannya 17 tahun kemudian melalui akun instagramnya, ternyata banyak ibu muda baik yang bekerja maupun stay at home mom  yang juga sedang berada di fase pause button. Masa itu merupakan periode penting di mana Wina bisa memiliki waktu untuk berpikir tentang dirinya sendiri. Periode pause button merupakan periode yang harus dilaluinya, yaitu mendedikasikan waktu untuk mengurus anak dan atau sambil bekerja terutama bagi first time mother. Kamu perlu self acceptance dulu terhadap pilihan fase pause button. Percayalah, pada saatnya nanti fase ini akan berlalu dan kamu akan mendapatkan banyak pengalaman hidup di fase tersebut.

Mungkin ada di antara first time mother  ini yang mengalami dilema, perlu kah berhenti bekerja utuk mencurahkan perhatian dan waktu sepenuhnya kepada keluarga kecilnya. Kalaupun kamu memilih untuk berhenti bekerja, ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

Belajar Menghasilkan Uang. Ketika perempuan bekerja memutuskan untuk berhenti bekerja maka kebiasaan untuk menghasilkan uang perlu tetap dilakukan, juga bagi ibu rumah tangga. Kamu bisa mulai berdagang, menjadi penulis untuk parenting website, menjadi guru les dan lainnya.

baca juga: Perempuan Belajar Menghasilkan Uang

Proteksi berupa asuransi kesehatan bukan asuransi jiwa. Karena perempuan yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan bukan sebagai penghasil nafkah utama keluarga maka tidak wajib memiliki asuransi jiwa. Seringkali QM menemui kasus di mana ibu rumah tangga banyak yang memiliki asuransi jiwa padahal hal ini tidak perlu apabila suami sebagai pencari nafkah utama keluarga. Proteksi yang dibutuhkan oleh perempuan tidak berpenghasilan adalah asuransi kesehatan. Coba cek nama tertanggung di polis asuransi jiwa, seharusnya itu adalah nama penghasil nafkah utama keluarga.

baca juga: Anda IRT? Pastikan Suami Memiliki Asuransi Jiwa!

Terlibat dalam keputusan untuk berinvestasi. Apakah kamu tahu berapa penghasilan suami? Bagaimana kesiapan Dana Pendidikan Anak? QM juga pernah menemui kasus, sepasang suami istri, keduanya bekerja. Saat bisnis suami bangkrut, istrinya harus menanggung utang dari bisnis suaminya. Maka penting bagi perempuan untuk terlibat dalam keputusan berinvestasi dalam keluarga.

Baca juga: #FinClic 5 Tips Ngobrolin Uang Bareng Pasangan

 

Bagaimana kalau psangan terpaksa harus mengalami pause button karena lay off dari perusahaan? Membicarakan tentang pensiun dini, setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan:

Proteksi. Ketika kehilangan pekerjaan di korporasi, itu artinya juga kamu kehilangan fasilitas berupa asuransi kesehatan yang bagus. Maka kamu perlu menggantikan proteksi tersebut dengan asuransi kesehatan yang biayanya ringan seperti BPJS. Baca juga: Memilih Asuransi Kesehatan

Utang. Pengeluaran yang pasti terjadi saat memiliki atau tidak memiliki pekerjaan adalah utang cicilan seperti KPR. Maka kamu perlu memastikan kalau cicilan aman untuk periode yang lamanya kurang lebih sampai pasangan mendapatkan pekerjaan baru kembali. Baca juga: #FinClic Bebas Utang

Menunda berhenti kerja. Bila pasanganmu mengalami pensiun dini, dan pada saat yang hampir bersamaan kamu berkeinginan untuk berhenti bekerja maka tunda dulu rencanamu sampai pasangan memiliki pekerjaan baru. Baca juga: Berhenti Bekerja Bukan Akhir Segalanya

 

Secara finansial, inilah yang harus kamu persiapkan saat memasuki fase pause button:

Dana Darurat dan aksesnya. Walau pengeluaran rumah tangga dibiayai semua oleh pasangan, kamu bisa merasa empowered saat memegang uang sendiri. Jadi, pastikan sebelum kamu berhenti bekerja, kamu memiliki Dana Darurat yang cukup dan akses yang mudah ketika terjadi kondisi darurat! Baca juga: The Power of Emergency Fund

 

Terus follow instagram QM Financial serta twitter @QM_Financial. Ada juga #FinClic dan IG Live yang seru setiap Senin jam 19:00!

Kalau kamu ingin belajar tentang perencanaan keuangan lebih lengkap sebagai salah satu resolusi keuagan di 2019, yuk ikutan Financial Clinic Online Series di event.qmfinancial.com!

-Honey Josep-

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch