Articles

Minta Kenaikan Gaji, Pertimbangkan 5 Hal Berikut

Selamat Hari Buruh 2019! Apa kabar para buruh Indonesia? Buruh di sini nggak cuma mereka yang bekerja di pabrik dan diupah harian lo. Kita-kita, para karyawan, staf, bahkan sekelas manajer pun bisa dianggap sebagai buruh. Dan, apa yang biasanya dituntut oleh para buruh saat momen Hari Buruh seperti ini? Yes, kenaikan upah atau kenaikan gaji.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah menganggap gaji yang kamu terima ideal? Atau, kamu masih selalu bilang kalau gajimu selalu nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?

Kalau kondisinya adalah yang terakhir, coba deh ditanyakan pada diri sendiri. Apakah sudah cukup pengelolaannya dalam keseharian? Sudah melakuka financial checkup? Cash flow sudah oke? Rasio utang sehat?

Jika semua sudah sehat, dan ternyata gaji masih saja terlalu kecil, lantas terlintaskah dalam benak untuk minta kenaikan gaji? Eits, sebelum kamu benar-benar melakukannya, coba deh, lakukan 5 persiapan berikut.

Mengapa mesti melakukan persiapan? Well, kenaikan gaji bukan permintaan yang dengan mudah akan dikabulkan oleh pihak perusahaan, right? Begitu kamu mengajukan kenaikan gaji, maka akan ada 2 kemungkinan yang terjadi; diterima atau ditolak.

Supaya peluang untuk ditolak menipis, maka lakukanlah beberapa persiapan berikut, supaya argumenmu untuk minta kenaikan gaji lebih kuat.

 

5 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Meminta Kenaikan Gaji

Minta Kenaikan Gaji - Yay or Nay? Pertimbangkan 5 Hal Berikut

1. Lakukan riset dan observasi

Sebelumnya kita harus yakin dulu, apakah gaji yang diterima selama ini memang di bawah standar atau di bawah rata-rata gaji yang diterima oleh karyawan lain dengan posisi yang sama di perusahaan yang berbeda.

Bagaimana caranya tahu standar gaji untuk posisi yang sama ini? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel Apa Pentingnya Tahu Standar Gaji Karyawan dan 5 Cara untuk Mencari Informasinya ini.

Riset dan observasi ini penting untuk dilakukan terlebih dahulu untuk membekali diri sendiri dengan data, dan juga meyakinkan diri, bahwa memang gaji yang kita terima berada di bawah rata-rata dan bukannya kita yang merasa gaji kita kecil padahal itu disebabkan oleh kurang mampunya kita mengelola keuangan sehari-hari.

 

2. Kumpulkan argumen dan bukti

Dari hasil riset yang dilakukan, kumpulkanlah data dan bukti yang ditemukan, sehingga bisa menjadi data pendukung saat nanti kita berargumen bahwa kenaikan gaji yang kita minta adalah wajar.

Kan pastinya pihak perusahaan dan HR juga harus diyakinkan dengan argumen yang kuat, bukan?

 

3. Pastikan ada kontribusi lebih

Selanjutnya, untuk meyakinkan pihak perusahaan, pastikan bahwa kita akan memberikan kontribusi lebih daripada sebelumnya. Atau, setidaknya sepadan dengan gaji standar atau rata-rata pada posisi yang sama di perusahaan lain, berdasarkan riset yang sudah kita lakukan sebelumnya.

Mengapa hal ini penting untuk dikemukakan kepada pihak HR dan perusahaan saat kita meminta kenaikan gaji? Karena wewenang, tugas, dan tanggung jawab berbanding lurus dengan besaran gaji juga kompensasi yang kita terima.

Masa sih, minta kenaikan gaji tapi kemudian berakhir gabut, alias gaji buta? Enggak banget kan? Jangan sampai deh.

 

4. Kenali prosedur

Kira-kira, pada siapa nanti kita harus mengajukan proposal kenaikan gaji? Pada atasan yang berada langsung di atas kita? Atau, pada staf HR?

Setiap perusahaan tentu punya kebijakan masing-masing, dan setiap karyawan punya wewenangnya sendiri. Kita harus mengenali prosedur pengajuan proposal kenaikan gaji ini, sehingga kita tak salah tempat.

 

5. Kelola dengan baik

Nah, jika pengajuan proposal kenaikan gaji kita sudah diserahkan pada pihak yang berwewenang, selanjutnya kita tinggal berdoa deh. Semoga pengajuannya dikabulkan. Amin.

Tapi, jangan berhenti di sini saja. Selanjutnya, PR kita bersama adalah belajar untuk mengelola gaji dengan baik. Kenaikan gaji memang bisa kita negosiasikan, namun kalau pada akhirnya kita salah dalam pengelolaan, jadinya ya sama saja, bukan? Gaji akan terasa kurang terus, kebutuhan juga sepertinya semakin banyak.

So, yuk, belajar finansial lebih giat lagi. Belajar mengelola, mulai dari mencatat pengeluaran, membuat anggaran, sisihkan sebagian untuk tabungan dan investasi, dan jangan lupa, beri jatah untuk menghibur diri.

Yuk, daftar kelas-kelas online yang sesuai dengan kebutuhanmu dalam Financial Clinic Online Series. Silakan cek jadwalnya ya. Jangan lupa follow juga akun Instagram QM Financial.

Tertarik untuk mengundang QM Financial untuk memberikan program edukasi keuangan dan HR di perusahaan Anda? Sila WA ke 0811 1500 688 (NITA/MIA).

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch