Articles, Liputan, Training, Training

7 Langkah Siap Pensiun Dini

Halo planners!

Apa definisi pensiun dini bagimu? Apakah karena kamu merasa sudah jenuh bekerja di korporasi dengan jam kerja yang ketat, Lelah menghadapi tantangan lalu lintas sehari-hari, karir yang mentok. Kehilangan keberdayaan terhadap pekerjaan yang tengah dijalankan, ingin memiliki waktu yang lebih leluasa maka kamu memikirkan untuk pensiun dini? Keinginan untuk pensiun dini tidak menjadi masalah kalau kamu pikirkan sejak usia yang masih muda. Karena itu artinya kamu memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan pensiun dini. Misalnya kamu  berusia 28 tahun dan sudah lima tahun bekerja serta berniat pensiun di umur 45 tahun. Ini artinya kamu memiliki waktu sekitar tujuh belas tahun untuk mempersiapkan kebutuhan hidup semasa pensiun.

3 Agustus 2019, Ligwina Hananto selaku lead trainer dari QM Financial membawakan pelatihan persiapan pensiun untuk karyawan Rabobank  di Jakarta.

Apa saja yang perlu kamu persiapkan untuk masa pensiun? Berikut 7 Langkah Siap Pensiun Dini ala QM Financial:

Melunasi Utang

Wajar saja kalau kamu berutang produktif seperti KPR atau kredit kendaraan bermotor tapi kamu perlu tahu batas usia untuk melunasi utang yang kamu miliki. Kalau kamu bisa melunasi utang baik produktif maupun konsumtif seperti utang kartu kredit di usia muda akan lebih baik. Namun batas paling maksimal untuk melunasi utang adalah saat kamu berusia 45 tahun agar kamu bisa pensiun dengan rasa aman serta kondisi finansial yang terjaga.

Financial Check Up

Kegiatan pengecekan kondisi keuangan seringkali dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi yang bisa mengganggu kondisi keuangan di masa depan. Selain itu, kamu juga dapat merencanakan rencana apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah keuangan yang timbul.

Punya Dana Darurat

Salah satu persiapan pensiun yang penting yaitu memiliki Dana Darurat yang cukup. Masa pensiun merupakan masa di mana kamu tidak lagi bekerja menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup harian melainkan bekerja karena menyenanginya atau karena bisa berkarya dan bermanfaat di masyrakat tanpa memikirkan besaran bayaran yang diterima.

Memiliki Asuransi Kesehatan

Proteksi berupa asuransi kesehatan wajib dimiliki setiap orang tanpa terkecuali, pria-perempuan, bayi hingga dewasa. Proteksi berfungsi jika terjadi sebuah kemalangan yang dapat menyebabkan kesulitan finansial, maka kamu bisa menggunakan proteksi untuk turut menjaga dirimu dan keluarga.

Tujuan Jangka Pendek

Apa mimpimu dalam jangka waktu pendek? Apakah liburan ke Jepang, membeli gadget, melanjutkan S2 atau bahkan menikah? Hal yang baru saja saya sebutkan merupakan tujuan keuangan jangka pendek yang cukup membutuhkan sumber daya keuangan yang lumayan besar. Tapi jangan sedih karena kamu bisa mencapai tujuan keuangan jangka pendek yang kamu miliki dengan menabung atau berinvestasi.

Tujuan Jangka Panjang

Selain tujuan keuangan jangka pendek yang bisa kamu raih, ada juga tujuan jangka panjang yang menjadi target kamu untuk dimiliki. Salah satu tujuan jangka panjang adalah mempersiapkan Dana Pensiun yang cukup untuk kebutuhanmu saat pensiun nanti. Semoga dengan kamu mempersiapkan Dana Pensiun untuk nanti, kamu bisa memutus rantai sandwich generation yang selama ini terjadi di keluargamu.

Alokasi Aset Aktif

Sudah berapa lamakah kamu memiliki penghasilan sendiri? Apa yang sudah kamu miliki dari hasil kerjamu selama ini? Sebaiknya sejak kamu menjadi first jobber, kamu sudah menyisihkan sebagian dari penghasilanmu untuk tujuan keuangan aset aktif. Aset aktif bisa berupa properti, surat berharga dan bisnis. Sekarang untuk memiliki surat berharga sangat mudah karena modal awal yang terjangkau sehingga tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak berinvestasi di saham secara langsung. Begitu juga halnya dengan properti, kamu bisa melirik properti yang menawarkan DP sebesar nol persen namun hitung juga ya kemampuan kamu mencicil setiap bulannya. Dan apakah kamu tahu bahwa semua bisnis berawal dari dagang? Kini kamu bisa memulai bisnis hanya dengan bermodalkan gadget! Siapa pun kamu, berapa pun umurmu dan apa pun pekerjaanmu, kamu tetap harus mempersiapkan sejumlah uang yang cukup besar porsinya untuk memiliki aset aktif.

Kepemilikan Aset Aktif

Mengapa kepemilikan aset menjadi penting saat memasuki masa pensiun? Karena aset aset berupa surat berharga, property danbisnis yang akan bekerja secara independen untuk menghasilkan uang yang bisa memenuhi kebutuhan hidupmu saat pensiun nanti.

Semoga kamu semakin siap untuk pensiun dengan 7 langkah di atas ya!

Pelatihan finansial seperti ini sangat bisa disesuaikan dengan kebutuhan karyawan atau perusahaan. Bersama QM Financial, pelatihan finansial menjadi lebih menyenangkan, praktis dan bermanfaat. Sila hubungi 0811 1500 688 untuk ngobrol pelatihan seperti apa yang cocok untuk perusahaan kamu.

-Honey Josep-

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch