Articles

Cara Mengatur Gaji Pekerja

Halo planners!

Financial Clinic (#FinClic) awalnya merupakan sebuah talkshow radio pada tahun 2006 di salah satu radio di Jakarta. Kemudian berkembang menjadi #FinClic seminar series, #FinClic Tweet series di twitter dan sekarang Instagram live setiap Senin malam jam 19:00. #FinClic pada pertengahan tahun 2018 sampai detik ini berkembang menjadi kelas finansial online melalui aplikai zoom yang dinamakan Financial Clinic Online Series (FCOS).

Sebuah survei yang dilakukan Lockton Retirement Services, satu dari 5 pekerja mengalami stres di tempat kerja bukan karena beban kerja namun karena masalah keuangan yang mereka alami. Fakta yang cukup mengejutkan ini membuat beberapa korporasi sudah mulai menggandeng QM Financial untuk memberikan pelatihan finansial mengenai pengelolaan keuangan sesaat setelah pekerja menerima gaji. Bila literasi finansial pekerja menjadi baik sehingga dia bisa mengatur keuangannya dan fokus dalam bekerja maka akan mendukung pertumbuhan perusahaan. Masalah keuangan yang banyak dihadapi pekerja adalah ketidakmampuan untuk mengatur cashflow atau arus kas.

Inilah tiga cara mengatur gaji pekerja secara bulanan baik yang tetap maupun yang variabel,

Mencatat Pengeluaran

Apakah kamu tahu berapa banyak yang yang kamu habiskan bulan lalu? Tahukah kamu berapa persisnya? Kalau kamu kesulitan menjawab pertanyaan ini, sudah saatnya untuk memulai kebiasaan mencatat pengeluaran. Kalau kamu belum pernah mencatat pengeluaran sebelumnya, minimal kamu melakukannya selama tiga bulan berturut-turut agar bisa mengetahui poal pengeluaran bulananmu seperti apa. Kini mencatat pengeluaran semakin dimudahkan oleh aplikasi digital sehingga tidak ada alasan kamu tidak mencatat pengeluaranmu.

Membuat Anggaran Bulanan dan Mingguan

Cara kedua untuk mengatur gaji adalah dengan membuat anggaran baik untuk bulanan atau mingguan. Setidaknya ada lima pos pengeluaran bulanan yang bisa kamu anggarkan yaitu,

Cicilan Utang

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam membuat anggaran bulanan maupun mingguan adalah cicilan utang yang kamu miliki seperti uang KPR, utang cicilan mobilatau motor, utang ke orangtua/saudara/teman/kantor dan kartu kredit. Ketentuan maksimal cicilan utang yang boleh kamu ambil adalah sebesar 30% dari penghasilan bulananmu.

Menabung atau Berinvestasi

Pos pengeluaran yang harus diutamakan setelah cicilan utang adalah menabung atau berinvestasi. Sisihkan porsi menabung atau berinvestasi minimal 10% dari penghasilanmu dan lakukan langsung pada saat kamu menerima gaji. Dari pencatatan pengeluaran seharusnya kamu tahu berapa besar uang yang tidak terpakai untuk biaya pengeluaran bulanan maupun mingguan sehingga sisanya itu dapat ditabung atau dinvestasikan sesuai dengan tujuan keuangan yang kamu miliki.

Pengeluaran Rutin

Pos pengeluaran rutin merupakan pos pengeluaran bulanan yang paling besar di antara klima pos pengeluaran yang ada. Biasanya porsinya mencapai 40% sampai dengan 60% dari penghasilanmu terutama bila kamu sudah menikah dan memiliki anak.

Sosial

Kamu perlu ingat bahwa di dalam setiap penghasilan yang kamu terima ada yang merupakan hak orang lain yang dapat kamu keluarkan sebagai zakar/sedekah/infaq. Pos pengeluaran sosial ini minimal sebesar 2,5% dari penghasilan.

Lifestyle

Kamu diperbolehkan untuk menikmati hasil jerih payah dari pekerjaan maksimal sebesar 20% dari gajimu. Jangan sampai karena terlalu banyak pengeluaran lifestyle, kamu jadi tidak memiliki aset apa pun sebagai persiapan di masa pensun.

ATM seminggu sekali

Hal yang membuat keuanganmu mengalami kebocoran adalah terlalu sering mengambil uang di ATM. Seharusnya dengan pencatatan pengeluaran yang kamu lakukan di atas, kamu sudah bisa mengetahu pola pengeluaranmu seperti apa. Ada pengeluaran bulanan yang harus dibayarkan seperti cicilan KPR atau kendaraan, uang sekolah anak, listrik, telepon, tv kabel dan lainnya. Sedangkan untuk biaya mingguan seperti transportasi, belanja bahan makanan segar dan sebagainya. Dari pola pengeluaran kamu yang ada, cukup satu kali saja kamu mengambil uang di ATM. Setelah mengambil uang di ATM pisahkan menjadi beberapa bagian agar pemakaiannya sesuai dengan kebutuhan mingguanmu.

Tertarik untuk dapat mengatur keuangan dengan baik? Mari ikuti kelas finansial online dengan menggunakan aplikasi zoom yuk! Di Financial Clinic Online Series (FCOS) kamu bisa belajar lebih mendalam untuk melakukan financial check up dengan worksheet yang diberikan dan menjadi milikmu untuk melakukan penghitungan tersebut. Jadwal dan pendaftaran FCOS melalui event.qmfinancial.com.

Terus follow Instagram QM Financial serta twitter @QM_Financial. Ada juga #FinClic dan IG Live seru setiap Senin jam 19:00!

-Honey Josep-

TOPICS


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch