Articles, Investasi, Personal, Reksa Dana

Ketahui 4 Jenis Reksa Dana Sebelum Mulai Berinvestasi

Semakin banyak orang melek akan arti pentingnya berinvestasi. Hal ini seiring dengan semakin banyak orang yang concern atas masa depan masing-masing. Salah satu instrumen investasi yang belakangan ini semakin populer adalah reksa dana. Apakah kamu sudah tahu apa saja jenis reksa dana yang ada, yang bisa kamu manfaatkan untuk membantumu mencapai tujuan finansialmu?

Kalau belum, ayo, kita cari tahu lebih banyak mengenai beberapa jenis reksa dana yang banyak ditemui, agar kemudian kamu bisa memutuskan reksa dana mana yang cocok untuk tujuan finansialmu. Kesalahan dalam memilih reksa dana yang pas dengan kebutuhanmu bisa berakibat gagalnya pencapaian tujuan finansialmu lo. Gigit jari deh.

Simak artikel ini sampai selesai ya!

4 Jenis Reksa Dana yang Harus Kamu Kenali Lebih Dulu Sebelum Mulai Berinvestasi

Ketahui 4 Jenis Reksa Dana Sebelum Mulai Berinvestasi

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang merupakan instrumen investasi yang paling cocok dicoba oleh kamu yang baru mulai berinvestasi, lantaran risikonya yang paling rendah di antara instrumen investasi yang lain.Reksa dana ini cocok buat kamu yang punya tujuan finansial jangka pendek, kurang lebih 1 tahun saja.

Mengapa dianggap paling rendah risikonya? Ya, karena sejauh ini terbukti, jenis reksa dana ini paling stabil meski kondisi ekonomi sedang goyah. Kemarin-kemarin nih, saat terjadi perang dagang antara Amerika dan Tiongkok yang menyebabkan bursa saham memerah, Reksa Dana Pasar Uang tetap stabil memberikan imbal sebesar 5 – 6% setahun.

Jika kamu berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang, maka 100% danamu akan diinvestasikan pada produk-produk pasar uang, seperti deposito, surat utang jangka pendek atau yang jatuh temponya kurang dari 1tahun, dan lain-lain. Makanya disebut sebagai Reksa Dana Pasar Uang.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Jangan tertipu oleh namanya. Reksa Dana Pendapatan Tetap bukan lantas berarti jenis reksa dana ini akan memberi kita pendapatan tetap setiap bulan layaknya gaji ya.

Disebut “pendapatan tetap” lantaran sebagian besar (80% lebih) dana yang kita investasikan akan di-“belanja”-kan pada obligasi atau surat utang. Obligasi–seperti yang bisa kamu baca pada artikel sebelumnya–akan memberimu kupon atau bunga yang besarnya sesuai ketentuan atau kesepakatan secara berkala dan teratur.

Makanya disebut sebagai “pendapatan tetap”.

Dari segi faktor risiko, Reksa Dana Pendapatan Tetap memang lebih berisiko ketimbang Reksa Dana Pasar Uang, namun tetap saja termasuk kecil–apalagi jika dibandingkan dengan Reksa Dana Saham yang akan kita bahas berikutnya. Jenis reksa dana ini cocok jika kamu manfaatkan untuk membantumu mencapai tujuan finansial jangka menengah hingga panjang, lantaran biasanya surat utang juga punya jatuh tempo antara 5 hingga 10 tahun.

3. Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham adalah jenis reksa dana yang akan menginvestasikan sebagian besar dana investor (80%-nya) ke instrumen saham, baru sisanya akan dialokasikan untuk instrumen pasar uang maupun obligasi.

Reksa Dana Saham merupakan jenis reksa dana yang mempunyai tingkat risiko paling tinggi di antara jenis reksa dana yang lain, karena sangat tergantung pada fluktuasi harga saham yang kadang sangat tajam. Namun juga reksa dana ini  memiliki potensi memperoleh imbal yang paling tinggi. Ingat kan, dalil “high risk, high return”? Ini berlaku juga di Reksa Dana Saham ini.

Karena itu, Reksa Dana Saham jelas bukan instrumen yang aman untuk investasi jangka pendek, misalnya di bawah 5 tahun. Ya karena instrumen saham yang sangat fluktuatif tadi.

5 Tip Memilih Produk Investasi, Belajar dari Kevin Aprilio yang Pernah Tertipu 17 M

4. Reksa Dana Campuran

Reksa Dana Campuran memungkinkan manajer investasi untuk mengalokasikan dana investor ke berbagai instrumen pasar uang, obligasi, dan saham sesuai porsi masing-masing. Karena manajer investasi memiliki kebebasan untuk menentukan instrumen investasinya, maka porsi investasi dalam jenis reksa dana ini bisa sangat fleksibel dan beragam. Tujuannya untuk memperoleh imbal semaksimal mungkin dalam jangka menengah, antara 3 – 5 tahun.

Karena instrumennya bermacam-macam, maka tingkat risikonya juga menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan Reksa Dana Saham, namun lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. Sedangkan imbalnya, bisa jadi lebih tinggi ketimbang Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap namun lebih rendah dibandingkan Reksa Dana Saham. Diversifikasi alokasi dana membuatnya jadi lebih terlindung terhadap fluktuasi pasar. Ya berpengaruh sih, tapi masih kecil.

Lalu, jenis reksa dana mana yang paling cocok untuk kebutuhan finansialmu?

Nah, hal ini bisa kamu ketahui dengan ikutan kelas finansial online QM Financial. Enggak hanya memilih jenis reksa dana yang pas, tapi kamu juga akan tahu bagaimana caranya menghitung kebutuhan investasi dan juga bagaimana caranya mereview investasi reksa dana yang sudah kamu lakukan.

Mau? Cek jadwalnya, dan segera daftarkan dirimu ya!


2 tanggapan untuk “Ketahui 4 Jenis Reksa Dana Sebelum Mulai Berinvestasi”

  1. […] sudah membaca artikel yang lalu, yang mengulas tentang 4 jenis reksa dana, pasti sudah tahu secara sekilas, apa itu Reksa Dana Pasar Uang. Atau mungkin malah sudah punya […]

  2. […] semakin tertarik untuk berinvestasi di reksa dana? Ada 4 jenis reksa dana yang bisa kamu pilih lo, sesuai dengan profil […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch