Articles, Investasi, Personal, Reksa Dana

Reksa Dana Pendapatan Tetap: Investor Pemula Harus Tahu 5 Hal Ini!

Kalau mendengar istilah “Reksa Dana Pendapatan Tetap”, apa yang pertama kali muncul di pikiran kamu? Anggap saja, kamu belum tahu apa itu Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Kalau saya sih awalnya langsung tertarik dengan frasa “pendapatan tetap”. Yang terlintas adalah, kalau saya beli jenis reksa dana ini apakah kemudian saya bisa dapat pendapatan tetap layaknya gaji bulanan?

Ternyata enggak. Bukan itu yang dimaksud dengan pendapatan tetap pada Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Reksa Dana Pendapatan Tetap: Investor Pemula Harus Tahu 5 Hal Ini!

Sama halnya dengan Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap memungkinkan manajer investasi untuk mengumpulkan dana dari para investor, untuk kemudian dialokasikan ke produk-produk investasi secara kolektif.

Bedanya, kalau Reksa Dana Pasar Uang dana diinvestasikan ke instrumen pasar uang yang punya jatuh tempo kurang dari 1 tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap menginvestasikan dana pada 80% produk obligasi atau sukuk–yaitu surat utang, yang punya jatuh tempo antara 1 hingga 5 tahun. Sisanya ke instrumen pasar uang lain.

Seperti yang sudah dijelaskan di beberapa artikel sebelumnya, obligasi atau surat utang merupakan surat pernyataan dari pihak peminjam dana untuk investor, bahwa mereka telah meminjam dana dalam jumlah tertentu, dan akan mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu, peminjam dana akan memberikan kupon atau bunga secara berkala kepada investor, antara 3 – 6 bulan sekali.

Nah, ini dia asal mula istilah “pendapatan tetap” pada Reksa Dana Pendapatan Tetap. So, kita sebagai investor akan memperoleh pendapatan tetap yang berupa bunga atau kupon tersebut.

Tujuan Finansial

Karena produk yang dibeli adalah produk pasar modal–obligasi atau surat utang–yang berjangka waktu lebih dari 1 tahun, dan kurang dari 5 tahun, maka tujuan finansial yang cocok untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap ini adalah juga yang punya jangka waktu pendek hingga menengah.

Siapa dan Di Mana Bisa Beli Reksa Dana Pendapatan Tetap

5 Langkah Mengurangi Kasbon Karyawan yang Bisa Dilakukan oleh Manajemen Perusahaan

Siapa saja bisa berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap, asal perhatikan profil risiko masing-masing. Karena, meski masih tergolong risiko kecil, tetapi risiko yang bisa terjadi pada jenis investasi ini lebih besar ketimbang Reksa Dana Pasar Uang. Jadi, kurang cocok buat para investor dengan karakter yang sangat konvensional.

Reksa Dana Pendapatan Tetap bisa dibeli di fintech-fintech yang sekarang menjamur.

Tinggal pilih aplikasinya di handphone, download, dan install. Kemudian, kamu perlu untuk melakukan registrasi dengan memberikan semua data diri yang diminta–termasuk foto identitas, dan beberapa aplikasi juga minta foto buku tabungan. Setelah ada verifikasi, kamu pun bisa langsung melakukan investasi.

Yes, semudah itu.

Atau, kalau kamu pengin membeli di bank atau langsung ke kantor manajer investasinya juga bisa sih. Tapi, ya lebih repot sedikit. Kalau ada cara yang lebih praktis, kenapa mesti pakai cara yang rempong sih? :)

Keuntungan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Investasi P2P Lending: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulainya

Modal kecil

Seperti halnya Reksa Dana Pasar Uang, kamu enggak perlu modal gede untuk bisa berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap. Kamu hanya butuh Rp100.000 saja untuk mulai. Kalau enggak salah, bahkan ada fintech yang menawarkan minimal Rp10.000 untuk mulai berinvestasi, dan bisa membayar via GoPay.

Duh, kalau segini mah, yang mahasiswa aja juga bisa nih ikut mulai berinvestasi sejak sekarang kan?

Fleksibel

Meski Reksa Dana Pendapatan Tetap ini sebenarnya paling ideal dimanfaatkan untuk tujuan finansial jangka menengah, namun tetap enggak masalah kalau misalkan kamu hendak mencairkan dananya kapan saja.

Tak terikat sama sekali oleh waktu, enggak seperti deposito yang akan ada penalti jika diambil lebih cepat dari jatuh temponya.

Imbal Lebih Besar

Reksa Dana Pendapatan Tetap memberikan imbal yang lebih besar ketimbang Reksa Dana Pasar Uang. Bisa naik ataupun turun, tapi saat artikel ini ditulis rata-rata return yang ditawarkan oleh manajer investasi adalah berkisar di 11 – 15% setiap tahunnya.

Wih, bandingkan dengan bunga deposito yang di pertengahan tahun 2019 ini diturunkan lagi ke level 5%. Jauh ya?

Risiko Reksa Dana Pendapatan Tetap

3 Jenis Asuransi yang Wajib Dipunyai oleh Karyawan

Nah, dengan imbal yang lebih besar itu, pastinya risiko pun menjadi lebih besar. Ini sudah hukum yang berlaku di dunia investasi. Apa saja risiko yang bisa terjadi dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Risiko fluktuasi pasar modal

Namanya juga diinvestasikan ke instrumen pasar modal, jadi nilai investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap juga bisa dipengaruhi oleh fluktuasi yang terjadi di pasar modal.

Namun, biasanya hal ini sudah bisa diantisipasi oleh manajer investasi dengan prinsip diversifikasi investasi. Makanya, perlu bagi kita untuk memilih manajer investasi yang cerdas dan tanggap terhadap perubahan ekonomi global.

Risiko bangkrut

Salah satu risiko yang cukup besar yang bisa terjadi dalam investasi obligasi–terutama jika kita berinvestasi pada surat utang perusahaan–adalah risiko perusahaan tersebut bangkrut.

Sebagai investor, kita akan menempati prioritas terakhir untuk dikembalikan dananya setelah perusahaan memenuhi kewajiban terhadap stakeholder lain, seperti karyawan, vendor, dan sebagainya.

Risiko gagal bayar

Selain risiko bangkrut, ada juga risiko gagal bayar yang bisa terjadi. Penyebabnya sih bisa bermacam-macam, ya salah satunya ya ketika perusahaan bangkrut itu tadi.

Namun, enggak perlu khawatir. Biasanya sih manajer investasi sudah sangat jeli akan situasi yang terjadi. Mereka akan bisa mengantisipasi risiko-risiko ini agar seminimal mungkin terjadi.

Ya, inilah enaknya berinvestasi dengan reksa dana. Kita tinggal pantau aja sih secara berkala, untuk melihat pertumbuhannya. Kalau kurang baik, ya tinggal pindahkan saja dana ke manajer investasi lainnya.

Nah, jadi, gimana nih? Mau ikut berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap? Kamu bisa ikutan dulu kelas finansial online QM Financial yang khusus membahas tentang reksa dana, mulai dari pengenalan, menghitung kebutuhan, memilih produk, hingga melakukan review terhadap reksa dananya lo!

Dengan bekal ilmu yang cukup, pastinya akan membantumu berinvestasi dengan lebih baik kan?


Satu tanggapan untuk “Reksa Dana Pendapatan Tetap: Investor Pemula Harus Tahu 5 Hal Ini!”

  1. […] Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap, ada satu lagi jenis reksa dana yang juga bisa menjadi alternatif investasi, hanya saja produk satu […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Daftarkan email Anda untuk update terbaru dari QM!

Contact Us

Ingin mengundang QM untuk kegiatan di tempat Anda? Punya pertanyaan seputar literasi finansial? Tinggalkan pesan dan kami akan segera menghubungi Anda!

Our Location

Grand Wijaya Center Blok D No. 11
Jl. Wijaya II
Jakarta Selatan
Telp: (021) 293 294 08 / 09
Email: info@qmfinancial.com

Keep in Touch